GOWA,FILALIN.COM, – Pembangunan Jembatan Beton Garuda Tahap VI di Desa Salajangki, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus dikebut. Hingga Senin (12/10/2026), progres pengerjaan jembatan yang membentang di atas Sungai Jatia tersebut telah mencapai 94 persen.
Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi personel TNI dan masyarakat setempat yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut. Jembatan ini diharapkan menjadi akses penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mendukung distribusi hasil pertanian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengerjaan jembatan melibatkan personel gabungan dari Yonzipur, Zibang, Yon TP, serta Babinsa Kodim 1409/Gowa. Mereka bersama warga bekerja menyelesaikan sisa pekerjaan agar jembatan dapat segera digunakan masyarakat.
Keberadaan jembatan beton ini menjadi harapan baru bagi warga Dusun Jatia dan sekitarnya. Akses penyeberangan yang memadai dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Selama ini, akses transportasi yang memadai menjadi salah satu kebutuhan masyarakat setempat. Karena itu, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi aktivitas sosial maupun ekonomi warga.
Dandim 1409/Gowa, Letkol Arm Sapari, S.Sos., mengapresiasi semangat personel TNI dan partisipasi masyarakat yang terlibat dalam pengerjaan jembatan tersebut.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh personel dan partisipasi aktif masyarakat. Sinergi dan semangat gotong royong seperti ini menjadi kekuatan dalam mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Sapari.
Ia berharap sisa pengerjaan dapat segera dituntaskan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi. Menurutnya, percepatan pembangunan harus tetap diimbangi dengan standar kualitas agar jembatan dapat dimanfaatkan secara aman dan optimal.
“Harapan kami, sisa pekerjaan dapat segera diselesaikan dengan tetap memperhatikan kualitas bangunan, sehingga jembatan ini bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dengan progres yang telah mencapai 94 persen, penyelesaian Jembatan Garuda Tahap VI kini memasuki tahap akhir. Kolaborasi TNI dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga seluruh pekerjaan rampung dan infrastruktur tersebut siap digunakan sesuai ketentuan teknis.
Pembangunan ini sekaligus menjadi gambaran pentingnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pemerataan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan akses transportasi memadai.(*)

















