Saham Jadi Primadona Investasi 2025, OJK Soroti Dominasi Investor Muda

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN, FILALIN.COM – Pasar modal Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Arief Machfoed, menilai saham menjadi instrumen investasi paling menarik tahun ini dibandingkan pilihan lainnya.

 

“Pertumbuhan paling besar ada pada SID saham. Tahun ini sangat menarik, karena meskipun pada April lalu IHSG sempat anjlok ke level 5.000 dari sebelumnya 7.000, hanya dalam beberapa bulan kemudian indeks mendekati 8.000. Bahkan, ada harapan saat HUT ke-80 RI nanti, IHSG bisa tembus di atas 8.000,” ujar Arief dalam paparannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, lonjakan tersebut membuat saham lebih unggul dibandingkan instrumen investasi lain yang cenderung konservatif seperti reksa dana pasar uang atau Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Dalam periode singkat, kenaikan nilai saham bahkan bisa mencapai 60 persen.

 

Arief juga menyoroti pergeseran pola investor, terutama kalangan muda. Ia menduga pertumbuhan pasar modal saat ini semakin banyak digerakkan oleh generasi milenial dan Gen Z, yang sebelumnya lebih banyak mencoba investasi kripto. “Ada shifting pemikiran. Sebagian dari kripto mulai berkurang karena regulasi semakin ketat dan likuiditasnya tidak semudah dulu. Banyak yang akhirnya beralih ke saham,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Arief menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat memahami risiko sekaligus peluang investasi. Ia mencontohkan peran aktif perusahaan sekuritas yang gencar menggelar edukasi publik. “Pengalaman berinvestasi jangan hanya sekadar ikut-ikutan. Edukasi dari sekuritas dan broker saham cukup masif, sementara manajer investasi justru cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

 

Dengan tren pertumbuhan pasar modal yang sehat dan dukungan literasi, OJK berharap investor muda dapat terus memperkuat ekosistem investasi yang berkelanjutan di Indonesia. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KONSISTEN GELAR DONOR DARAH, GMTD PERKUAT IMPLEMENTASI PILAR TANGGUH DALAM “LIPPO UNTUK INDONESIA PASTI”
MANTABKAN LANGKAH MENUJU EKSPANSI BISNIS 2026, SPJM DORONG KEUNGGULAN BISNIS DAN LAYANAN
Prodi MIAN UIT Adakan PKM di Desa Salenrang Kec. Bontoa Kab. Maros
Program Ramadan Hadirkan Konsep Kuliner dan Amal di Mercure Makassar Nexa Pettarani
Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Sediakan Lima Fitur Unggulan
Kalla Toyota Berjaya di Ajang Toyota Dealer Convention 2026
Belum Clean and Clear, Lahan Disewa IHIP di Luwu Timur Simpan Potensi Masalah Hukum
Komitmen Utamakan Budaya Kerja Aman, Bumi Karsa Raih Penghargaan K3 Platinum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 19:40 WITA

KONSISTEN GELAR DONOR DARAH, GMTD PERKUAT IMPLEMENTASI PILAR TANGGUH DALAM “LIPPO UNTUK INDONESIA PASTI”

Senin, 16 Februari 2026 - 19:33 WITA

MANTABKAN LANGKAH MENUJU EKSPANSI BISNIS 2026, SPJM DORONG KEUNGGULAN BISNIS DAN LAYANAN

Senin, 16 Februari 2026 - 18:06 WITA

Prodi MIAN UIT Adakan PKM di Desa Salenrang Kec. Bontoa Kab. Maros

Senin, 16 Februari 2026 - 16:22 WITA

Program Ramadan Hadirkan Konsep Kuliner dan Amal di Mercure Makassar Nexa Pettarani

Senin, 16 Februari 2026 - 13:57 WITA

Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Sediakan Lima Fitur Unggulan

Berita Terbaru