MAKASSAR,FILALIN.COM, — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus menggencarkan program literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat selama bulan Ramadan 2026. Edukasi keuangan tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan kegiatan literasi keuangan dilakukan melalui berbagai metode, baik secara langsung di sekolah dan kampus maupun melalui media massa dan media sosial.
Muchlasin menjelaskan, sebagian besar sasaran program edukasi tersebut memang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, meskipun masyarakat umum juga tetap menjadi target utama sosialisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dilihat sasaran prioritasnya, memang terbanyak masyarakat umum. Tapi paling banyak kegiatan kita lakukan di pelajar dan mahasiswa, baik di kampus maupun di sekolah,” ujar Muchlasin saat media update di Kantor OJK Sulselbar, Makassar, Senin (9/3/2026).
Selain sosialisasi langsung, OJK Sulselbar juga memanfaatkan layanan masyarakat di radio dan media sosial untuk memperluas jangkauan literasi keuangan.
“Untuk layanan masyarakat di radio ada sekitar 20 kali siaran, kemudian melalui media sosial juga cukup besar jangkauannya. Jadi kita manfaatkan berbagai kanal supaya masyarakat lebih memahami literasi keuangan,” jelasnya.
OJK juga membentuk Duta Literasi Keuangan melalui program OJK Peduli yang berfungsi memperluas penyebaran edukasi di berbagai komunitas. Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.116 duta literasi telah dilatih melalui skema training for trainer.
“Duta literasi ini berasal dari komunitas, mahasiswa, guru, dan dosen. Mereka kita latih kemudian membantu menyebarkan edukasi keuangan di lingkungan masing-masing,” kata Muchlasin.
Selain itu, pada tahun 2026 OJK juga menjalankan kampanye nasional bertajuk Gerak Syariah dengan tema Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah. Program ini digelar selama Ramadan untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah di masyarakat.
“Kegiatan ini sudah kita mulai beberapa minggu sebelum Ramadan dan sekarang memasuki puncaknya. Pelaksanaannya berlangsung dari 6 sampai 17 Maret, sehari sebelum Lebaran,” ungkapnya.
Melalui berbagai program tersebut, OJK berharap masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan, sekaligus terhindar dari berbagai penawaran keuangan ilegal yang kerap marak selama bulan Ramadan. (*)



















