MAKASSAR,FILALIN.COM,– Belakangan ini, kasus peretasan akun digital semakin marak, termasuk pada aplikasi layanan telekomunikasi seperti MyIM3. Banyak pengguna yang mengeluhkan akun mereka dibobol, sehingga informasi pribadi dan pulsa mereka disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Pakar keamanan siber, Andi Pratama, menegaskan pentingnya kesadaran pengguna dalam menjaga keamanan akun digital. “Banyak kasus peretasan terjadi karena kelalaian pengguna, seperti menggunakan kata sandi yang lemah atau membagikan kode OTP secara tidak sadar,” ujarnya Kamis (3/4/2025).
Untuk mencegah hal tersebut, pengguna harus selalu menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak. Selain itu, mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah sangat disarankan agar login ke akun memerlukan kode tambahan yang dikirim ke ponsel. Jangan pernah memberikan informasi sensitif seperti kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku sebagai pihak resmi. “Jika ada yang meminta kode OTP, bisa dipastikan itu adalah upaya penipuan,” tambah Andi.
Selain itu, pengguna harus menghindari login ke akun MyIM3 melalui jaringan WiFi publik yang tidak aman. Peretas bisa dengan mudah mencuri data login melalui jaringan yang tidak terenkripsi dengan baik. Andi juga menyarankan agar pengguna rutin memperbarui aplikasi ke versi terbaru untuk mendapatkan fitur keamanan yang lebih baik. “Pembaruan aplikasi sering kali mengandung perbaikan keamanan untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan hacker,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko akun mereka dibobol oleh hacker. Kesadaran dan kewaspadaan dalam menggunakan aplikasi digital menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data pribadi. Jika menemukan aktivitas mencurigakan pada akun, segera ubah kata sandi dan laporkan ke pihak IM3. “Keamanan akun adalah tanggung jawab bersama antara pengguna dan penyedia layanan,” tutup Andi. (*)