GOWA,FILALIN.COM,– “Sebelumnya, saya tidak pernah bermimpi punya rumah sendiri.” Kalimat penuh haru itu diungkapkan Pak Ismail, warga Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, setelah menerima bantuan pembangunan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kodim 1409/Gowa.
Bagi Ismail, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sebuah rumah. Ia memaknainya sebagai anugerah dari Allah SWT sekaligus bentuk kepedulian prajurit TNI yang membawa harapan baru bagi dirinya dan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya merasa sangat terharu atas apa yang diberikan oleh Allah SWT dan bapak-bapak TNI dari Kodim 1409/Gowa. Sebelumnya, saya tidak pernah bermimpi punya rumah sendiri,” ujar Ismail.
Ungkapan itu menjadi gambaran betapa berartinya bantuan tersebut bagi Ismail. Harapan memiliki rumah sendiri yang sebelumnya tak pernah terbayangkan kini mulai diwujudkan melalui kerja bersama personel TNI dan masyarakat setempat.
Pada Kamis (22/10/2026), pengerjaan rumah Ismail kembali dilanjutkan. Hingga hari itu, progres pembangunan telah mencapai 22 persen, meliputi penataan struktur awal dan pembenahan pondasi bangunan.
Pembangunan yang berlangsung di Desa Kalebarembeng tersebut menjadi bagian dari upaya Kodim 1409/Gowa membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama warga bergotong royong menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Setiap tahapan menjadi bagian dari perjalanan menuju rumah yang diharapkan dapat memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga Ismail.
Bagi Ismail, rumah itu kini bukan lagi sekadar sesuatu yang jauh dari bayangan. Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, harapan untuk memiliki tempat tinggal sendiri mulai menemukan wujudnya.
Program RTLH ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir melalui tindakan nyata. Kehadiran TNI bersama masyarakat bukan hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membantu sesama.
Pembangunan rumah Ismail ditargetkan terus berlanjut hingga selesai. Harapannya, rumah tersebut kelak menjadi tempat berteduh yang layak bagi dirinya dan keluarga, sekaligus awal dari kehidupan yang lebih nyaman.
Di Desa Kalebarembeng, pondasi rumah itu mulai dibenahi. Bagi Ismail, yang tumbuh bukan hanya sebuah bangunan, melainkan juga rasa syukur atas harapan yang perlahan menjadi kenyataan.
(*/Sumber: Pendim 1409/Gowa)


















