GOWA,FILALIN.COM, – Dalam beberapa tahun terakhir, lini kendaraan hybrid dari Toyota kian mendapat perhatian. Teknologi yang memadukan mesin bensin dan motor listrik ini dinilai mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara masyarakat secara drastis.
Berbeda dengan mobil listrik berbasis baterai penuh, sistem hybrid tidak memerlukan pengisian daya eksternal. Baterai terisi otomatis saat kendaraan melaju dan ketika proses deselerasi atau pengereman berlangsung. Skema ini dianggap lebih praktis bagi pengguna yang masih bergantung pada infrastruktur pengisian konvensional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
inilah yang menjadi alasan utama Kapolres Gowa AKBP Muh. Aldy Sulaiman memilih mobil hybrid sebagai kendaraan dinas hariannya, selain karena Irit, hemat, dan faktor keselamatan (safety).
Pilihan tersebut jatuh pada Toyota Innova Zenix Hybrid yang disuplai oleh Kalla Toyota. Mobil tersebut kini menjadi kendaraan dinas yang hampir setiap hari menemaninya dalam menjalankan tugas, baik untuk mobilitas ke kantor maupun kunjungan ke wilayah pelosok di Kabupaten Gowa.
Menurut Aldy, karakteristik wilayah Gowa yang cukup luas dengan kombinasi dataran rendah dan dataran tinggi menjadi pertimbangan penting dalam memilih kendaraan operasional.
“Gowa ini wilayahnya lumayan luas. Ada dataran tinggi dan rendah, ke daerah juga banyak tanjakan. Sehingga membutuhkan kendaraan yang tidak hanya nyaman dan luas, tapi juga hemat dan fleksibel,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Ia menambahkan, mobilitasnya sebagai Kapolres sangat tinggi, sehingga efisiensi bahan bakar menjadi perhatian utama.
“Mobilitas saya sangat tinggi. Jadi kalau bicara hemat dan irit BBM, itu harus benar-benar jadi perhatian,” jelasnya.
Selain efisiensi bahan bakar, Aldy juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara, terutama saat harus menempuh perjalanan jauh atau mengakses wilayah dengan kontur jalan yang menantang.
Ia menilai, Toyota Innova Zenix Hybrid menjadi pilihan yang tepat untuk menunjang tugasnya, khususnya dalam mendukung pelayanan kepolisian hingga ke pelosok Gowa.
“Menurut saya, ini pilihan yang tepat. Nyaman, irit, dan mendukung kebutuhan operasional di lapangan,” pungkasnya.
Satu lagi yang membuat nyaman dengan innova zenix hybrid saat kehabisan BBM di jalan tidak perlu repot meski jauh dari SPBU karena bisa beralih ke listrik. Begitu juga sebaliknya saat daya listrik habis bisa langsung beralih ke BBM.
Aldy menilai bahwa salahsatu faktor kenapa dia memilih innova zenix hybrid sebagai kendaraan dinas juga karena faktor jaringan servis yang luas dan hampir ada disetiap daerah.
Di sisi lain tren penjualan mobil hybrid juga menunjukkan pertumbuhan. Pada 2025, total penjualan mobil hybrid di Indonesia meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan beberapa model Toyota mendominasi daftar model terlaris.
Data lokal menunjukkan lonjakan signifikan minat masyarakat Sulawesi selatan terhadap kendaraan hybrid. Sepanjang Semester I 2025, penjualan mobil hybrid di wilayah Sulawesi naik hingga sekitar 42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut membuat Toyota Hybrid menguasai sekitar 76,4 persen pangsa pasar mobil hybrid di kawasan ini.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen di Sulawesi yang kini tak hanya memprioritaskan kenyamanan dan performa, tetapi juga efisiensi bahan bakar dan biaya operasional jangka panjang. (*)





















