Warga Pertanyakan Biaya Sertifikat Tanah Gratis, BPN Gowa Tegaskan Proses PTSL Bebas Pungli

- Penulis

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:56 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-0-0#

i

0-3248x1440-0-0#

Gowa, Sulawesi Selatan, Filalin.com,  — Sejumlah warga dari Kecamatan Pallangga, khususnya di Lingkungan Pangkabinang, mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa, Selasa (2/7), untuk mempertanyakan status sertifikat tanah mereka yang diikutkan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

 

Mereka mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum kepala lingkungan setempat, dengan besaran bervariasi mulai dari Rp700 ribu hingga jutaan rupiah. Hal ini dinilai bertentangan dengan prinsip PTSL yang selama ini disebut sebagai program penerbitan sertifikat tanah secara gratis dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menanggapi hal ini, Kepala BPN Gowa, Ahmad, S.ST., M.H., menegaskan bahwa PTSL merupakan program nasional yang telah berjalan sejak 2017 hingga 2025 dan diproyeksikan kembali pada 2028 mendatang. Dalam setiap pelaksanaannya, menurut Ahmad, selalu diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat.

 

“Setiap kegiatan PTSL didahului penyuluhan, yang dihadiri BPN, aparat desa, kepolisian, kejaksaan, dan unsur terkait lainnya. Di situ dijelaskan semua persyaratan dan yang paling utama: biayanya. Berdasarkan SKB 3 Menteri, wilayah Gowa masuk dalam kategori wilayah II, yang artinya masyarakat hanya dikenai biaya Rp250 ribu untuk kebutuhan pengukuran dan administrasi di tingkat desa. Sementara penerbitan sertifikat oleh BPN adalah gratis,” tegasnya.

 

Ahmad juga menegaskan bahwa pihaknya sudah berkali-kali memperingatkan agar masyarakat tidak memberikan uang dalam bentuk apapun kepada oknum petugas, baik itu uang rokok, kopi, hingga transportasi.

 

“Kalau ada oknum mengatasnamakan BPN dan minta uang, rokok, atau apapun, laporkan. Itu bukan bagian dari prosedur kami,” tambahnya.

 

Terkait laporan warga Pangkabinang yang dikenai biaya tinggi oleh kepala lingkungan, pihak BPN Gowa menyatakan akan menelusuri informasi tersebut dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan resmi.

 

“Kami sangat terbuka. Kalau memang ada bukti dan nama yang dimaksud, silakan laporkan ke kami atau ke pihak berwajib. Kami siap bantu prosesnya,” ujar Ahmad.

 

Program PTSL sendiri bertujuan untuk memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat secara menyeluruh, cepat, dan terjangkau. Namun, penyimpangan di lapangan sering kali mencederai tujuan mulia dari program tersebut.

 

BPN Gowa mengimbau masyarakat untuk tidak ragu bertanya atau mengadu jika menemukan kejanggalan dalam proses sertifikasi tanah mereka. Ke depannya, BPN Gowa juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah desa serta aparat penegak hukum. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Friday Market dan Barbeku IIPOJK, Cara Keluarga Besar OJK Sulselbar Hidupkan Ekonomi dari Lingkungan Sendiri
Tak Sekadar Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Kodim Gowa Ajak Warga Kalaserena Menanam Harapan
KEPALA DAN ANGGOTA POSPOL KENANGAN RESPON BAIK LAPORAN WARGA
OJK Kenakan Denda Rp2,12 Triliun Sepanjang Oktober 2026, Pelanggaran Pasar Modal Ditindak Tegas
Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga
OJK TEGASKAN KOMITMEN REFORMASI SEKTOR ASURANSI DAN DANA PENSIUN DI FORUM OECD
Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar
Pelindo Mengajar, Pelindo Jasa Maritim Mengajak Pelajar Tuban Mengenali Dunia Kemaritiman Indonesia
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:19 WITA

Friday Market dan Barbeku IIPOJK, Cara Keluarga Besar OJK Sulselbar Hidupkan Ekonomi dari Lingkungan Sendiri

Jumat, 6 November 2026 - 12:55 WITA

Tak Sekadar Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Kodim Gowa Ajak Warga Kalaserena Menanam Harapan

Jumat, 6 November 2026 - 11:36 WITA

KEPALA DAN ANGGOTA POSPOL KENANGAN RESPON BAIK LAPORAN WARGA

Jumat, 6 November 2026 - 08:06 WITA

OJK Kenakan Denda Rp2,12 Triliun Sepanjang Oktober 2026, Pelanggaran Pasar Modal Ditindak Tegas

Jumat, 6 November 2026 - 08:02 WITA

Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga

Berita Terbaru