MAKASSAR,FILALIN.COM, – Swiss-Belinn Panakkukang Makassar menggelar simulasi penanganan kebakaran atau Fire Drill bertajuk “Ammak Inferno Response”, Selasa (29/9/2026).
Simulasi tersebut digelar sebagai bagian dari upaya hotel meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Skenario simulasi mengambil lokasi di area Ammak, bawah terowongan. Kebakaran disimulasikan bermula dari korsleting pada panel listrik yang kemudian memicu munculnya api.
Sejumlah unsur hotel dilibatkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Security, Engineering, Front Office, Banquet, Management hingga Emergency Response Team (ERT) atau Fire Brigade Hotel.
Simulasi diawali ketika petugas Security Lobby mendeteksi asap dari area Ammak. Informasi kemudian segera disampaikan melalui radio komunikasi kepada Danru Security dan Engineering untuk dilakukan pengecekan.
Setelah memastikan adanya indikasi kebakaran, petugas memberikan peringatan melalui kode darurat, “Code Merah! Ammak bawah terowongan!” Selanjutnya, alarm diaktifkan sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat.
Petugas Front Office dan Security kemudian melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, dalam skenario simulasi, api dinyatakan membesar sehingga membutuhkan penanganan dari Fire Brigade Hotel.
Memasuki tahap evakuasi, general alarm diaktifkan dan instruksi penyelamatan disampaikan melalui pengeras suara. Staf Banquet melakukan crowd control dengan membuka akses pintu darurat serta mengarahkan tamu dan peserta meeting menuju titik kumpul atau Assembly Point.
Sementara itu, MOD/Chief Warden menginstruksikan evakuasi di area terdampak dan mengaktifkan anggota ERT sesuai tugas masing-masing.
Tim Fire Brigade yang terdiri dari empat personel kemudian bergerak menuju Fire Station Hotel untuk mengambil perlengkapan pemadaman.
Dalam tahap action phase, personel Fire Brigade mengenakan perlengkapan pelindung diri atau PPE, seperti baju pemadam, helm, sarung tangan, dan sepatu keselamatan.
Tim kemudian menyiapkan selang dari kotak hydrant di area koridor Ballroom dan menghubungkannya dengan Landing Valve. Kesiapan sistem pompa serta tekanan air juga diperiksa sebelum proses pemadaman dilakukan.
Petugas selanjutnya bergerak menuju titik kebakaran di depan Ammak. Dalam simulasi, tim melakukan proses pemadaman menggunakan aliran air hingga api dinyatakan berhasil dikendalikan.
Setelah api dipadamkan, Fire Brigade melakukan overhaul dan cooling down untuk memastikan tidak ada bara maupun potensi munculnya kembali api.
Komandan Fire Brigade kemudian melaporkan kondisi kepada MOD bahwa kebakaran telah berhasil dipadamkan dan area dinyatakan aman.
Simulasi diakhiri dengan pengumuman All Clear setelah seluruh area diperiksa dan dipastikan aman.
Manajemen Swiss-Belinn Panakkukang Makassar menyebut kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menguji kemampuan pemadaman api, tetapi juga mengukur efektivitas komunikasi, koordinasi antarbagian, proses evakuasi, kesiapan peralatan, serta respons ERT.
Melalui kegiatan ini, hotel juga berupaya membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja dengan memastikan setiap karyawan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi kondisi darurat.
Swiss-Belinn Panakkukang Makassar menyatakan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan, simulasi, evaluasi, dan peningkatan kompetensi Emergency Response Team secara berkala. (*)


















