Taruna Ikrar Pimpin Perangi Diabetes hingga Jantung, BPOM Siapkan Label Nutri-Level pada Pangan Olahan

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 20:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, — Di sebuah minimarket yang terang benderang, nampak orang tua muda berdiri cukup lama di depan rak minuman. Tangannya berpindah dari satu botol ke botol lain, membaca angka-angka kecil yang sulit dipahami.

Ia ingin memilih yang terbaik untuk anaknya, namun di balik kemasan yang menarik, informasi terasa rumit dan membingungkan. Di ruang-ruang sederhana seperti inilah, keputusan besar tentang kesehatan sering kali ditentukan diam-diam, tanpa panduan yang cukup.

Kisah itu bukan satu-satunya. Di tengah meningkatnya ancaman penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, dan stroke yang kini bahkan menyasar usia produktif Indonesia menghadapi persoalan yang tidak selalu terlihat, pilihan konsumsi yang tidak sepenuhnya disadari risikonya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) perlahan menjadi bagian dari keseharian, tanpa disertai pemahaman yang utuh.

Dari kegelisahan itulah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mendorong lahirnya sebuah pendekatan baru. Ia tidak hanya berbicara tentang regulasi, tetapi tentang cara negara hadir dalam keputusan paling personal warganya, memilih apa yang dikonsumsi.

Melalui konsep Nutri-Level, BPOM menghadirkan sistem pelabelan gizi sederhana di bagian depan kemasan yang tidak lagi berbicara dengan angka rumit, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti.

“Tidak semua orang punya waktu membaca detail kandungan gizi. Tapi semua orang berhak tahu apa yang baik untuk dirinya,” kata Taruna, di ruang rapat pimpinan, di Kantor BPOM, Jl. Percetakan Negara, Senin (6/4/2026).

Bagi Taruna, informasi yang baik bukan hanya yang lengkap, tetapi yang bisa dipahami dalam hitungan detik.

Nutri-Level hadir dengan pendekatan sederhana namun kuat: huruf A hingga D dengan warna dari hijau tua hingga merah. Hijau menandakan pilihan yang lebih sehat, merah menjadi pengingat untuk membatasi.

Bukan untuk melarang, melainkan untuk menyadarkan. Dalam satu pandangan, masyarakat kini bisa membandingkan dan menentukan pilihan tanpa harus menjadi ahli gizi.

Kebijakan ini juga mengirim pesan kuat kepada pelaku usaha, transformasi menuju pangan yang lebih sehat adalah keniscayaan.

BPOM menempatkan industri sebagai mitra dalam membangun ekosistem pangan yang lebih sehat. Penerapan Nutri-Level pun dirancang bertahap, dimulai secara sukarela pada minuman siap konsumsi memberi ruang bagi adaptasi sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha menjadi pionir dalam tren hidup sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar tidak berjalan sendiri. Ia didampingi oleh jajaran pimpinan BPOM yang menjadi bagian penting dalam orkestrasi kebijakan ini, yakni Dra. Elin Herlina, Apt., M.P., selaku Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi III), Staf Khusus BPOM dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., serta Lynda Kurnia Wardhani, S.E., M.Si., Ph.D., Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat BPOM, bersama para pimpinan BPOM lainnya.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa langkah menghadirkan Nutri-Level bukan sekadar inisiatif individual, melainkan gerakan kolektif institusi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang kian kompleks.

Namun lebih dari sekadar kebijakan, Nutri-Level adalah tentang arah masa depan. Taruna Ikrar melihatnya sebagai gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, hingga media untuk perlahan mengubah cara bangsa ini memahami makanan.

Sebuah perubahan yang tidak instan, tetapi konsisten dan berkelanjutan.

Kini, ketika seorang ibu kembali berdiri di depan rak yang sama, ia mungkin tidak lagi kebingungan.

Cukup satu pandangan pada label sederhana di kemasan, ia bisa memilih dengan lebih yakin. Di situlah harapan itu dimulai dari keputusan kecil, untuk masa depan yang lebih sehat.

“Ini bukan tentang melarang orang makan apa yang mereka suka, tetapi memberi mereka kesempatan untuk memilih dengan sadar. Karena dari pilihan-pilihan kecil itulah, kita membangun generasi Indonesia yang lebih kuat,” ujar Taruna.

Ia menegaskan, langkah ini bukan sekadar intervensi teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi masa depan rakyatnya.

“Kita tidak sedang melawan makanan, kita sedang melindungi masa depan. Karena setiap pilihan kecil hari ini, menentukan kesehatan bangsa esok hari,” tegasnya.

Taruna pun mengingatkan, persoalan utama sering kali bukan pada ketidakpedulian masyarakat, melainkan keterbatasan informasi yang mudah dipahami.

“Kalau masyarakat salah memilih bukan karena mereka tidak peduli, tetapi karena informasi belum cukup jelas. Tugas negara adalah membuat yang rumit menjadi sederhana,” pungkasnya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Progres Jembatan Beton Pabbundukang Capai 59%, Akses Warga Bontonompo Selatan Segera Terhubung
Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng
Mubes BMJ KB-TK Islam Athirah Makassar: Menguatkan Sinergi, Menebar Kebaikan untuk Ananda
Rayakan 7 Tahun QRIS, BI Sulsel Gelar Sultan QRIS Run 2026
Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu
70 Anak di Komunitas Matoa Makassar Jadi Sasaran Pendampingan, LPA Sulsel Soroti Pekerja Anak
GMTD Perkuat Budaya Keselamatan Kerja melalui  Sosialisasi K3 Bersama Vendor dan Kontraktor
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Progres Jembatan Beton Pabbundukang Capai 59%, Akses Warga Bontonompo Selatan Segera Terhubung

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:52 WITA

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:26 WITA

Mubes BMJ KB-TK Islam Athirah Makassar: Menguatkan Sinergi, Menebar Kebaikan untuk Ananda

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:29 WITA

Rayakan 7 Tahun QRIS, BI Sulsel Gelar Sultan QRIS Run 2026

Berita Terbaru