GOWA, FILALIN.COM – Pembangunan talud penahan tanah di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, terus dikebut oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1409/Gowa.
Hingga Minggu (18/10/2026), progres pengerjaan talud tersebut telah mencapai 25 persen. Pembangunan ini menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang bertujuan memperkuat infrastruktur desa sekaligus menjaga keamanan akses jalan yang digunakan masyarakat sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan talud dinilai penting untuk mengantisipasi potensi pengikisan tanah dan longsor, terutama saat musim hujan. Kondisi tanah di sekitar jalan desa membutuhkan penguatan agar akses transportasi warga tetap aman dan tidak mudah mengalami kerusakan akibat erosi.
Peltu Edy S dari Penerangan Kodim (Pendim) 1409/Gowa mengatakan, pengerjaan talud terus dilaksanakan dengan mengoptimalkan keterlibatan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.
“Pembangunan talud ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat struktur tanah di tepi jalan desa. Kami terus menggenjot pengerjaannya agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Peltu Edy S, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong semangat gotong royong serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan talud di lokasi sasaran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penyelesaian pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
Keberadaan talud nantinya diharapkan mampu meminimalkan risiko longsor dan erosi di sekitar jalan desa, sehingga mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan lancar.
Melalui program TMMD ke-130, Kodim 1409/Gowa terus mendorong pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat perdesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Catatan redaksi: Kutipan langsung Peltu Edi S di atas merupakan draf redaksional berdasarkan informasi yang diberikan, bukan kutipan terverifikasi dari wawancara. Sebaiknya dikonfirmasi kepada narasumber sebelum berita diterbitkan. (*)


















