MAKASSAR,FILALIN.COM, –Kegiatan Diklat Ekonomi Syariah (DES) XVI resmi terlaksana pada 28–30 November 2025. Mengusung tema “Melalui Sinergi Loyalitas dan Integritas sebagai Fondasi Kaderisasi Menuju Generasi Rabbani Mandiri dan Berdaya,” kegiatan ini menjadi momentum penguatan karakter kader agar memiliki integritas, komitmen keilmuan, serta ketangguhan dalam berproses di lingkungan organisasi.
Rangkaian diklat diisi dengan lima materi utama: kefosseian, keforkeisan, persidangan, pengantar ekonomi Islam, dan gazwul fikr. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat keorganisasian, memperluas wawasan ekonomi syariah, serta meneguhkan nilai-nilai Islam dalam diri para peserta. Tahun ini, DES XVI diikuti oleh 104 peserta dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Direktur Eksekutif FORKEIS, Andi Jahnur Itsnaeni Kaffah, yang memberikan pesan mendalam kepada para peserta.
“Selamat bergabung teman-teman DES 16 Sebagai keluarga besar KSEI FORKEIS UIN ALAUDDIN MAKASSAR yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kalian adalah orang-orang terpilih dari banyaknya pendaftar; yang terpilih adalah mereka yang benar-benar ingin mengasah diri,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta DES 16 yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar.
“Besar harapan saya kepada teman-teman untuk terus belajar dan jangan pernah bosan. Bagi penuntut ilmu, tantangan terbesar adalah rasa malas dan rasa bosan. Untuk teman-teman DES 15, tetaplah solid dalam mendampingi adik-adik kalian yang baru saja dilantik.”
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dewan Alumni FORKEIS, Dr. Ainul Fatha Isman, S.E., M.A., yang sekaligus menutup kegiatan secara resmi. Beliau memulai pesannya dengan menyambut para kader baru, lalu mengaitkannya dengan pentingnya konsistensi dalam berproses.
“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar. Hati-hati dengan FORKEIS, karena FORKEIS adalah organisasi yang membuat nyaman—terlihat dari teman-teman DES 15 yang masih bertahan dan terus membersamai,” ujarnya.
Beliau kemudian menegaskan bahwa kenyamanan ini harus diiringi dengan komitmen kuat untuk menjaga konsistensi positif.
“Di FORKEIS, teman-teman akan mendapatkan banyak kajian, mengikuti lomba, membuat paper, dan berbagai pengalaman lainnya. Yang paling dibutuhkan oleh generasi Z sekarang adalah konsistensi positif. Tanpa konsistensi, kemampuan apa pun tidak akan membawa kita jauh.”
Dalam penutup sambutannya, beliau mengingatkan bahwa setiap kader memiliki kebebasan untuk memilih ruang pengembangan diri, namun penting memilih tempat yang mendukung perkembangan terbaik.
“Banyak organisasi yang bagus di luar sana, dan kalian berhak memilih ke mana ingin berkembang. Tetapi FORKEIS adalah organisasi yang membuat nyaman untuk tumbuh,” tutupnya.
Dengan berakhirnya sambutan tersebut, Diklat Ekonomi Syariah XVI resmi ditutup oleh Dr. Ainul Fatha Isman, S.E., M.A., menandai dimulainya perjalanan baru para kader DES XVI untuk berproses, berkarya, dan berkontribusi dalam keluarga besar KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar. (*)












