Nenas Jangang-Jangang Siap Ekspor, Petani Barru Nikmati Hasil Bantuan Pemerintah

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:00 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BARRU, FILALIN.COM — Kabupaten Barru tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura. Salah satu daerah yang tengah menjadi sorotan adalah Desa Jangang-Jangang, Kecamatan Pujananting, yang kini tumbuh menjadi sentra produksi buah nanas unggulan di Sulawesi Selatan.

Didukung oleh luasnya lahan pertanian dan perkebunan, Desa Jangang-Jangang memiliki bentang alam perbukitan hijau dan udara yang sejuk. Potensi ini dimanfaatkan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, yang pada tahun 2024 menyalurkan bantuan benih nanas kepada kelompok tani setempat.

“Alhamdulillah, hari ini hasil dari bantuan tersebut sudah dirasakan masyarakat. Rasanya manis, dagingnya lembut, dan airnya banyak. Karena itu, buah nanas dari desa kami sangat diminati masyarakat,” ujar Rahman, Kepala Desa Jangang-Jangang, Senin (27/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rahman, para pedagang buah dari berbagai daerah seperti Barru, Pangkep, Parepare, hingga Makassar rutin datang membeli hasil kebun warga. Saat ini, wilayah sentra produksi nanas di Desa Jangang-Jangang mencapai 100 hingga 200 hektare, yang dikelola oleh sekitar 100 petani aktif.

Lebih membanggakan lagi, komoditas nanas asal Barru ini mulai dilirik oleh pasar luar negeri. Sejumlah pengusaha dari Oman dan Irak dikabarkan berencana mengunjungi Desa Jangang-Jangang pada November 2025, sebagai langkah awal penjajakan ekspor buah nanas ke Timur Tengah.

“Alhamdulillah, nenas kami siap ekspor. Ini peluang besar bagi petani kami untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Rahman optimis.

Rencana ekspor ini diharapkan membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan nilai jual produk hortikultura di Kabupaten Barru. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendorong pengembangan produk pertanian unggulan di daerah.

Menanggapi isu yang beredar terkait banyaknya bibit nanas bantuan yang mati, Rahman memberikan klarifikasi.

“Memang ada yang mati, tapi itu sudah diantisipasi. Dari total bantuan 300 ribu bibit nanas, ditambah lagi 1.500 bibit cadangan untuk menggantikan yang rusak saat penyaluran. Alhamdulillah, kini semuanya tumbuh subur dan hasilnya sudah dinikmati masyarakat,” jelasnya menutup wawancara.(*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan
Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang
Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WITA

PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WITA

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang

Sabtu, 26 September 2026 - 19:03 WITA

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Berita Terbaru

Berita

Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:03 WITA