Operasi SAR Kecelakaan Pesawat di Sulsel Terus Berjalan, Korban dan Serpihan Pesawat Ditemukan

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Minggu (18/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban serta sejumlah serpihan pesawat di area operasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi medan yang ekstrem serta cuaca yang sangat menantang.

“Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang hanya sekitar lima meter di puncak. Kondisi ini berdampak pada pergerakan tim, bahkan sempat dilakukan pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” ujar Arif dalam keterangannya.

Dalam pelaksanaan operasi di lapangan, beberapa Search and Rescue Unit (SRU) bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, sementara SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personelnya berhasil menyeberang ke titik dua. Adapun SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan jalur aman, sehingga setelah berkoordinasi dengan posko induk, tim diarahkan kembali ke posko.

“Untuk mendukung kelancaran operasi, tim logistik juga telah bergerak menuju puncak guna melakukan drop peralatan dan logistik,” tambahnya.

Perkembangan penting lainnya, tim SAR di puncak melaporkan telah menemukan satu orang korban yang saat ini tengah dievakuasi melalui jalur pendakian. Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan.

“Pada pukul 14.20 Wita, ditemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT, berada di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dan di sekitar serpihan pesawat. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” jelas Arif.

Muhammad Arif Anwar menegaskan, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel serta koordinasi antarunsur yang terlibat.

“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses evakuasi dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dan berada di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. (*)