MAKASSAR,FILALIN.COM – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, tren pemilihan kendaraan masyarakat mulai bergeser. Tidak lagi sekadar mencari mobil yang lapang, efisiensi bahan bakar kini menjadi faktor penentu utama. Fenomena ini terlihat dari melonjaknya minat terhadap lini kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota yang dinilai menjadi solusi paling rasional untuk perjalanan jarak jauh.
Berdasarkan data terbaru dari PT Toyota-Astra Motor (TAM), kontribusi mobil hybrid terhadap total penjualan meningkat signifikan. Di awal tahun 2026 saja, pangsa pasar model hybrid melonjak menjadi 42,6%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 31,2%.
Karakteristik mudik yang identik dengan jarak tempuh ratusan kilometer dan risiko kemacetan panjang membuat teknologi hybrid semakin diminati. Teknologi ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik yang mampu bekerja secara bergantian atau bersamaan, menghasilkan konsumsi BBM yang jauh lebih irit dibandingkan mobil konvensional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Muh Afrisal salahsatu pengguna New Velos mengaku,hybrid menjadi pilihan selain karena tampilannya elegan dan berkelas juga dari segi keamanan yang cukup tinggi. Perpaduan savety,nyaman dan irit inilah yang menjadi alasan utama membeli new velos untuk dipakai mudik lebaran.
“Kalau menurut saya hybrid ini paket komplit,selain untuk gaya juga hemat sehingga pas dipakai mudik,” ujarnya Rabu (11/3).
Dia menambahkan saat macet total di jalur mudik, mesin bensin pada mobil hybrid seringkali mati dan digantikan oleh motor listrik. Kondisi ini membuat kabin sangat senyap dan bebas getaran, sehingga anggota keluarga di dalam mobil tidak cepat lelah.
Chief Executive Officer (CEO) Kalla Toyota, Robby Wijaya menyatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap elektrifikasi kini telah menyentuh pasar praktis.
”Kami melihat adanya pergeseran pola pikir. Masyarakat kini mencari kendaraan yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga fungsional untuk kebutuhan keluarga, terutama untuk perjalanan jauh seperti mudik. Model hybrid kami menawarkan efisiensi tanpa harus khawatir soal infrastruktur pengisian daya (charging station),” ujarnya.
Dia menjelaskan selain faktor bahan bakar, aspek ketenangan selama perjalanan dan faktor kenyamanan kabin menjadi poin plus.
Dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km, kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan teknologi ini pun semakin terkikis. Tren ini diprediksi akan terus menguat, menjadikan mobil hybrid sebagai standar baru kendaraan keluarga di Indonesia. (*)





















