Aplikasi PTOS-M, Standardisasi Pelayanan di Pelabuhan Makassar

- Penulis

Selasa, 12 September 2023 - 13:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR. FILALIN.COM,– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus berbenah. Memasuki 2 tahun pascamerger, berbagai aplikasi untuk memudahkan pelanggan dalam hal ini pengguna jasa pelabuhan terus bermunculan. Teranyar adalah PTOS-M atau Pelindo Terminal Operation System – Multipurpose yang kini mulai terpasang di Pelindo Regional 4 Makassar.

Aplikasi PTOS-M merupakan aplikasi kegiatan pelayanan barang dan peti kemas konvensional. Mulai dari permohonan, perencanaan, pengoperasian, hingga pelaporan bisa dilakukan melalui satu aplikasi besutan Pelindo ini.

Penerapannya tentu tak hanya untuk mengejar keuntungan Pelindo semata. Terpenting adalah untuk mengurangi cargo stay dan port stay, serta menghilangkan pungutan liar atau pungli utamanya di area Pelabuhan Makassar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kaitannya dengan cargo stay dan port stay, dampaknya sudah dirasakan langsung oleh salah satu pengguna jasa terbesar di Pelabuhan Makassar, yakni PT Meratus Line.

Branch Manager Makassar PT Meratus Line, Ngurah Gede Santha Dharma mengakui bahwa banyak perubahan peningkatan kinerja pasca 2 tahun Pelindo merger. “Pelayanan kapal terutama bongkar muat menjadi lebih baik dan cepat. Khususnya di Pelabuhan Makassar,” ujarnya dalam sebuah wawancara singkat melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, capaian kinerja Pelindo Regional 4 Makassar berbanding lurus dengan perolehan pendapatan perusahaannya. “Karena kalau kinerja Pelindo meningkat, otomatis usaha kami juga mengalami peningkatan pendapatan,” ucap pria yang akrab disapa Santha ini.

General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin mengatakan, kehadiran PTOS-M guna penyatuan standardisasi pelayanan di seluruh wilayah kerja Pelindo pascamerger. Termasuk di Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar.

Pelabuhan Makassar merupakan pelabuhan yang cukup sibuk dan menjadi hub di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Apalagi sejak akhir Desember 2015, Pelindo bekerja sama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC, melayani direct export atau ekspor langsung dari pelabuhan yang memiliki dua dermaga utama, yakni Dermaga Soekarno dan Dermaga Hatta.

Dermaga Soekarno digunakan untuk aktivitas bongkar muat kapal kargo umum hingga layanan penumpang kapal. Sementara Dermaga Hatta pemanfaatannya untuk bongkar muat peti kemas.

Menurut Iwan, penerapan aplikasi di wilayah kerjanya tentu juga diikuti dengan penerapan pola kerja 24/7 atau 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu sehingga produktivitas bongkar muat meningkat, yang akhirnya berdampak pada penurunan port stay dari semula 2 hari menjadi 1 hari, khususnya di Pelabuhan Makassar.

“Alhamdulillah pasca 2 tahun merger selalu ada peningkatan kinerja terutama di Pelindo Regional 4 Makassar. Karena tidak hanya bermuara pada standardisasi, tetapi sistem digitalisasi ini juga membuat tidak ada ruang untuk melakukan pungli di pelabuhan,” tukas Iwan.

Pihaknya berharap apa yang diupayakan Manajemen Pelindo selalu membuahkan kinerja yang positif sehingga mencapai visi dan misi Perusahaan yakni menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia, dengan misi mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*/rls)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Pemerintah Tinjau Langsung FT Bau-Bau, Pastikan Keandalan Distribusi Energi Indonesia Timur
Bullying Makin Marak, MUI Makassar Ingatkan Bahaya Pudarnya Adab
Satukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan, Kalla Toyota  Tingkatkan Layanan di Hari Pelanggan Nasional
Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan Minta Kejari Barru hingga Kejagung Telusuri Anggaran Oplah Rp.8M
Bukan Sekadar Otonomi, KAHMI Sulsel Mulai Bicara Masa Depan Hubungan Pusat-Daerah
Wedding Expo 2026 di Makassar Padukan Modernitas dan Budaya dalam Konsep Pernikahan
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Makassar Olah Limbah Plastik Segel Tangki Menjadi Produk Bernilai Guna dan Ekonomi
Hari Pelanggan Nasional 2026, Haka Auto Perkuat Layanan dan Kedekatan dengan Pelanggan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Pemerintah Tinjau Langsung FT Bau-Bau, Pastikan Keandalan Distribusi Energi Indonesia Timur

Sabtu, 5 September 2026 - 16:00 WITA

Bullying Makin Marak, MUI Makassar Ingatkan Bahaya Pudarnya Adab

Sabtu, 5 September 2026 - 13:12 WITA

Satukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan, Kalla Toyota  Tingkatkan Layanan di Hari Pelanggan Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WITA

Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan Minta Kejari Barru hingga Kejagung Telusuri Anggaran Oplah Rp.8M

Sabtu, 5 September 2026 - 09:27 WITA

Bukan Sekadar Otonomi, KAHMI Sulsel Mulai Bicara Masa Depan Hubungan Pusat-Daerah

Berita Terbaru