Audiensi Bersama Wali Kota Makassar, OPDIS SD Islam Athirah Makassar Sampaikan Program Pilah Sampah

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:15 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Komitmen dalam membangun karakter siswa dan kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan oleh SD Islam Athirah Makassar. Salah satunya melalui program pemilahan sampah yang diinisiasi oleh Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS). Sebagai bagian dari upaya tersebut, pengurus OPDIS SD Islam Athirah Makassar melaksanakan audiensi bersama Wali Kota Makassar di Gedung Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026). Audiensi ini menjadi momentum bagi para pengurus OPDIS untuk menyampaikan program sekolah sekaligus belajar secara langsung mengenai kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Dalam kesempatan tersebut, pengurus OPDIS menyampaikan salah satu program yang menjadi perhatian, yaitu budaya pilah sampah yang dimulai dari lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wali Kota Makassar menyambut baik inisiatif dan kepedulian para siswa terhadap persoalan lingkungan. Beliau mengapresiasi langkah yang dilakukan sekolah dengan menjadikan pemilahan sampah sebagai sebuah kebiasaan baru yang dapat mendukung program lingkungan di Kota Makassar, salah satunya melalui penyediaan tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik.

 

Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, budaya memilah sampah penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter anak.

 

Wali Kota Makassar juga memberikan contoh sederhana mengenai pengolahan sampah organik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi pengalaman dan pengetahuan baru bagi para pengurus OPDIS untuk memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan cara yang tepat.

 

Turut hadir dalam audiensi tersebut ibu Melinda Aksa, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar sekaligus alumni Athirah dari jenjang TK hingga SMP. Melinda Aksa yang aktif melakukan sosialisasi dan menggerakkan masyarakat dalam membangun budaya pilah sampah turut memberikan dukungan terhadap program yang disampaikan OPDIS.

 

Ia berharap budaya memilah sampah dapat semakin berkembang di lingkungan pendidikan dan mendorong setiap sekolah untuk memiliki bank sampah sebagai salah satu langkah nyata dalam pengelolaan sampah.

 

Sementara itu, Khasan, S.Pd., MM., selaku Kepala SD Islam Athirah Makassar, menyampaikan bahwa program yang dikembangkan sekolah memiliki keselarasan dengan program Pemerintah Kota Makassar.

 

“Program sekolah sangat *match* dengan program Wali Kota. Program sekolah dengan Pemerintah Kota Makassar memiliki arah yang sama. Tentunya ini menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi SD Islam Athirah Makassar, khususnya OPDIS,” ungkapnya.

 

Hal senada disampaikan Muh. Ruswan Wajib, S.Pd., M.Pd., Gr., selaku Ketua Pembina Pengurus OPDIS SD Islam Athirah Makassar. Menurutnya, audiensi ini menjadi awal yang baik untuk membangun sinergi antara sekolah dan pemerintah, khususnya dalam mendukung program pemilahan sampah.

 

“Harapannya, anak-anak bisa belajar tentang memilah sampah organik maupun anorganik. Dari kebiasaan melakukan kebaikan-kebaikan kecil, diharapkan dapat terbentuk karakter anak yang peduli dan cinta terhadap lingkungan,” tuturnya.

 

Ketua OPDIS SD Islam Athirah Makassar, Adzkia Mikaila Afian, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti pertemuan bersama Wali Kota Makassar beserta jajaran.

 

“Menurut saya, program pemilahan sampah sangat bermanfaat untuk lingkungan karena memudahkan kita mengolah sampah sesuai jenisnya. Harapannya, Indonesia, khususnya dimulai dari lingkungan sekolah saya, bisa menjadi lebih bersih dan bebas sampah serta dapat mengolah sampah dengan lebih baik,” ujarnya.

 

Bagi para pengurus OPDIS, audiensi tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan program, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapimnas Forkonas PP DOB, Hasbi Syamsu Ali Bawa Aspirasi 4 CDOB dan Provinsi Luwu Raya
PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
Buka ASC Vol. 5, OSIS SMA Islam Athirah Makassar Rangkul PMI Gelar Donor Darah
Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi
Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas
SD Negeri Borong Dorong Budaya Literasi Siswa Lewat Membaca dan Menulis
Jelang HUT ke-26, Mal Ratu Indah Hadirkan Artcade sebagai Ruang Kreatif dan Komunitas
Peringati World Heart Day 2026, Bukit Baruga Hadirkan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Jantung Gratis
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:00 WITA

Rapimnas Forkonas PP DOB, Hasbi Syamsu Ali Bawa Aspirasi 4 CDOB dan Provinsi Luwu Raya

Selasa, 29 September 2026 - 17:31 WITA

PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang

Selasa, 29 September 2026 - 12:07 WITA

Buka ASC Vol. 5, OSIS SMA Islam Athirah Makassar Rangkul PMI Gelar Donor Darah

Selasa, 29 September 2026 - 11:04 WITA

Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi

Senin, 28 September 2026 - 20:24 WITA

Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru

Berita

Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:04 WITA