Guru di Pedalaman Selayar Terbantu Sinyal Kuat IM3 untuk Mengajar

SELAYAR,FILALIN.COM, — Di tengah tantangan mengajar di pedalaman Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, seorang guru bernama Ibu Rini merasakan manfaat besar dari hadirnya sinyal kuat IM3. Sebelumnya, keterbatasan akses internet membuat proses belajar-mengajar sering terhambat, terutama saat pandemi dan pembelajaran daring. Kini, dengan sinyal yang stabil, Ibu Rini bisa mengakses bahan ajar digital dan berkomunikasi lancar dengan sesama guru maupun orang tua siswa. Bahkan, ia mulai rutin mengadakan kelas online sederhana untuk membantu murid yang tinggal di pulau terluar. “Dulu saya harus naik ke bukit untuk sekadar kirim pesan, sekarang cukup dari rumah saja sudah bisa video call,” ujar Ibu Rini.

 

Kemajuan ini tak hanya dirasakan oleh Ibu Rini, tapi juga para murid yang kini lebih semangat belajar. Dengan bantuan IM3, mereka bisa mengikuti pelatihan daring, lomba pendidikan, hingga berkenalan dengan teknologi digital yang sebelumnya terasa jauh. Pemerintah desa pun mengapresiasi kemajuan ini karena membuka peluang baru di bidang pendidikan. “Sinyal kuat IM3 benar-benar jadi jembatan harapan bagi anak-anak di sini,” kata Kepala Desa Karumpa, Andi Bahar. Ia berharap dukungan seperti ini terus berlanjut agar kualitas pendidikan makin merata.

 

Kondisi geografis Kepulauan Selayar yang terdiri dari pulau-pulau kecil memang kerap menjadi tantangan besar bagi tenaga pendidik. Namun kehadiran jaringan telekomunikasi yang handal mampu memperkecil jurang akses informasi antara kota dan daerah terpencil. Ibu Rini mengaku kini lebih percaya diri menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar. “Saya jadi bisa ikut pelatihan guru secara daring tanpa harus ke kota, ini sangat membantu,” tuturnya. Ia pun mulai mengajak rekan-rekannya untuk aktif memanfaatkan internet dalam kegiatan belajar.

 

Dengan sinyal kuat IM3, harapan untuk pemerataan pendidikan di daerah pelosok seperti Selayar semakin nyata. Anak-anak kini punya akses ke ilmu dan dunia luar tanpa harus menunggu kiriman buku dari kota. Guru-guru pun terdorong untuk terus belajar dan berinovasi. “Kami mungkin jauh dari kota, tapi dengan koneksi yang baik, kami tetap bisa sejajar dalam belajar,” pungkas Ibu Rini. Cerita ini menjadi bukti bahwa teknologi yang tepat dapat mengubah masa depan pendidikan di wilayah terpencil. (*)