Berdayakan Masyarakat dan Kolaborasi dengan Instansi terkait, SPJM Rehabilitasi Penanaman Mangrove sebagai komitmen berkelanjutan Green Port

- Penulis

Senin, 18 November 2024 - 17:08 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Dalam rangka pelaksanaan program rehabilitasi mangrove sebagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tahun 2024, PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melaksanakan rehabilitasi lanjutan penanaman sebanyak 30.000 bibit mangrove di lahan seluas 5 hektare dengan menggunakan strategi pola tanam rumpun berjarak yang melibatkan kelompok masyarakat pada lokasi tanam di Desa Borimasunggu Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

 

Secara bertahap, Perusahaan menargetkan penanaman mangrove di lahan seluas 12,5 hektare, di mana pada 2023 lalu sudah dilakukan di lahan seluas 3 hektare, Tahun ini Penanaman mangrove di lahan seluas 5 hektare dilaksanakan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai penanaman lanjutan di tahun ini dan pada tahun 2025 mendatang direncanakan penanaman akan berlanjut hingga target yang telah ditetapkan tercapai seluruhnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar mengatakan “kegiatan rehabilitasi mangrove tahun 2024 ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk mendukung program Green Port dan Proper Lingkungan, serta untuk efektifitas dalam melakukan perhitungan serapan karbon terhadap program rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan. Untuk optimalisasi program ini tentunya tidak bisa kami lakukan sendiri, sehingga kami memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu memonitor dan bersama-sama menjaga agar mangrove yang telah ditanam dapat terus tumbuh dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan disekitar lokasi”.

 

“Dalam pelaksanaan ini, kami juga selalu didukung dan berkolaborasi dengan Kemenkomarves, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kehutanan RI, dalam hal ini BPDASS Jeneberang Saddang untuk memberikan rancangan teknis penanaman mangrove (rantek) dari masing-masing lokasi yang akan direhabilitasi,” ujar Patrick.

 

Patrick juga menuturkan bahwa penanaman mangrove di Desa Borimasunggu bertujuan untuk memperbaiki kondisi pesisir yang rentan terhadap erosi dan abrasi. Selain itu, mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir dan laut, serta mendukung kehidupan biota laut yang bergantung pada ekosistem mangrove. Keberadaan hutan mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif, yang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim global.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah pesisir lainnya di Sulawesi Selatan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam mereka.

 

Melalui pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove ini, diharapkan pula Desa Borimasunggu tidak hanya menjadi contoh keberhasilan konservasi lingkungan, tetapi juga dapat menginspirasi lebih banyak desa dan komunitas pesisir lainnya untuk melakukan hal yang sama. Kedepannya, kegiatan ini akan terus dipantau dan dikembangkan melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, guna memastikan keberlanjutan dan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong
Riset Siswa SMP Islam Athirah Makassar Raih Emas di OPSI 2026
ROAD TO 6TH ANNIVERSARY, VASAKA HOTEL MAKASSAR GELAR CSR DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS
Perkuat Stabilisasi Harga Cabai, TPID Sulsel Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Makassar
LAZ Hadji Kalla Kembali Laksanakan Gema Sound System, Bantu 90 Masjid dan 30 Pesantren
FISIP UIT Evaluasi Kurikulum, Dorong Pembelajaran Berbasis Outcome dan Teknologi
FKM UIT Sambut Mahasiswa Baru 2026 melalui PKKMB dan Kuliah Tamu: Menyiapkan Generasi Kesehatan Masyarakat yang Sehat, Unggul, dan Berkarakter
Bukit Baruga Buka Peluang Penghasilan Tambahan lewat Program Baruga Friends
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:56 WITA

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Riset Siswa SMP Islam Athirah Makassar Raih Emas di OPSI 2026

Rabu, 30 September 2026 - 21:22 WITA

ROAD TO 6TH ANNIVERSARY, VASAKA HOTEL MAKASSAR GELAR CSR DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS

Rabu, 30 September 2026 - 21:17 WITA

Perkuat Stabilisasi Harga Cabai, TPID Sulsel Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Makassar

Rabu, 30 September 2026 - 21:00 WITA

LAZ Hadji Kalla Kembali Laksanakan Gema Sound System, Bantu 90 Masjid dan 30 Pesantren

Berita Terbaru