Tebarkan Lebih Banyak Manfaat, LAZ Hadji Kalla Tingkatkan Ekonomi dan Pemberdayaan Sosial di Desa-Desa Pelosok Kabupaten Donggala

- Penulis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 16:18 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SULTENG,FILALIN.COM, —  LAZ Hadji Kalla terus memperluas wilayah penyebaran manfaatnya di Kabupaten Donggala, dengan menambah dua lokasi desa dampingan baru pada tahun 2024. Desa Rano dan Desa Manimbaya yang berada di Kecamatan Balaesang Tanjung menjadi penerima manfaat program pemberdayaan desa terbaru.

Sejak awal tahun 2023 LAZ Hadji Kalla melalui Bidang Ekonomi & Sosial, telah menjalankan program pemberdayaan & pendampingan desa, yang dikenal dengan nama Desa Bangkit Sejahtera (DBS) di dua desa pelosok yang ada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Yakni Desa Powelua di Kecamatan Banawa Tengah dan Desa Tosale di Kecamatan Banawa Selatan.

Erny Rachmi Nurdin, Program Manager Bidang Community Development LAZ Hadji Kalla menyampaikan alasan terpilihnya keempat desa ini karena kondisi ekonomi, sosial, lingkungan masyarakat yang masih minim padahal desa-desa ini memiliki sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang potensial yang bisa dikembangkan untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh komponen masyarakat desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Desa Rano dan Manimbaya, kita membantu pengembangan komoditi nilam, sebagai salah satu komoditi yang potensial di dua desa tersebut dan memiliki nilai ekonomi relatif tinggi, fasilitator LAZ Hadji Kalla dari dua desa tersebut telah membagikan total 18.000 benih nilam varietas unggul kepada sejumlah petani binaan serta pelatihan teknis budidaya nilam yang disampaikan oleh tenaga ahli yang kompeten dari instansi terkait untuk membantu meningkatkan kapabilitas petani penerima manfaat,” ungkapnya.

Sebelumnya warga dari dua desa ini, lebih banyak membudidayakan komoditi cengkeh sebagai komoditi utama sumber mata pencaharian, sehingga dengan dikembangkannya komoditi nilam oleh LAZ Hadji Kalla bisa membuka wawasan warga akan keberagaman komoditi desa yang dapat dijadikan sumber mata pencaharian.

Alimuddin, selaku Kepala Desa Rano, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan benih nilam dan juga inovasi Keramba Jaring Apung (KJA) untuk memberdayakan para petani dan nelayan danau sehingga hal ini diharapkan bisa menjadi komoditi andalan di masa depan.

“Kami sangat terbantu dengan benih nilam yang telah diberikan, terlebih lagi dari inovasi KJA ini, sehingga warga yang selama ini mengandalkan metode tradisional dalam menangkap ikan, sekarang memiliki cara baru yang lebih produktif dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Selain pengembangan komoditi nilam di desa Manimbaya, fasilitator LAZ Hadji Kalla juga menginisiasi pengembangan produk lokal olahan minyak kelapa disertai pelatihan untuk mengajari warga cara mengolah kelapa menjadi minyak berkualitas tinggi.

Desa Powelua yang berada di dataran curam dengan kadar air rendah juga mendapat perhatian khusus dari LAZ Hadji Kalla. Salah satu program unggulan di desa ini adalah pengembangan padi ladang, sebuah metode bercocok tanam yang unik karena padi ditanam di lahan kering dengan pengairan terbatas.

Asmin, selaku Kepala Desa Powelua mengungkapkan bahwa awalnya merasa ragu bisa menanam padi di kondisi lahan seperti ini, namun dengan bantuan dari LAZ Hadji Kalla, warga menjadi sadar akan potensi desa yang dapat dikembangkan untuk kebaikan desa.

“Selain padi ladang, juga terdapat program dimana lahan tidur dimanfaatkan untuk menanam sayuran jangka pendek seperti kangkung dan sawi, adapula bantuan budidaya 2.000 bibit ikan lele dalam 2 kolam demplot, 3 pasang indukan ikan lele, sehingga kedepannya para pelaku usaha budidaya ikan lele di desa ini, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Donggala untuk membeli bibit ikan, karena sudah tersedia pembibitan ikan lele di desa ini,” tambahnya.

Fasilitator LAZ Hadji Kalla di Desa Tosale saat ini juga intens menjalankan program pemberdayaan dan pendampingan desa, diantaranya pelatihan pembuatan keripik kelapa yang kini menjadi salah satu produk andalan desa dan program pemberdayaan peternakan melalui bantuan berupa 300 bibit ayam kampung super kepada warga penerima manfaat untuk dibudidayakan.

Untuk mendukung ketahanan pangan juga dijalankan program pendampingan komoditi 4.000 cabai dalam demplot seluas 1 Ha yang telah ditanam dan dibudidayakan di lahan tersebut dengan perkiraan panen perdana akan dilakukan di pertengahan bulan Oktober tahun ini.

Keempat desa yang dibina oleh LAZ Hadji Kalla melalui program DBS kini mulai merasakan dampak positif dari program tersebut, baik dari segi peningkatan pengetahuan maupun ekonomi.

LAZ Hadji Kalla berharap dengan adanya program ini, masyarakat di desa-desa yang dibina dapat mandiri secara ekonomi dan terus mengembangkan potensi lokal mereka. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar
OJK DORONG INKLUSI KEUANGAN PETANI RUMPUT LAUT MELALUI IMPLEMENTASI e-SEAWEED 
Wujudkan Kawasan Hijau dan Berkelanjutan, NIPAH PARK Dukung Indonesia Green Building Festival 2026 Makassar 
YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV
Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045
DORONG PENGUATAN EKONOMI NASIONAL, OJK FOKUS PENGEMBANGAN KEUANGAN DIGITAL Gelar FEKDI DAN IFSE 2026 BERSAMA BI
Dialog Kebangsaan LMPI Sulsel Dorong Kolaborasi Masyarakat Perkuat Pencegahan Korupsi
Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:25 WITA

Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar

Jumat, 25 September 2026 - 19:09 WITA

OJK DORONG INKLUSI KEUANGAN PETANI RUMPUT LAUT MELALUI IMPLEMENTASI e-SEAWEED 

Jumat, 25 September 2026 - 17:36 WITA

Wujudkan Kawasan Hijau dan Berkelanjutan, NIPAH PARK Dukung Indonesia Green Building Festival 2026 Makassar 

Jumat, 25 September 2026 - 09:32 WITA

YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV

Jumat, 25 September 2026 - 07:29 WITA

Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru