BI Sulsel dan Polda Sulsel Bersama Anggota BOTASUPAL Musnahkan 23 Ribu Lembar Uang Palsu di Makassar

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 18:34 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) Provinsi Sulawesi Selatan memusnahkan sebanyak 23.185 lembar uang palsu hasil temuan masyarakat dan perbankan di wilayah Sulawesi Selatan periode 2017 hingga awal November 2024.

Pemusnahan tersebut dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (6/10), sebagai tindak lanjut kesepakatan anggota BOTASUPAL tahun 2024 agar seluruh uang palsu temuan selama tujuh tahun terakhir segera dimusnahkan.

Langkah ini dilaksanakan berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Makassar atas permintaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, dan dilakukan oleh Bank Indonesia selaku otoritas yang berwenang dalam pengedaran, pencabutan, dan pemusnahan uang Rupiah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinergi Lintas Lembaga Jaga Keaslian dan Kehormatan Rupiah

Kegiatan ini dihadiri seluruh anggota BOTASUPAL Sulsel, antara lain Bank Indonesia, Ditreskrimsus Polda Sulsel yang diwakili Kombes Pol Dedi Supriyadi, S.I.K., Badan Intelijen Daerah (Binda) Sulsel, Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kejaksaan Negeri Makassar, Pengadilan Negeri Makassar, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulbagsel.

Pemusnahan uang palsu ini menjadi simbol nyata sinergi dan kebersamaan BOTASUPAL Sulsel dalam menjaga keaslian dan kedaulatan Rupiah.

Setiap unsur memiliki peran penting — dari penegakan hukum oleh kepolisian, penuntutan oleh kejaksaan, deteksi awal oleh perbankan, hingga edukasi masyarakat oleh Bank Indonesia.

“Pemusnahan ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi wujud nyata kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga kehormatan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujar Rizki Ernadi Wimanda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Tujuan dan Semangat Bersama

Melalui kegiatan ini, BOTASUPAL Sulsel menegaskan empat tujuan utama:

Melindungi masyarakat agar tidak dirugikan akibat peredaran uang palsu.

Menunjukkan sinergi nyata antar-anggota BOTASUPAL dalam penanggulangan Rupiah palsu.

Mendukung penegakan hukum terhadap tindak pidana pemalsuan uang.

Meningkatkan kepercayaan publik terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur BOTASUPAL dan perbankan atas kerja sama solid dalam menjaga ketahanan dan kredibilitas Rupiah.

Dari Edukasi hingga Penegakan Hukum

BOTASUPAL Sulsel menerapkan strategi berlapis untuk memberantas uang palsu:

Preemptif: Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat, termasuk pelatihan bagi 2.700 guru SD–SMA di 24 kabupaten/kota sepanjang September 2025.

Preventif: Penguatan fitur pengaman Uang Rupiah Tahun Emisi 2022, yang meraih peringkat ke-2 dunia sebagai uang dengan unsur pengaman terbaik.

Represif: Penegakan hukum terhadap tindak pidana pemalsuan uang sesuai UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 123 Tahun 2012, BOTASUPAL memiliki mandat untuk bertukar data intelijen, berkoordinasi dalam operasi pemberantasan jaringan pemalsu, serta menyusun kebijakan bersama menjaga Rupiah.

Perbankan pun memegang peran vital sebagai garda terdepan (frontliner) dalam mendeteksi uang palsu. Hingga September 2025, bank-bank di Sulsel telah mengajukan klarifikasi atas 2.424 lembar uang diduga palsu, menunjukkan komitmen nyata sektor keuangan dalam menjaga sistem pembayaran yang aman dan terpercaya.

Menjaga Rupiah, Menjaga Kedaulatan

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan BOTASUPAL, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keaslian Rupiah.

“Dengan kolaborasi yang erat dan semangat kebersamaan, Rupiah akan tetap terjaga, dipercaya, dan dihormati sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Rizki Ernadi Wimanda. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang
Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WITA

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang

Sabtu, 26 September 2026 - 19:03 WITA

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WITA

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026

Berita Terbaru

Berita

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:03 WITA