MAKASSAR,FILALIN.COM, — Rangkaian kegiatan FoSSEI Development Training (FDT) 2025 resmi ditutup dengan penuh haru dan semangat baru dalam menapaki jenjang kaderisasi ekonomi Islam. Diselenggarakan oleh KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah, FDT tahun ini sukses menjadi momentum penguatan integritas dan kepemimpinan kader ekonomi syariah se-regional Sulselbaltra-Maluku.
Direktur Eksekutif KSEI FORKEIS periode 2025, Andi Jahnur Itsnaieni Kaffah, dalam sambutan penutupnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan ini, sejak dari pembukaan hingga penutupan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan dan berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan nyata.
> “Besar harapan kami setelah kegiatan ini berakhir, kita semua mampu membawa nilai-nilai dan semangat yang diperoleh selama FDT untuk diterapkan dan dikembangkan dalam aktivitas nyata di lingkungan masing-masing,” ujar Andi Jahnur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Regional FoSSEI Sulselbaltra-Maluku, Dhini Fadhilah, mengapresiasi kontribusi dari seluruh panitia dan peserta yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini. Ia juga menyampaikan bahwa hasil dari FDT ini akan menjadi bekal penting bagi peserta untuk menghadapi tahap kaderisasi selanjutnya, yaitu FoSSEI Leadership Forum (FLF).
> “FDT 2025 ini adalah hasil dari kerja sama dan ukhuwah yang luar biasa. Semoga seluruh peserta dapat melanjutkan proses kaderisasi dengan semangat yang sama di FLF nanti,” tutur Dhini.
Sementara itu, Presidium Nasional FoSSEI bidang Keuangan, Rizqi Aulia Wildan Haqqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dakwah nyata yang harus terus dijaga. Menurutnya, semangat dakwah dan nilai perjuangan harus selalu menjadi pondasi setiap langkah kader.
> “Semua yang kita jalankan di sini adalah bagian dari dakwah. Nilai-nilai ini harus kita sadari dan bawa terus dalam setiap aktivitas, karena itulah inti dari gerakan ekonomi Islam yang kita perjuangkan,” ungkap Rizqi.
Penutupan kegiatan FDT 2025 ditandai dengan sambutan dari Pembina FoSSEI Sulselbaltra-Maluku, Bapak Samsul Arifai, S.A.B., M.A. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya mengamalkan seluruh materi yang telah diterima selama FDT, serta menyebarkannya kepada masyarakat luas dengan semangat shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh.
> “FoSSEI tidak hanya membentuk kader intelektual, tetapi juga kader dakwah yang berakhlak. Ilmu yang didapat dari kegiatan ini harus menjadi bekal untuk diterapkan dan disyiarkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan beliau.
Dengan berakhirnya FDT 2025 ini, FoSSEI kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader-kader unggul yang siap menjadi garda terdepan dalam membumikan ekonomi Islam di tengah masyarakat secara aktif, strategis, dan berintegritas. (*)





















