IB FAIR KE-11 UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANGKAT TANTANGAN EKONOMI SYARIAH DI ERA AI, AKADEMISI DAN PRAKTISI BERTEMU DALAM SEMINAR NASIONAL

- Penulis

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM.— Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digitalisasi industri keuangan menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masa depan ekonomi syariah. Menjawab dinamika tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Alauddin Makassar menggelar Opening Ceremony Islamic Banking Fair (IB Fair) ke-11 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Aula FEBI UIN Alauddin Makassar, Senin (12/10/2026).

 

Mengusung tema “Membaca Arah Baru Ekonomi Syariah di Era AI dan Generasi Digital”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara kalangan akademisi, praktisi perbankan, dan mahasiswa untuk membahas arah perkembangan industri keuangan syariah di tengah percepatan inovasi teknologi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Perbankan Syariah FEBI UIN Alauddin Makassar, Dr. Ismawati, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman melalui penguatan kapasitas akademik, pemahaman teknologi, serta komitmen terhadap nilai-nilai syariah.

 

“Mahasiswa Perbankan Syariah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan prinsip dan nilai-nilai syariah. Kita tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca perubahan, beradaptasi, dan menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan syariah,” ujar Ketua Jurusan Perbankan Syariah dalam sambutannya

 

Seminar nasional ini menghadirkan dua pemateri dari latar belakang akademik dan industri, yakni Sencaka Aryono, Pimpinan BSI KCP Veteran Makassar, serta Dr. Nasrullah bin Sapa, Lc., M.M., Dosen Jurusan Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar. Diskusi dipandu oleh Reyhan Yuda Perkasa, Anggota Bidang Advokasi HMJ Perbankan Syariah periode 2026.

 

Menurut pemateri yakni Bapak Sencaka Aryono, transformasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan menjawab perubahan kebutuhan nasabah. Pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap karakteristik masyarakat serta komitmen menjaga kepercayaan dalam layanan keuangan.

 

“Digitalisasi bukan hanya tentang menghadirkan layanan yang lebih cepat, tetapi juga bagaimana membangun pengalaman nasabah yang lebih baik dan menjaga kepercayaan mereka. Perbankan syariah harus mampu berinovasi agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, menurut Dr. Nasrullah bin Sapa, Lc., M.M., perkembangan AI dan teknologi digital menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman prinsip ekonomi Islam, etika, dan tanggung jawab sosial.

 

“AI dan transformasi digital harus kita tempatkan sebagai peluang untuk mengembangkan ekonomi syariah, bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Tantangannya adalah bagaimana inovasi tersebut tetap berpijak pada prinsip syariah, menghadirkan kemaslahatan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat” ujarnya

 

Diskusi tersebut mengangkat relevansi inovasi digital, kesiapan sumber daya manusia, literasi keuangan syariah, dan pentingnya menjaga prinsip syariah dalam menghadapi perubahan industri. Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga pada kapasitas membangun layanan yang terpercaya, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Penyelenggaraan IB Fair ke-11 menjadi bagian dari upaya HMJ Perbankan Syariah FEBI UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat ruang edukasi dan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan ekonomi syariah serta terdorong untuk menghasilkan gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan zaman.

 

Lebih dari sekadar agenda akademik, IB Fair ke-11 diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun masa depan ekonomi syariah. Di tengah pesatnya perkembangan AI dan digitalisasi, keberhasilan industri keuangan syariah tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, integritas, dan kemampuannya mempertahankan nilai-nilai syariah. (*/Muh. Faiq Afi/humas)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Makassar Pertanyakan Verifikasi Tanah dalam Penerbitan HPL Petani Laoli
Rektor UIT Tandatangani Kontrak Hibah DPPM Batch 2, Dorong Riset Berkelanjutan
Peresmian Tembok Setara dan Serah Terima OIDP Awards 2026 bagi Gerakan Kota Inklusif Makassar  
Kalla 10K 2026 Semarak Bersama 4.500 Pelari, Sampai Jumpa di Garis Start Tahun Depan!
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Uji Coba Clusterisasi Layanan Biosolar di SPBU Kota Makassar
23 ADVOKAT SENIOR BERGABUNG DENGAN FAST RESPON NUSANTARA (FRN), SIAP DUKUNG PROGRAM KAPOLRI
Progres Jembatan Garuda di Gowa Tembus 94%, TNI dan Warga Kebut Pengerjaan
Dari Masjid untuk Ekonomi Umat, Al-Markaz dan BI Sulsel Dorong Literasi Keuangan Syariah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22 WITA

IB FAIR KE-11 UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANGKAT TANTANGAN EKONOMI SYARIAH DI ERA AI, AKADEMISI DAN PRAKTISI BERTEMU DALAM SEMINAR NASIONAL

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WITA

LBH Makassar Pertanyakan Verifikasi Tanah dalam Penerbitan HPL Petani Laoli

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:40 WITA

Rektor UIT Tandatangani Kontrak Hibah DPPM Batch 2, Dorong Riset Berkelanjutan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:34 WITA

Peresmian Tembok Setara dan Serah Terima OIDP Awards 2026 bagi Gerakan Kota Inklusif Makassar  

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:51 WITA

Kalla 10K 2026 Semarak Bersama 4.500 Pelari, Sampai Jumpa di Garis Start Tahun Depan!

Berita Terbaru