Tak Disangka, Kentut Wanita Lebih Buruk Daripada Pria

- Penulis

Kamis, 22 Desember 2022 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: klikdokter.com

i

Foto: klikdokter.com

FILALIN, JAKARTA – Normal jika seseorang bisa kentut sebanyak 5-15 kali dalam sehari. Kebanyakan gas kentut juga tidak berbau dan tidak selalu mengeluarkan suara. Faktanya kentut wanita lebih buruk di bandingkan pria.

Pada penelitian livit, ia kemukakan penelitian dari Jennifer Grana, seorang ahli diet Dean Ornish, menyatakan bahwa setiap orang yang mengikuti diet Ornish (rendah Lemak, tanpa daging, dan biji-bijian), pada awal akan menghasilkan lebih banyak gas yang keluar dalam dua hingga empat dalam seminggu.

Livit ialah seorang ahli, Dia telah mempelajari perut kembung, keberadaan gas di usus dan perut, selama beberapa dekade. Dia mengatakan usus orang pada umumnya memproses 10 liter gas nitrogen, oksigen, karbon dioksida, hidrogen dan metana setiap hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nitrogen dan oksigen, pada umumnya berasal dari udara yang anda tarik ke dalam sistem pencernaan anda. Pemicu gas yang menyebabkan kentut berbau busuk yakni makanan yang anda konsumsi. Seperti permen karet, minuman bersoda, kacang-kacangan, kembang kol, brokoli, kubis, daging, keju, dan telur.

Seperti yang dijelaskan, Tara Long dari D-News, “Saat kita menahan kentut, gas tersebut kembali ke tubuh kita dan diserap ke dalam dinding usus yang akhirnya bercampur dengan darah kita. Sehingga, itu bisa menyebabkan kembung, sakit perut, dan sembelit tetapi jika dilakukan berulang kali dapat menyebabkan usus buncit”.

Sebuah tim peneliti yang menyertakan livit, melaporkan dalam jurnal medis Gut edisi 1998 bahwa filter menyerap sekitar 90% bau yang di timbulkan oleh orang yang memakan kacang pinto.

Kacang Pinto sendiri bisa membuat ganguuan pada pencernaan kalau di konsumsi secara berlebihan karna adanya senyawa asam firat dan tanin yang membentuk senyawa polifanol, yang berperan dalam pewarnaan biji pada tumbuhan.

Dengan itu, terganggu pada karbohidrat dan protein yang ada pada kacang tersebut, sehingga membentuk senyawa karbohidrat kompleks yang susah dicerna oleh tubuh, dan dapat menyebabkan difermentasi oleh bakteri yang akan menimbulkan gas, sehingga terjadinya perut kembung.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

28 Tahun GMTD,  Hadir dan Tumbuh Bersama Masyarakat melalui Serangkaian Kegiatan CSR
Mercure Makassar Nexa Pettarani Kumpulkan 134 Kantong Darah di HUT ke-7
Swiss-Belinn Panakkukang Makassar dan PMI Sulsel Kumpulkan 135 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Darah
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat 
PERINGATI HARI HIPERTENSI SEDUNIA, GMTD GELAR DONOR DARAH DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Kec. Panakkukang dan PMI Kota Makassar
BBPOM Makassar Gelar Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan OOT, Generasi Muda Jadi Fokus Utama
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Kerja Sehat melalui Mental Health Day 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:00 WITA

28 Tahun GMTD,  Hadir dan Tumbuh Bersama Masyarakat melalui Serangkaian Kegiatan CSR

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Mercure Makassar Nexa Pettarani Kumpulkan 134 Kantong Darah di HUT ke-7

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:35 WITA

Swiss-Belinn Panakkukang Makassar dan PMI Sulsel Kumpulkan 135 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Darah

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:45 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat 

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:13 WITA

PERINGATI HARI HIPERTENSI SEDUNIA, GMTD GELAR DONOR DARAH DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS

Berita Terbaru

Berita

Menguji Rasionalitas Pasar di Balik Pergantian Purbaya

Selasa, 15 Sep 2026 - 08:25 WITA

Berita

Pertamina Salurkan 173.160 Tabung LPG 3 Kg di Sulse

Senin, 14 Sep 2026 - 09:19 WITA