Pemuda Asal Gowa Produksi Alat Musik Tradisional: Usaha Kreatif yang Lestarikan Budaya Lokal

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 13:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0#

i

0-3248x1440-0-0#

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, masih ada generasi muda yang tetap berkomitmen menjaga warisan budaya lokal. Salah satunya adalah Muh. Yusuf, pemuda berusia 27 tahun yang akrab disapa Hendri. Ia berasal dari Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, dan telah delapan tahun terakhir menekuni usaha pembuatan alat musik tradisional khas Gowa.

 

Usaha kreatif ini dimulai sejak Hendri masih duduk di bangku SMA. Berbekal ketekunan dan bakat seni yang dimilikinya, ia mulai memproduksi alat musik tradisional secara mandiri. Kini, dengan bantuan enam orang rekannya, Hendri mampu memproduksi berbagai jenis alat musik seperti kacaping, pui-pui, biola, keso-keso, hingga seruling.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Awalnya saya hanya coba-coba membuat kacaping sendiri di rumah, karena memang saya suka musik tradisional sejak kecil. Lama-lama teman-teman mulai tertarik, dan akhirnya saya serius jadikan ini sebagai usaha,” ungkap Hendri saat ditemui di bengkel kerajinannya.

 

Hendri merupakan alumni Seni Rupa Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pengrajin furnitur, yang memperkaya keterampilannya dalam mengolah kayu dan bahan-bahan lain menjadi produk berkualitas. Namun, berbeda dari usaha orang tuanya yang fokus pada perabotan rumah tangga, Hendri memilih jalur seni musik sebagai bentuk pengabdian terhadap budaya daerah.

 

“Buat saya, alat musik tradisional itu bukan cuma barang, tapi identitas kita sebagai orang Gowa. Kalau bukan kita yang lestarikan, siapa lagi?” tambahnya.

 

Setiap bulannya, tim kecil Hendri mampu memproduksi hingga 15 unit alat musik. Untuk kacaping dan biola, ia membanderol harga Rp450.000 per buah. Pemasaran masih dilakukan secara sederhana, yakni melalui media sosial dan jaringan teman ke teman. Meski begitu, respon pasar cukup positif, terutama dari kalangan pecinta musik tradisional dan komunitas seni di Sulawesi Selatan.

 

Namun, Hendri tidak menampik bahwa tantangan tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan modal untuk pengembangan usaha. Ia berharap ke depannya bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk memperluas produksi dan memperkenalkan alat musik tradisional Gowa ke pasar yang lebih luas.

 

“Saat ini kami masih terbatas dari segi alat dan tempat produksi. Kalau ada bantuan modal atau pelatihan manajemen usaha, itu akan sangat membantu kami untuk naik kelas,” ujarnya.

 

Komitmen Hendri dalam melestarikan budaya lewat karya nyata ini layak diapresiasi. Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, kehadiran sosok seperti Hendri menjadi inspirasi bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan kemajuan zaman — selama ada semangat dan kreativitas untuk terus merawatnya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi
Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029
PERINGATI HUT RI ke-81, SMM CAPITAL GROUP KEMBALI GELAR AKSI DONOR DARAH
Bukan Sekadar Prompting, DekatLokal Ajak Mahasiswa Gunakan AI untuk Selesaikan Masalah Nyata UMKM
Kalla Toyota Catat Penjualan Rp12,55 Miliar hingga Juli 2026, Hybrid Tumbuh 107 Persen
PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II
PT Sentralsari Primasentosa Salurkan Bantuan Air Minum Cleo Dukung Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng
Audiensi Bersama Wali Kota Makassar, OPDIS SD Islam Athirah Makassar Sampaikan Program Pilah Sampah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:57 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:26 WITA

Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:02 WITA

PERINGATI HUT RI ke-81, SMM CAPITAL GROUP KEMBALI GELAR AKSI DONOR DARAH

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Bukan Sekadar Prompting, DekatLokal Ajak Mahasiswa Gunakan AI untuk Selesaikan Masalah Nyata UMKM

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:18 WITA

Kalla Toyota Catat Penjualan Rp12,55 Miliar hingga Juli 2026, Hybrid Tumbuh 107 Persen

Berita Terbaru