ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, — Antusiasme generasi muda terhadap literasi keuangan syariah terus meningkat. Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 mencatat 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia.

 

Jumlah tersebut naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah tim meningkat sekitar 15 persen. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat pertumbuhan partisipasi itu sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman generasi muda sekaligus mendorong mereka mengambil peran dalam perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Puncak ISFO 2026 dengan tema “Learn, Innovate, Elevate” digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

 

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan ISFO dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi pengetahuan.

 

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.

 

## Hampir 12 Ribu Peserta Belajar Keuangan Syariah

 

Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu gambaran meningkatnya ruang belajar keuangan syariah bagi generasi muda. OJK mencatat ISFO 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah yang berkompetisi melalui dua pendekatan, yakni penguatan pengetahuan dan penerapan dalam kegiatan kewirausahaan.

 

Dicky menilai nilai penting ISFO tidak semata-mata ditentukan oleh peserta yang keluar sebagai juara. Proses belajar selama mengikuti kompetisi menjadi bagian yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan dan kemampuan dalam mengelola keuangan.

 

OJK mendorong lahirnya generasi muda yang CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, dan TERLINDUNGI.

 

CAKAP berarti memahami keuangan. BIJAK berarti mampu menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan. PRODUKTIF berarti mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

Sementara TERLINDUNGI berarti memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, menjaga data pribadi, serta mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.

 

Empat karakter tersebut menjadi bagian dari arah edukasi yang ingin diperkuat OJK melalui kegiatan literasi keuangan, termasuk di sektor syariah.

 

## Abdul Mu’ti: Generasi Muda Jadi Modal Ekonomi Syariah

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia memiliki modal sosial besar melalui generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, dan memiliki idealisme.

 

Menurut Abdul Mu’ti, kelompok tersebut memiliki potensi menjadi penggerak perkembangan ekonomi syariah Indonesia.

 

“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.

 

Ia menekankan bahwa ekonomi syariah tidak semata-mata berbicara mengenai akumulasi kekayaan. Manfaat ekonomi juga perlu dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

 

Salah satu tantangan yang disebut Abdul Mu’ti adalah memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat.

 

Karena itu, generasi muda didorong untuk terus belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan. Mereka juga diharapkan mampu mengelola keuangan secara bijak, membangun usaha produktif, serta menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.

 

## OJK dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi dari Sekolah

 

Penguatan literasi keuangan tidak berhenti di arena kompetisi. Pada Puncak ISFO 2026, OJK dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menandatangani Nota Kesepahaman serta meluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F.

 

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan maupun program pendidikan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan.

 

OJK menyusun bahan ajar tersebut bersama pemangku kepentingan terkait sebagai dukungan terhadap Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen pada 2024.

 

Materi literasi finansial tersebut diintegrasikan dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler, termasuk Matematika dan Ekonomi, serta kegiatan kokurikuler.

 

Bahan ajar itu telah dikurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Materinya diharapkan membantu tenaga pendidik menyampaikan pengetahuan finansial yang relevan dan aplikatif kepada pelajar.

 

Dengan pendekatan tersebut, literasi keuangan tidak hanya diperkenalkan melalui kompetisi, tetapi juga diupayakan menjadi bagian dari proses pendidikan formal.

 

## Literasi Perlu Diikuti Akses Pembiayaan

 

Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu berjalan bersama dengan penguatan akses pembiayaan.

 

Menurut Ferry, koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang relevan bagi generasi muda.

 

“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Ferry.

 

Ia mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang tersedia. Generasi muda juga diharapkan mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah.

 

Pesan tersebut sejalan dengan keberadaan kompetisi Wirausaha Muda Syariah dalam ISFO 2026 yang memberi ruang bagi mahasiswa menerapkan pengetahuan keuangan syariah melalui gagasan usaha.

 

## Tiga Tim Raih Gelar Wirausaha Muda Syariah

 

Setelah melewati tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan empat tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah kategori pelajar, empat tim kategori mahasiswa, dan tiga tim Wirausaha Muda Syariah kategori mahasiswa.

 

Pada kategori pelajar CCKS, Juara 1 diraih tim MAN Insan Cendekia Kota Batam yang beranggotakan Keanu Alief Montoya, Ahmad Akif Al Zahrawi, dan M. Razan Aqil Muflih.

 

Juara 2 diraih tim MAN Insan Cendekia Serpong, Juara 3 tim MAN 2 Kota Malang, sedangkan Juara 4 diraih tim kedua MAN Insan Cendekia Batam.

 

Untuk kategori mahasiswa CCKS, Juara 1 diraih Aida Aulia Rahmah, Iskazkro Rohmat Chaska, dan Dea Alifiah Ihsani dari Universitas Brawijaya Malang.

 

Juara 2 ditempati tim Politeknik Keuangan Negara STAN, Juara 3 juga diraih tim Politeknik Keuangan Negara STAN, sedangkan Juara 4 berasal dari Universitas Padjajaran Sumedang.

 

Sementara itu, kompetisi Wirausaha Muda Syariah menempatkan Athar Ibrahim Toyib dan Zahra Nurul Rizkiyah dari IPB University sebagai Juara 1 melalui usaha Sortine.

 

Juara 2 diraih Siti Syahlah Septiyani, Naila Fidriatul Ilham, dan Dina Widyastuti dari Universitas Widyatama melalui FitDaYs. Juara 3 ditempati Azid Ramadhan, Bintang Najwa Manurung, dan M. Ariel Zulya Ramadhan dari Universitas Syiah Kuala melalui usaha ELPIS.

 

## Dari Kompetisi Menuju Duta Literasi

 

ISFO 2026 pada akhirnya tidak hanya meninggalkan daftar pemenang. OJK berharap peserta membawa pengetahuan yang diperoleh selama kompetisi ke lingkungan sekolah, kampus, keluarga, dan masyarakat.

 

Para peserta juga diharapkan dapat mengambil peran sebagai Duta Literasi Keuangan Syariah dengan menyebarkan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah secara positif.

 

Dengan jumlah peserta yang mencapai 11.952 orang, ISFO 2026 memperlihatkan bahwa edukasi keuangan syariah memiliki ruang yang luas di kalangan generasi muda.

 

OJK menempatkan ruang tersebut bukan hanya sebagai arena belajar, tetapi juga sebagai pintu menuju kemampuan mengelola keuangan, membangun usaha, menciptakan inovasi, dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi syariah Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar
Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel
Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar
OJK DORONG INKLUSI KEUANGAN PETANI RUMPUT LAUT MELALUI IMPLEMENTASI e-SEAWEED 
Wujudkan Kawasan Hijau dan Berkelanjutan, NIPAH PARK Dukung Indonesia Green Building Festival 2026 Makassar 
YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program HIV
Kukuhkan Peran Pencetak Pemimpin Masa Depan, FISIP UIT Gelar PKKMB 2026 dan Siapkan Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:30 WITA

ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WITA

Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:25 WITA

SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar

Jumat, 25 September 2026 - 20:26 WITA

Rutin Gelar Donor Darah, UIT Makassar Sabet Penghargaan Kemanusiaan dari PMI Sulsel

Jumat, 25 September 2026 - 19:25 WITA

Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Tiga Prestasi di Alkali Contest 2026 UIN Alauddin Makassar

Berita Terbaru

Berita

SD Inpres Tello Baru 2 Kembangkan Inovasi Berlayar

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:25 WITA