BATANG,FILALIN.COM, — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang yang ditopang masuknya investasi ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) membuka peluang baru bagi masyarakat untuk ikut mengambil bagian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah tersebut melihat pasar modal bukan sekadar pilihan investasi, tetapi juga sarana untuk berpartisipasi dalam perkembangan dunia usaha.
Pesan itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kegiatan Capital Market Goes to Office (CMGTO), bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Batang di Kawasan Industri Terpadu Batang, Senin (5/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Hasan, masyarakat tidak semestinya hanya menyaksikan perusahaan tumbuh di daerahnya. Dengan pemahaman yang memadai mengenai instrumen dan risiko investasi, masyarakat dapat menjadi investor dan ikut memperoleh manfaat dari perkembangan dunia usaha.
“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di sekitar kita hanya kita saksikan sebagai penonton. Pasar modal memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut,” ujar Hasan.
## Ekonomi Batang Tumbuh, Investor Pasar Modal Bertambah
Dorongan tersebut disampaikan di tengah perkembangan ekonomi Batang yang cukup pesat. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II 2026 tercatat mencapai 8,38 persen, sementara realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp3,88 triliun.
KITB menjadi salah satu penopang perkembangan tersebut dengan terus menarik investasi domestik maupun global. Pertumbuhan kawasan industri itu ikut menciptakan ruang ekonomi baru di Kabupaten Batang.
Perkembangan ekonomi daerah tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal. Di Jawa Tengah, jumlah investor hingga Agustus 2026 mencapai 3,42 juta Single Investor Identification (SID).
Sementara di Kabupaten Batang, jumlah investor telah menembus lebih dari 66 ribu SID. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat Batang yang mulai mengenal dan masuk ke pasar modal. Namun, pertumbuhan jumlah investor tetap perlu diikuti pemahaman mengenai tujuan, karakteristik produk, serta risiko investasi.
## Hasan Ingatkan Investasi Bukan Jalan Pintas
Hasan mengingatkan masyarakat agar membangun kebiasaan investasi secara bertahap dan disiplin. Investasi, menurut dia, perlu diarahkan untuk tujuan jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat.
Ia menggunakan Batik Rifaiyah sebagai perumpamaan. Batik yang dikerjakan titik demi titik menggambarkan bahwa investasi juga membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
“Seperti Batik Rifaiyah yang dikerjakan titik demi titik, investasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan disiplin. Jangan mengejar keuntungan secara instan,” kata Hasan.
Karena itu, keputusan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor. Masyarakat juga perlu memahami karakteristik instrumen sebelum menempatkan dana.
Pasar modal sendiri menyediakan sejumlah instrumen yang dapat dipilih masyarakat, antara lain saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF). Instrumen tersebut dapat diakses dengan nominal investasi mulai dari Rp100 ribu.
## Waspadai Investasi Palsu di Ruang Digital
Di tengah semakin luasnya akses masyarakat terhadap informasi investasi melalui teknologi digital, OJK juga mengingatkan adanya risiko penawaran investasi palsu.
Hasan meminta masyarakat mewaspadai penawaran yang disebarkan melalui media sosial, WhatsApp, hingga teknologi deepfake.
Masyarakat diminta menerapkan prinsip **Cek 2L**, yakni Legal dan Logis. Artinya, calon investor perlu memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi sekaligus menilai apakah keuntungan yang dijanjikan masuk akal.
Kewaspadaan tersebut menjadi bagian penting dari literasi investasi. Kemudahan memperoleh informasi dan melakukan transaksi tidak berarti setiap tawaran investasi dapat dipercaya.
OJK juga mengimbau masyarakat tidak menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi. Dana yang digunakan sebaiknya merupakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi atau uang dingin sehingga tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait sektor jasa keuangan, masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157.
## 117 ASN Batang Buka SID
Sosialisasi pasar modal tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Dalam kegiatan CMGTO, sebanyak 117 ASN Pemerintah Kabupaten Batang membuka Single Investor Identification (SID) melalui Perusahaan Efek.
Pembukaan SID menjadi bagian dari upaya memperluas akses ASN terhadap pasar modal sekaligus memberikan pengalaman langsung untuk mengenal mekanisme investasi melalui jalur yang resmi.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang.
Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi penyelenggaraan SEPMT 2026, khususnya CMGTO yang menyasar ASN Pemerintah Kabupaten Batang.
Menurut Suyono, kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman ASN mengenai investasi pasar modal sekaligus mendukung peningkatan inklusi pasar modal di daerah.
“Jangan hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi pahami juga risiko dan tujuan investasinya agar setiap keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijak,” kata Suyono.
## Edukasi Menjadi Bagian dari Ekosistem Investasi
CMGTO di Kabupaten Batang merupakan salah satu rangkaian SEPMT 2026 di wilayah kerja Kantor OJK Tegal. Program tersebut tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lain dalam ekosistem pasar modal.
Rangkaian kegiatan mencakup Sosialisasi Pasar Modal sebagai Sumber Pendanaan Perusahaan yang menyasar potensi pengembangan perusahaan di kawasan industri Batang.
Ada pula media gathering yang ditujukan untuk meningkatkan literasi pasar modal bagi jurnalis dan wartawan ekonomi lokal.
Sementara Capital Market Goes to Community digelar di Pondok Modern Tazzaka untuk meningkatkan pemahaman mengenai pasar modal syariah kepada pengurus pondok dan santri.
Ragam sasaran tersebut memperlihatkan bahwa edukasi pasar modal tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah investor. Pemahaman juga dibutuhkan oleh calon penerbit, komunitas, media, hingga kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan karakteristik berbeda.
## Pasar Modal dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Bagi OJK, perkembangan pasar modal tidak berdiri sendiri dari pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika perusahaan berkembang dan investasi masuk, masyarakat memiliki peluang untuk mengambil bagian sebagai investor, sementara perusahaan memiliki pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan.
Karena itu, literasi dan inklusi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang sehat. Masyarakat membutuhkan pengetahuan agar dapat memilih instrumen sesuai kebutuhan dan profil risikonya, sementara dunia usaha membutuhkan pemahaman mengenai alternatif pendanaan yang tersedia.
Melalui SEPMT 2026, OJK memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Self-Regulatory Organization (SRO), dan para pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat.
Di Batang, dorongan tersebut datang ketika daerah tengah bergerak menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pesan OJK kepada ASN pun tidak semata soal bagaimana menempatkan uang pada instrumen investasi. Lebih jauh, masyarakat diajak memahami bahwa di balik tumbuhn. (*)


















