MAKASSAR,FILALIN.COM, – Sekolah Islam Athirah menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter islami, berwawasan nasional, dan mampu bersaing di tingkat global.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Dr. Samril, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026). Ia menjelaskan bahwa pendidikan di Athirah diarahkan untuk membangun generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Samsril, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian para siswa selama menempuh pendidikan, tetapi juga dari kiprah alumni setelah menyelesaikan sekolah. Sejumlah alumni Athirah, kata dia, telah berkiprah dan menjadi pemimpin di berbagai bidang.
“Alhamdulillah, sudah terlihat banyak alumni Athirah yang bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan pendidikan juga tercermin dari kepercayaan keluarga alumni yang kembali menyekolahkan anak-anak mereka di Athirah. Bahkan, pihak sekolah mengidentifikasi adanya keluarga alumni yang meneruskan pendidikan anak hingga generasi berikutnya.
Bagi Samsril, hal tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan Athirah.
Perkuat Jaminan Mutu Pendidikan
Selain pengembangan SDM, Samsril menyoroti pentingnya jaminan mutu dalam setiap produk dan program pendidikan yang ditawarkan Sekolah Islam Athirah.
Ia menegaskan, jaminan mutu bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang dibangun sejak siswa pertama kali masuk sekolah. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh perkembangan kemampuan sesuai tahapan usianya.
Sebagai contoh, pada jenjang taman kanak-kanak (TK), Athirah menargetkan siswa mampu mengembangkan kemandirian, termasuk keterampilan menolong diri sendiri atau self-help.
Anak-anak yang pada awal masuk sekolah masih membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari diharapkan dapat berkembang menjadi lebih mandiri melalui proses pembelajaran dan pendampingan yang sesuai.
Selain kemandirian, kemampuan membaca Al-Qur’an juga menjadi bagian dari target pendidikan. Samsril menjelaskan bahwa siswa TK diarahkan untuk mengenal huruf hijaiyah dan mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap.
Target pembelajaran tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut pada jenjang pendidikan berikutnya.
Ia menyebut terdapat empat pilar utama yang menjadi landasan jaminan mutu pendidikan Athirah, yakni unggul, islami, nasional, dan global.
Keempat pilar tersebut menjadi arah pengembangan program pendidikan agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter keagamaan, wawasan kebangsaan, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia.
Siapkan Program Apresiasi dan Potongan Biaya
Dalam kesempatan tersebut, Samsril juga menjelaskan adanya program apresiasi bagi calon siswa dan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan Sekolah Islam Athirah.
Pihak sekolah menyiapkan potongan biaya tertentu bagi 423 pendaftar pertama sesuai ketentuan program yang berlaku. Bentuk apresiasi tersebut antara lain berupa potongan uang pangkal.
Selain itu, Athirah memberikan perhatian kepada alumni yang melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang berikutnya di lingkungan sekolah tersebut. Program khusus juga disiapkan bagi keluarga alumni sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Athirah turut membuka peluang apresiasi bagi calon siswa yang memiliki prestasi istimewa, khususnya prestasi akademik. Berdasarkan keterangan Samsril, siswa dengan pencapaian tertentu berpeluang memperoleh keringanan biaya pendidikan, termasuk pembebasan komponen biaya tertentu sesuai ketentuan sekolah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.
Melalui penguatan kualitas pembelajaran, jaminan mutu, dan program apresiasi tersebut, Sekolah Islam Athirah berharap dapat terus melahirkan generasi unggul yang berkarakter serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. (*)


















