MAKASSAR,FILALIN. COM, –Ketekunan, disiplin, dan konsistensi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an mengantarkan M. Irfan Ashar yang berusia 20 Tahun , mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Alauddin Makassar, meraih berbagai prestasi bergengsi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Di tengah kesibukan akademik dan aktivitas organisasi, Irfan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupannya, sekaligus sumber motivasi bagi generasi muda.
Sejak beberapa tahun terakhir, Irfan aktif mengikuti berbagai ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH), serta kompetisi ilmiah berbasis Al-Qur’an. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, ia berhasil menorehkan sederet prestasi membanggakan. Salah satu capaian terbesarnya adalah Juara 1 Hifdzil 20 Juz Putra Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada kegiatan Fasilitasi Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits tahun 2023.
Selain itu, Irfan juga meraih Juara 2 dan Juara 3 Hifdzil 30 Juz pada berbagai ajang MHQ tingkat kabupaten dan provinsi. Prestasinya tidak berhenti di tingkat nasional. Pada tahun 2025, Irfan berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 1 Hifdzil 30 Juz Putra dalam ajang International Islamic Student Competition (INISCOM) yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya.
Tidak hanya unggul di bidang tahfidz, Irfan juga menunjukkan kapasitas akademik yang kuat. Bersama rekan satu timnya, ia berhasil meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Mahasiswa Tingkat Internasional pada Festival Al-Qur’an dan Seni (FASI) VII Tahun 2025 yang digelar secara daring. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa penghafal Al-Qur’an juga mampu bersaing secara intelektual dan ilmiah.
Di balik pencapaian tersebut, Irfan menjalani keseharian layaknya mahasiswa pada umumnya. Ia aktif mengikuti perkuliahan dan organisasi kemahasiswaan sebagai sarana mengembangkan diri dan memperluas pengalaman. Menurutnya, kunci utama dalam menjaga hafalan adalah kemampuan mengatur waktu dan komitmen terhadap Al-Qur’an.
“Kesibukan saya sehari-hari hanya sebagai mahasiswa dan mengikuti organisasi untuk menambah pengalaman. Di sela-sela itu, saya selalu mencari waktu untuk murajaah. Biasanya saya lakukan setelah shalat,” ujar Irfan saat diwawancarai secara daring melalui WhatsApp, Sabtu 4 Januari 2026.
Bagi Irfan, menghafal Al-Qur’an bukan semata-mata untuk mengejar prestasi atau gelar juara. Lebih dari itu, proses menghafal menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Ia meyakini bahwa Al-Qur’an mampu menjadi pegangan utama dalam menghadapi tantangan akademik maupun sosial.
Prestasi dan konsistensi yang ditunjukkan M. Irfan Anshar menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Sosoknya kini dikenal sebagai inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar untuk terus berjuang menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah. (*)












