Kisah Nurlela dari Pelosok, Internet Menyala, UMKM Berdaya

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 18:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA, SULAWESI SELATAN,FILALIN.COM, – Di tengah hijaunya perbukitan Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Gowa, Sulawesi Selatan, seorang ibu rumah tangga bernama Nurlela (39) tak pernah menyangka bahwa usaha kue tradisional buatannya kini bisa dinikmati pelanggan hingga Jakarta dan Surabaya.

Dulu, ia hanya menjual barongko dan kue cucur di pasar desa setiap akhir pekan. Namun sejak jaringan internet dari Indosat masuk ke desanya setahun lalu, Nurlela mulai mengenal dunia digital—dan perlahan mengubah cara ia berjualan.

“Awalnya saya tidak tahu soal jualan online. Tapi anak saya ajari cara pasang foto kue di marketplace. Lama-lama banyak yang pesan, apalagi waktu bulan puasa,” ujar Nurlela sambil tersenyum bangga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akses Internet, Akses Peluang

Masuknya jaringan internet Indosat Ooredoo Hutchison ke desa mereka menjadi titik balik. Bukan hanya mempercepat komunikasi, tapi juga membuka mata banyak warga tentang peluang ekonomi digital.

Nurlela adalah satu dari belasan pelaku UMKM di desanya yang kini aktif menjual produknya secara online. Ia menggunakan kuota IM3 dari Indosat yang terjangkau dan stabil, bahkan ketika cuaca buruk melanda.

“Dulu kami hanya bisa pasrah kalau cuaca buruk, sinyal hilang. Tapi sekarang, walau hujan deras, orderan tetap jalan. Kami bisa jawab pesan pelanggan, kirim foto, bahkan ikut live jualan kalau ada bazar daring,” ungkapnya.

Dampak Langsung ke Keluarga dan Desa

Dengan omzet yang kini meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya, Nurlela tak hanya membantu keuangan keluarganya. Ia juga mulai memberdayakan tetangganya untuk ikut memproduksi dan mengemas kue.

“Sekarang saya bisa bayar ibu-ibu sekitar buat bantu bungkus. Anak saya juga bisa terus sekolah, karena ada biaya lebih,” jelasnya.

Di desa yang sebelumnya jarang terdengar, geliat ekonomi mulai tumbuh. Beberapa anak muda kini ikut menjadi dropshipper, menjual produk lokal dari desa mereka ke berbagai kota lewat platform digital.

Indosat: Menyambungkan yang Terpencil

Program perluasan jaringan oleh Indosat bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pemberdayaan. Dalam beberapa kesempatan, tim Indosat turut memberikan pelatihan digital dasar bagi pelaku UMKM di pelosok.

“Visi kami adalah menjembatani kesenjangan digital. Ketika internet menyala di desa, potensi ekonomi ikut bangkit,” ujar Swandy Tjia dari Indosat.

Dulu Tak Terdengar, Kini Ramai di Marketplace

Kini, akun toko online milik Nurlela bernama Dapoer Lela telah memiliki ratusan ulasan positif. Kue-kue tradisional Bugis buatannya menjadi langganan di berbagai kota besar, terutama saat hajatan dan acara keluarga.

“Saya tidak pernah mimpi bisa kirim kue ke luar Sulawesi. Tapi ternyata, dengan internet dan sedikit belajar, semua mungkin,” tutup Nurlela.

Kisah seperti Nurlela adalah potret nyata bagaimana internet bukan sekadar fasilitas, melainkan jembatan menuju harapan dan kemandirian ekonomi. Dari pelosok yang dulu sunyi, kini ramai oleh transaksi digital. Dan semua bermula dari satu hal sederhana: koneksi yang menyala. (*)

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II
PT Sentralsari Primasentosa Salurkan Bantuan Air Minum Cleo Dukung Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng
Audiensi Bersama Wali Kota Makassar, OPDIS SD Islam Athirah Makassar Sampaikan Program Pilah Sampah
Tim Cara’de BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Bupati Gowa Husniah Talenrang Penuhi Panggilan Tipidkor Polresta Gowa
Rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Promo “Merdeka Escape” di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar
HUT RI Ke-81, Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Kecamatan Wajo
Pemusnahan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu: Sinergi BOTASUPAL Menjaga Kepercayaan  Masyarakat terhadap Rupiah 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:02 WITA

PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:41 WITA

PT Sentralsari Primasentosa Salurkan Bantuan Air Minum Cleo Dukung Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Audiensi Bersama Wali Kota Makassar, OPDIS SD Islam Athirah Makassar Sampaikan Program Pilah Sampah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Tim Cara’de BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Bupati Gowa Husniah Talenrang Penuhi Panggilan Tipidkor Polresta Gowa

Berita Terbaru