Kuasa Hukum PT Hadji Kalla Bantah Klaim James Riyadi Soal Kepemilikan GMTD, Sebut Lippo Pengendali Utama di Tanjung Bunga

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 15:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  — Polemik kepemilikan lahan di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, kembali memanas. Kuasa hukum PT Hadji Kalla, H. Hasman Usman, menegaskan bahwa Grup Lippo melalui anak perusahaannya merupakan pengendali utama PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), bukan pemerintah daerah seperti yang diklaim oleh bos Lippo, James Riyadi.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Hasman menyebut bahwa pernyataan James Riyadi yang menyebut GMTD milik pemerintah daerah adalah bentuk “cuci tangan” dan upaya menggiring opini publik yang menyesatkan.

“Manajemen dan arah pengembangan GMTD sepenuhnya dikendalikan oleh Lippo Group, bukan pemerintah daerah,” tegas Hasman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, kepemilikan saham Lippo di GMTD dilakukan melalui PT Makassar Permata Sulawesi (MPS), yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, MPS menguasai 32,5% saham GMTD, sedangkan Pemerintah Provinsi Sulsel memiliki 13%, Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Gowa masing-masing 6,5%, dan sisanya dimiliki oleh yayasan serta publik.

Menurut Hasman, dengan komposisi tersebut, Lippo memenuhi unsur pengendali utama perusahaan sebagaimana diatur dalam POJK 10/2022. Ia juga menyoroti bahwa jajaran direksi dan komisaris GMTD didominasi oleh individu yang berlatar belakang Lippo Group.

Selain itu, berbagai proyek strategis di kawasan Tanjung Bunga—seperti Siloam Hospitals, Sekolah Dian Harapan, dan Global Trade Center (GTC) Makassar—disebut menjadi bukti kuat bahwa pengembangan kawasan tersebut berada dalam ekosistem bisnis Lippo Group.

Hasman juga menyinggung peristiwa eksekusi lahan pada 3 November 2025, yang menurutnya dipimpin langsung oleh perwakilan Lippo, Indra Yuwana, didampingi oleh seorang yang mengaku Staf Khusus KSAD, Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaya.

Lebih lanjut, Hasman mengungkapkan bahwa meski pemerintah daerah memiliki saham di GMTD, manfaat ekonomi yang diperoleh sangat minim. Ia mengutip pernyataan mantan Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto pada RUPS 9 Januari 2024, yang menyoroti kecilnya dividen yang diterima pemerintah daerah—bahkan hanya sekitar Rp58 juta untuk tahun 2022, meski nilai investasi sangat besar.

“Sejak kerja sama dengan Lippo tiga dekade lalu, pemerintah daerah dan yayasan tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan investasi,” ujarnya.

Hasman menilai kondisi ini cukup menjadi indikasi awal bagi aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan KPK untuk memeriksa bentuk kerja sama pemerintah dengan Lippo yang dinilai berpotensi merugikan keuangan negara dan kepentingan publik.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa klaim James Riyadi bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian bagi kliennya, PT Hadji Kalla.

“Pernyataan tersebut adalah bentuk penyesatan informasi publik dan penggiringan opini yang tidak sesuai dengan fakta,” tegas Hasman Usman. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-AI, Platform AI Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
140 Pelajar Ikuti Karantina Qur’an, Pemuda Almarkaz Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani
LAZ Hadji Kalla Paparkan Program 2026, Fokus Entaskan Kemiskinan Ekstrem
OJK DAN PERBANKAN PERKUAT KETAHANAN RISIKO IKLIM, LUNCURKAN INDONESIA–UK WORKING GROUP ON CLIMATE FINANCING
Menantu di Gowa Tega Perkosa Mertuanya, Pelaku hendak kabur lewat Plafon saat Ditangkap Polisi
Perkuat Silaturahmi dan Sinergi, GMTD Gelar Buka Puasa Bersama Rekan Media
Tim SAR Gabungan Laksanakan Evakuasi di Sejumlah Titik Terdampak Banjir di Kota Makassar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:35 WITA

Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:46 WITA

Bangga! Indonesia Punya Sahabat-AI, Platform AI Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:12 WITA

140 Pelajar Ikuti Karantina Qur’an, Pemuda Almarkaz Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:07 WITA

LAZ Hadji Kalla Paparkan Program 2026, Fokus Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:37 WITA

OJK DAN PERBANKAN PERKUAT KETAHANAN RISIKO IKLIM, LUNCURKAN INDONESIA–UK WORKING GROUP ON CLIMATE FINANCING

Berita Terbaru