Dari Titik Pengeboran, Harapan Air Bersih Mulai Dibangun di Pelosok Gowa

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:50 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA, FILALIN.COM— Air bersih merupakan kebutuhan yang hadir dalam hampir setiap bagian kehidupan, mulai dari menyiapkan kebutuhan rumah tangga hingga menjaga kebersihan lingkungan. Ketika akses terhadap air masih menjadi persoalan, aktivitas sehari-hari masyarakat ikut terdampak.

Di Dusun Kampung Parang, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, upaya menghadirkan sumber air bersih mulai memasuki tahap awal. Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 melaksanakan persiapan penentuan titik pengeboran sumur bor pada Sabtu (17/10).

Tahapan awal ini menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan ketersediaan air bersih yang kerap dialami warga setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum pengeboran dilakukan, personel Satgas TMMD menyisir lokasi untuk menentukan titik yang dinilai sesuai. Proses tersebut memadukan kajian teknis dengan kearifan lokal guna mencari posisi sumber air tanah yang tepat.

Pekerjaan ini masih berada pada tahap persiapan. Namun, penentuan titik pengeboran menjadi langkah awal dalam rencana penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Menentukan Titik, Menyiapkan Sumber Kehidupan

Penyediaan air bersih bukan sekadar menghadirkan sumur di suatu lokasi. Sumber air yang dibangun diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Ketersediaan air berkaitan erat dengan kehidupan rumah tangga, kesehatan lingkungan, hingga aktivitas ekonomi warga. Karena itu, penentuan lokasi pengeboran menjadi bagian penting dalam tahapan pekerjaan yang dilakukan Satgas TMMD.

Dalam proses tersebut, personel TNI berkoordinasi dengan pemerintah desa. Komunikasi dan kerja sama dijalin untuk mendukung kelancaran persiapan di lapangan.

Perpaduan kajian teknis dan pengetahuan lokal menjadi pendekatan yang digunakan untuk menentukan titik pengeboran. Dengan begitu, proses persiapan tidak hanya bertumpu pada pemeriksaan lokasi, tetapi juga mempertimbangkan pengetahuan yang berkembang di tengah masyarakat.

Meski demikian, manfaat sumur bor baru dapat dirasakan setelah proses pembangunan selesai dan sumber air dapat dimanfaatkan. Tahap awal ini menjadi bagian dari perjalanan menuju tujuan tersebut.

Warga dan Prajurit Bertemu dalam Pekerjaan Bersama

Di lokasi pengerjaan, warga menunjukkan antusiasme saat berbaur dengan personel TNI. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari suasana kerja bersama dalam pelaksanaan TMMD di Desa Barembeng.

Program TMMD mempertemukan kegiatan pembangunan dengan kerja sama antara TNI dan masyarakat. Dalam pengerjaan sumur bor ini, koordinasi dengan pemerintah desa turut mendukung tahapan persiapan.

Bagi masyarakat, ketersediaan sarana air bersih menjadi hal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, pengerjaan yang dilakukan bersama menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara prajurit dan warga.

Namun, harapan terhadap pembangunan ini pada akhirnya bertumpu pada hasil yang bisa digunakan masyarakat. Sumur bor perlu menyelesaikan tahapan pengerjaan hingga dapat menyediakan air yang layak dimanfaatkan.

Menunggu Air Mengalir

Penentuan titik pengeboran menandai dimulainya pekerjaan yang diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan air bersih di Dusun Kampung Parang.

Belum ada keterangan mengenai hasil pengeboran ataupun waktu sumur mulai dapat digunakan. Karena itu, manfaat akhirnya masih menunggu penyelesaian tahapan pembangunan.

Harapan warga terhadap ketersediaan air bersih menjadi alasan penting di balik pekerjaan tersebut. Air bukan hanya kebutuhan sesaat, melainkan bagian dari penopang kehidupan rumah tangga dan lingkungan yang sehat.

“Semoga sumur ini segera terealisasi,hingga kita tidak kesulitan air lagi dimusim kemarau ini,” ujar Basoi  seorang warga sekitar.

Melalui TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Satgas TNI memulai upaya penyediaan sarana air bersih di Desa Barembeng. Pekerjaan itu masih berawal dari penentuan titik, tetapi tujuannya mengarah pada kebutuhan yang mendasar: menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.

Jika tahapan berikutnya berjalan sesuai rencana, sumur bor tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana yang mendukung kehidupan warga Dusun Kampung Parang dalam jangka panjang. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senyum Anak-anak Kaluppini di Atas Jembatan Baru, Tak Lagi Cemas Berangkat Sekolah
Konservasi Burung Nuri Talaud di Bitung, Edukasi Generasi Muda Jadi Bagian Penting Pelestarian
Kolaborasi Prodi Magister Hukum UIT dengan DPN PERADI Bahas Pendalaman dan Pengembangan Materi PKPA
Talud Mulai Terbangun, Satgas TMMD dan Warga Kalebarembeng Perkuat Jalan Desa
OJK PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT BONE, DORONG KEPUTUSAN KEUANGAN YANG BIJAK DAN WASPADA INVESTASI ILEGAL
Toyota New Hilux Double Cabin 2026 Jadi Incaran Pengunjung Auto Show Makassar
Winarni dan Mimpi Menjadi Dokter Hewan: Cerita Anak Nelayan yang Tumbuh di Rumah Anak Pesisir
Progres Jembatan Garuda Tahap VI di Gowa Capai 98 Persen, Dandim Harap Segera Diresmikan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Senyum Anak-anak Kaluppini di Atas Jembatan Baru, Tak Lagi Cemas Berangkat Sekolah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:20 WITA

Konservasi Burung Nuri Talaud di Bitung, Edukasi Generasi Muda Jadi Bagian Penting Pelestarian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:09 WITA

Kolaborasi Prodi Magister Hukum UIT dengan DPN PERADI Bahas Pendalaman dan Pengembangan Materi PKPA

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:06 WITA

Talud Mulai Terbangun, Satgas TMMD dan Warga Kalebarembeng Perkuat Jalan Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:50 WITA

Dari Titik Pengeboran, Harapan Air Bersih Mulai Dibangun di Pelosok Gowa

Berita Terbaru