Athirah dan Kisah Kepercayaan yang Terus Tumbuh dari Generasi ke Generasi

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Di sebuah ruang observasi TK Islam Athirah Makassar, Kamis (9/7/2026), puluhan anak tampak larut dalam dunianya masing-masing. Ada yang sibuk menyusun balok, ada yang mulai akrab dengan guru, sementara beberapa lainnya masih enggan melepaskan genggaman tangan orang yang mengantar mereka.

 

Di antara wajah-wajah kecil itu, hadir pula Cut Nafeesa Khairunnisa Takko. Berbeda dengan calon murid lainnya, Nafeesa datang didampingi oleh kakek dan neneknya. Ayah dan ibunya tidak bisa hadir karena sedang menjalani pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bagi sang nenek, pagi itu bukan sekadar mengantar cucu mengikuti observasi. Ada perjalanan panjang yang kembali terulang. Bertahun-tahun lalu, ia pernah berada di tempat yang sama ketika mengantar anak-anaknya memulai pendidikan di TK Islam Athirah Makassar. Kini, giliran cucunya yang melangkah melewati gerbang sekolah yang sama.

 

“Papa dan mama Nafeesa adalah alumni TK Islam Athirah Makassar. Berangkat dari pengalaman nyata bagaimana sekolah ini mendidik mama dan papa Nafeesa dulu, kami sudah sangat memahami kualitas output dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh sekolah ini,” tuturnya.

 

Cerita keluarga Nafeesa menjadi salah satu potret bagaimana sebuah kepercayaan dapat tumbuh melintasi waktu. Bukan karena cerita yang diwariskan dari mulut ke mulut semata, melainkan karena pengalaman yang pernah mereka rasakan sendiri.

 

Kepercayaan serupa juga tergambar dari percakapan guru dengan para orang tua dalam sesi wawancara. Di balik jawaban yang mereka sampaikan, tersimpan harapan yang hampir sama. Mereka ingin menemukan lingkungan belajar yang mampu mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan nilai-nilai agama sejak usia dini.

 

Salah seorang orang tua calon murid, Taqillah Khairus Sabil, mengaku memilih TK Islam Athirah karena rekam jejak panjang sekolah tersebut dalam dunia pendidikan.

 

“TK Islam Athirah sudah berdiri sejak lama dan tetap dipercaya hingga sekarang. Bagi kami, itu menunjukkan kualitas pendidikan yang terus terjaga,” ujarnya.

 

Kepercayaan itu kemudian dijawab sekolah melalui proses yang mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna besar. Sebelum kegiatan belajar dimulai, guru terlebih dahulu berusaha mengenal setiap anak. Selama observasi, mereka memperhatikan cara anak berinteraksi, berkomunikasi, bermain, hingga merespons lingkungan sekitar. Sementara itu, orang tua diajak berbagi cerita tentang kebiasaan, karakter, dan pola asuh anak di rumah.

 

Bagi TK Islam Athirah Makassar, setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Karena itulah, mengenali karakter mereka menjadi langkah awal sebelum menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid.

 

Pada akhirnya, observasi hari itu bukan hanya tentang penerimaan murid baru. Di balik ruang-ruang kelas yang dipenuhi tawa anak-anak, tumbuh sebuah cerita yang lebih besar, tentang keluarga yang kembali datang setelah bertahun-tahun, tentang orang tua yang menitipkan harapan terbaiknya, dan tentang kepercayaan yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 

Barangkali, itulah makna sebuah sekolah yang bertahan melintasi zaman. Bukan sekadar menjadi tempat belajar, tetapi menjadi ruang yang selalu dirindukan untuk memulai langkah pertama setiap generasi. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMA Islam Athirah Bukit Baruga Paparkan Program Unggulan Di hadapan SMK Telkom Makassar
Permintaan Tukar Tambah ke Toyota Baru Meningkat, Kalla Toyota Trust Catatkan Rekor Baru di Juli 2026
Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA Luncurkan Zankore by Indosat, Siap Layani Kawasan Asia-Pasifik dengan Platform Infrastruktur AI Terintegerasi
Sosialisasi PKB, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial
Libatkan KUA dan Imam, MUI Kota Makassar Bahas Poligami dan Nikah Siri Secara Komprehensif
Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 174 Pinrang tentang Bijak Bermedia Sosial dan Bahaya Cyber Crime
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Dorong Penggunaan Bright Gas bagi Petani Sidrap sebagai Solusi Energi Irigasi
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Luncurkan Program PANDE EMAS untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:09 WITA

SMA Islam Athirah Bukit Baruga Paparkan Program Unggulan Di hadapan SMK Telkom Makassar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:31 WITA

Permintaan Tukar Tambah ke Toyota Baru Meningkat, Kalla Toyota Trust Catatkan Rekor Baru di Juli 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:58 WITA

Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA Luncurkan Zankore by Indosat, Siap Layani Kawasan Asia-Pasifik dengan Platform Infrastruktur AI Terintegerasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Sosialisasi PKB, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WITA

Libatkan KUA dan Imam, MUI Kota Makassar Bahas Poligami dan Nikah Siri Secara Komprehensif

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

Sosialisasi PKB, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

Kamis, 6 Agu 2026 - 17:42 WITA