Fintech P2P Lending Tumbuh Pesat di Sulsel, Outstanding Pembiayaan Tembus Rp1,9 Triliun

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 18:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending di wilayah Sulawesi Selatan. Outstanding pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 47,99 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai angka Rp1,90 triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin,dalam acara Sulsel Talk bertema “Ekonomi Sulsel di Pusaran Perang Dagang Global 2.0: Menakar Risiko, Menjemput Peluang”, yang digelar di Kantor BI Sulsel, Rabu (14/5/2025).

“Pertumbuhan pembiayaan Fintech P2P Lending ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan pinjaman berbasis teknologi,” ungkap Muchlasin di hadapan para peserta diskusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pertumbuhan pesat ini juga didukung oleh tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) yang masih tergolong terkendali, yakni berada pada level 1,79 persen per Februari 2025. Meski begitu, Muchlasin mengingatkan pentingnya kewaspadaan karena terdapat tren kenaikan TWP 90 dalam beberapa bulan terakhir.

“Meski masih dalam batas aman, kita tetap perlu mewaspadai kecenderungan kenaikan TWP 90 sebagai bentuk mitigasi risiko pembiayaan,” tambahnya.

Agenda Sulsel Talk sendiri merupakan forum diskusi strategis yang mempertemukan regulator, pelaku industri, serta pemangku kepentingan dalam membahas isu-isu ekonomi dan keuangan di Sulawesi Selatan. Dengan menghadirkan narasumber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, Moch Muchlasin Kepala OJK Sulselbar dan Aviliani Ekonom Senior INDEF.

Sementara dalam paparannya, Rizki menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulsel, dengan capaian luar biasa sebesar 16,6 persen. “Produksi padi melonjak hingga 139 persen, dan sektor perikanan juga tumbuh 5,9 persen. Ini terjadi karena cuaca kembali normal setelah El Nino tahun lalu,” jelasnya.

Di sisi lain, beberapa sektor strategis mengalami kontraksi. Sektor konstruksi menurun karena belanja modal pemerintah melemah, ditandai dengan konsumsi semen yang turun 14 persen. Sektor pertambangan juga turun akibat gangguan produksi PT Vale Indonesia, khususnya pada tanur listrik, yang menurunkan produksi nikel sebesar 6 persen.(*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Besar DPP LBH Suara Panrita Keadilan Ucapkan Selamat dan Dukungan kepada Wahyudin Mapparenta
Giat PKM Dosen dan Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Manajemen UIT
KONSISTEN GELAR DONOR DARAH, GMTD PERKUAT IMPLEMENTASI PILAR TANGGUH DALAM “LIPPO UNTUK INDONESIA PASTI”
MANTABKAN LANGKAH MENUJU EKSPANSI BISNIS 2026, SPJM DORONG KEUNGGULAN BISNIS DAN LAYANAN
Prodi MIAN UIT Adakan PKM di Desa Salenrang Kec. Bontoa Kab. Maros
Program Ramadan Hadirkan Konsep Kuliner dan Amal di Mercure Makassar Nexa Pettarani
Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Sediakan Lima Fitur Unggulan
Kalla Toyota Berjaya di Ajang Toyota Dealer Convention 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:17 WITA

Keluarga Besar DPP LBH Suara Panrita Keadilan Ucapkan Selamat dan Dukungan kepada Wahyudin Mapparenta

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:14 WITA

Giat PKM Dosen dan Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Manajemen UIT

Senin, 16 Februari 2026 - 19:40 WITA

KONSISTEN GELAR DONOR DARAH, GMTD PERKUAT IMPLEMENTASI PILAR TANGGUH DALAM “LIPPO UNTUK INDONESIA PASTI”

Senin, 16 Februari 2026 - 19:33 WITA

MANTABKAN LANGKAH MENUJU EKSPANSI BISNIS 2026, SPJM DORONG KEUNGGULAN BISNIS DAN LAYANAN

Senin, 16 Februari 2026 - 18:06 WITA

Prodi MIAN UIT Adakan PKM di Desa Salenrang Kec. Bontoa Kab. Maros

Berita Terbaru