MAKASSAR,FILALIN.COM, — Makassar Leadership Summit (MLS) kembali digelar pada 2026 setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2023. Forum kepemimpinan ini menjadi ruang pertemuan para profesional, pengusaha, pemimpin organisasi, akademisi, hingga pelaku usaha dari berbagai sektor.
MLS 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi tiga organisasi, yakni PMSM, GNIK, dan APINDO. Ketiganya menjadi bagian dari ekosistem profesional yang bergerak di bidang sumber daya manusia, human capital, serta dunia usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyelenggara menjelaskan, MLS tidak hanya diarahkan sebagai forum seminar, tetapi sebagai ekosistem lintas sektor untuk mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman kepemimpinan.
Para pemimpin dari tingkat nasional yang telah melalui proses kurasi juga akan dihadirkan untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai kepemimpinan, transformasi organisasi, serta tantangan dunia bisnis.
“Makassar Leadership Summit ini sebenarnya adalah satu ekosistem yang lintas sektor. Bagaimana kita bisa bertukar wawasan dengan banyak orang, banyak leader yang kami datangkan dari nasional yang sudah kami kurasi,” ujar salah satu penyelenggara MLS 2026 Fauziah Zulfitri Kamis (1/10/2026)
Menurutnya, pengalaman para pemimpin tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi peserta dalam membangun kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan zaman.
“Mereka akan membagikan insight dan pengalaman bagaimana mereka bisa menjadi leader-leader yang baik, dan kita tentunya bisa berkolaborasi dengan seluruh peserta,” lanjutnya.
Empat Perspektif Kepemimpinan
MLS 2026 mengangkat empat perspektif utama, yakni People, Technology, Sustainability, dan Resilience.
Perspektif People menyoroti pentingnya membangun manusia sekaligus mempersiapkan calon pemimpin untuk kebutuhan organisasi di masa mendatang.
Sementara Technology membahas kemampuan pemimpin dan organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Adapun Sustainability diarahkan pada bagaimana organisasi dan dunia usaha dapat membangun arah yang berkelanjutan.
Sedangkan Resilience menekankan pentingnya ketahanan pemimpin dalam menghadapi berbagai risiko dan perubahan, baik di dalam organisasi maupun dunia bisnis.
“Filosofi kita di tahun ini ada empat. Bagaimana kita membangun manusia, bagaimana kita beradaptasi dengan teknologi, lalu dengan sustainable kita bisa membangun arah ke depan yang lebih bagus, serta kita menciptakan pemimpin yang punya ketahanan terhadap risiko apa pun yang terjadi di dalam organisasi atau di dalam bisnis,” jelasnya.
Target 500 Peserta
Pada penyelenggaraan 2026, panitia menargetkan kehadiran lebih dari 500 peserta.
Peserta yang disasar berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, industri nasional, UMKM, retail, hospitality, properti, konstruksi hingga rumah sakit.
Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
“Target kami sekitar 500 lebih partisipan yang akan datang. Sudah banyak pendaftar yang ada di daftar kami,” katanya.
Ia menambahkan, MLS 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk “menjahit” berbagai sektor dalam satu ekosistem kepemimpinan.
Dengan mempertemukan pelaku usaha, profesional dan pemimpin dari berbagai bidang, forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan pertukaran gagasan yang berujung pada kolaborasi dan transformasi organisasi.
MLS 2026 juga diharapkan semakin memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu ruang pertemuan bagi para pemimpin dan profesional dari kawasan Indonesia Timur. (*)


















