Sembuh, Tumbuh, dan Berdaya di Posyandu Flamboyan: Cerita Perubahan dari Parepare

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dari pertamina bersama petugas posyandu flamboyan parepare bersama warga sekitar berfoto bersama saat kunjungan ke posyandu flamboyan. (foto-foto dok humas pertamina)

i

Tim dari pertamina bersama petugas posyandu flamboyan parepare bersama warga sekitar berfoto bersama saat kunjungan ke posyandu flamboyan. (foto-foto dok humas pertamina)

PAREPARE,FILALIN.COM,– Di sebuah sudut sederhana di Kelurahan Lakessi, Kota Parepare, derai tawa anak-anak bersahut-sahutan di antara barisan tanaman cabai dan sawi yang tumbuh subur di pekarangan. Tempat itu bukan taman bermain biasa, melainkan Posyandu Flamboyan—sebuah pos pelayanan kesehatan yang bukan hanya menyembuhkan, tapi juga menumbuhkan dan memberdayakan.

Bagi ibu muda bernama Rahmawati (29), tempat ini adalah titik balik hidupnya. Anak keduanya, Dilla, yang dulu mengalami stunting ringan, kini menunjukkan grafik pertumbuhan yang terus meningkat.

“Dulu saya bingung mau kasih makan apa yang bergizi. Tapi setelah ikut kelas gizi dan belajar olah sayur dari kebun Posyandu, sekarang saya bisa masak sendiri dan anak saya jadi lebih sehat,” ujar Rahma, sambil mengaduk bubur jagung wortel buatan tangannya yang akan dibagikan sebagai PMT (Pemberian Makanan Tambahan).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim dari Pertamina Saat melakukan kunjungan dan diskusi para petugas di pos flamboyan parepare sulsel.

Posyandu Flamboyan adalah Posyandu 3 Generasi pertama dan satu-satunya di Parepare, hasil inisiasi Pertamina Patra Niaga melalui program CSR Pertamina Sehati. Bukan hanya balita, Posyandu ini juga membuka layanan rutin bagi lansia, remaja, hingga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)—hal yang masih jarang ditemukan di Posyandu biasa.

Di salah satu sudut ruang konseling, Ilham (17), seorang remaja yang sempat mengalami depresi akibat tekanan di sekolah, kini aktif sebagai relawan muda di kegiatan edukasi remaja. Ia tak hanya kembali bersekolah, tapi kini berani berbicara di depan umum dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

“Waktu pertama datang, saya nggak pernah bicara. Tapi kakak-kakak di sini sabar sekali. Mereka tidak memaksa, tapi mendengarkan. Sekarang saya malah jadi pengisi materi tentang kesehatan mental remaja,” tutur Ilham, tersenyum malu-malu.

Sementara itu, Andi La Pati (62), seorang pensiunan nelayan, rutin datang setiap tanggal 16 untuk pemeriksaan tekanan darah. Namun yang paling ia syukuri bukan sekadar layanan medis, tapi kebersamaan dan semangat gotong royong yang ia rasakan.

“Rasanya kayak keluarga besar. Kami saling bantu, saling ingatkan. Saya jadi merasa muda lagi,” canda La Pati sambil tertawa lepas.

Tim Pertamina berdialog dengan salah seorang lansia yang sedang mendapat layanan kesehatan gratis

Keberhasilan Posyandu Flamboyan tak lepas dari peran kader-kader perempuan yang menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka mengelola kebun gizi, mendampingi keluarga, hingga menjadi agen perubahan sosial. Kebun kecil di halaman Posyandu kini menghasilkan sayur dan buah yang bukan hanya menyehatkan, tapi juga menopang ekonomi keluarga kader.

“Kami bisa bawa pulang sebagian hasil panen, sisanya untuk PMT. Bahkan beberapa warga sudah mulai tanam sendiri di rumah,” ungkap Ibu Nurlela, salah satu kader senior yang telah aktif sejak awal pendirian posyandu.

Menurut Tengku Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan inklusif bisa menjangkau berbagai kalangan, terutama yang sering terpinggirkan dalam sistem layanan kesehatan konvensional.

“Posyandu Flamboyan ini adalah bukti bahwa jika perusahaan, kader, dan masyarakat bergandengan tangan, maka lahirlah solusi yang tidak hanya menyembuhkan tapi juga menguatkan,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan kepada yang rentan, Posyandu Flamboyan telah menjadi lebih dari sekadar pusat layanan kesehatan. Ia tumbuh menjadi rumah bersama, tempat harapan-harapan baru bertunas dari kebun gizi yang sederhana, dan cerita-cerita pemulihan bergema di hati banyak orang.

Di Parepare, sembuh bukan hanya urusan medis. Ia adalah urusan hati, kebersamaan, dan keberdayaan—dan Posyandu Flamboyan adalah buktinya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gema Takbir di Jantung Kota: Ribuan Jemaah Padati Salat Idulfitri 1447 H di Claro Makassar
Gema Takbir di Taman Dataran Indah: Hakikat penciptaan manusia dan Bakti pada Orangtua
Anggota Komosi IX DPR RI Tegaskan Pentingnya Program MBG
SPJM SAMBUT KEDATANGAN CRUISE CRYSTAL SERENITY DI MAKASSAR
Kejari Makassar Bidik Aktor di Balik Dugaan Korupsi Dana Hibah BAZNAS 2023–2024
Tak Mudik Demi Energi Negeri: Pengabdian Perwira Elnusa Rayakan Idulfitri di Medan Operasi Morowali Utara dan Banggai
BERBAGI TAKJIL UNTUK PENGGUNA JALAN DI BULAN RAMADAN 
Pelindo Regional 4 Buka Puasa Bersama Pedagang Asongan Pelabuhan Makassar, Perkuat Kebersamaan di Bulan Ramadan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:01 WITA

Gema Takbir di Jantung Kota: Ribuan Jemaah Padati Salat Idulfitri 1447 H di Claro Makassar

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:24 WITA

Gema Takbir di Taman Dataran Indah: Hakikat penciptaan manusia dan Bakti pada Orangtua

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:54 WITA

Anggota Komosi IX DPR RI Tegaskan Pentingnya Program MBG

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:10 WITA

SPJM SAMBUT KEDATANGAN CRUISE CRYSTAL SERENITY DI MAKASSAR

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:07 WITA

Kejari Makassar Bidik Aktor di Balik Dugaan Korupsi Dana Hibah BAZNAS 2023–2024

Berita Terbaru

Berita

Anggota Komosi IX DPR RI Tegaskan Pentingnya Program MBG

Jumat, 20 Mar 2026 - 21:54 WITA