YMH – LBH Ajak Masyarakat Hilangkan Stigma Orang dengan ODIV lewat Pendekatan HAM

- Penulis

Jumat, 15 November 2024 - 21:56 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Saat ini lebih dari tiga puluh tahun epidemi HIV di Indonesia, akan tetapi stigma dan diskriminasi masih sangat tinggi di banyak wilayah, khususnya Kota Makassar sendiri, begitu pula akses terhadap keadilan di dalam konteks HIV masih sangat rendah.

 

Stigma, diskriminasi, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) telah diakui secara luas sebagai penghalang utama terhadap respons nasional yang efektif terhadap HIV, khususnya di Kota Makassar dan wilayah irisannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Yayasan Mitra Husada Foundation menginisiasi kegiatan ini, dengan tema Integrasi HAM dalam Layanan HIV TB : Pendekatan Holistik untuk Peningkatan Akses Layanan” Rabu, 14 November 2024, di Hotel Four Point, adanya temuan beberapa isu yang dianggap sebagai tantangan dalam program penanggulangan dan pencegahan HIV di Kota Makassar.

 

Achmad Wildan Adnan, Paralegal Officer dari Yayasan Mitra Husada Menyampaikan, Orang dengan HIV (ODHIV) masih kerap ditolak dan diusir dari keluarga dan lingkungan Masyarakat.

 

“Hak atas pendidikan dan hak atas pekerjaan orang dengan HIV masih sering disangkal, bahkan dalam beberapa kasus sampai dikeluarkan dari tempat kerjanya karena status HIV nya, tutur Wildan.

 

Sementara Ketua Lembaga Bantuan Hukum Makassar, Azis Dumpa menyampaikan ODIV dan TB harus dimasukkan dalam kelompok rentan karena dengan situasi yang kondisi mereka miliki ada stigma diskriminasi dan berdampak kepada kesehatan dan hak-hak lainnya.

 

“Kondisi diakibatkan oleh faktor-faktor karena termasuk salah satunya kebijakan negara jadi penting misalnya memastikan dalam konteks mengadvokasi teman-teman ODIV ini itu harus berbasis pada prinsip-prinsip HAM tanpa diskriminasi, ” ungkap Azis.

 

Ini problem, dan itulah pentingnya advokasi, kata Azis maka yang kita dorong dalam konteks mengintegrasi prinsip adalah edukasi untuk menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan tentang HIV. Bahwa orang dengan HIV itu bukan kutukan, atau tidak bisa diobati gitu, bisa menular dengan prilaku buruk macam, Nah itu yang harus diedukasi.

 

Pendekatan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan konteks dalam implementasi layanan kesehatan ini harus komprehensif juga pendekatannya.

 

Tenaga medis salah satu yang masih melakukan stigma dan diskriminasi maka harus ada pendidikan dan informasi yang benar yang dari kalangan medis terkait dengan HIV-AIDS dan memastikan layanan kesehatan mudah dijangkau.

 

Sejauh ini LBH Makassar menemukan adanya penolakan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan terlebih lagi jika tahu statusnya Odiv.

 

Negara itu punya tanggung jawab untuk memenuhi menghormati dan melindungi hak asasi warga negara, tegas Azis.

 

Munadhir, Sekretaris Yayasan Mitra Husada, menuturkan, kenapa kemudian tema ini hadir dan fokus ke integrasu HAM karena di forum ini hadir dari berbagai latar belakang, ada dari pemerintah, dan NGO yang saling mensupport dan berjuang bagaimana mengamankan dari pada setiap layanan yang kemudian menjadi ujung dari pada apa yang kami lakukan di lapangan.

 

“Kadang kami terbentur pada capaian program dikarenakan ujung dari program dan setiap penerima manfaat dari program harusnya mendapatkan keadilan, dan kesetaraan dalam sisi layanan, nah itu yang tidak terakomodir dengan baik, ungkapnya.

 

Munadhir menambahkan, pemerintah harus menciptakan kebijakan yang mendukung layanan kesehatan yang ramah bagi komunitas dan menghapuskan hambatan yang mungkin ada dalam akses komunitas kelayanan kesehatan.

 

Selain itu pemerintah juga harus mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk mendukung program yang bertujuan meningkatkan capaian testing.

 

Organisasi non-pemerintah dan CSO juga memegang peran kunci dalam membantu komunitas. CSO memiliki akses yang lebih, tutupnya.(*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapimnas Forkonas PP DOB, Hasbi Syamsu Ali Bawa Aspirasi 4 CDOB dan Provinsi Luwu Raya
PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
Buka ASC Vol. 5, OSIS SMA Islam Athirah Makassar Rangkul PMI Gelar Donor Darah
Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi
Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas
SD Negeri Borong Dorong Budaya Literasi Siswa Lewat Membaca dan Menulis
Jelang HUT ke-26, Mal Ratu Indah Hadirkan Artcade sebagai Ruang Kreatif dan Komunitas
Peringati World Heart Day 2026, Bukit Baruga Hadirkan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Jantung Gratis
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:00 WITA

Rapimnas Forkonas PP DOB, Hasbi Syamsu Ali Bawa Aspirasi 4 CDOB dan Provinsi Luwu Raya

Selasa, 29 September 2026 - 17:31 WITA

PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang

Selasa, 29 September 2026 - 12:07 WITA

Buka ASC Vol. 5, OSIS SMA Islam Athirah Makassar Rangkul PMI Gelar Donor Darah

Selasa, 29 September 2026 - 11:04 WITA

Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi

Senin, 28 September 2026 - 20:24 WITA

Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru

Berita

Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:04 WITA