Percepat Adopsi Pembayaran Digital di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan Setara Networks Luncurkan Layanan Transaksi Instan Tanpa Biaya Tambahan

- Penulis

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 11:51 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  – Indonesia merupakan salah satu pasar pembayaran digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Tingkat penetrasi industri pembayaran digital di Indonesia diperkirakan akan mencapai lebih dari 85 persen di tahun depan. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Setara Networks (tara) berkolaborasi meluncurkan fitur transaksi instan tanpa biaya tambahan untuk terus mempercepat adopsi pembayaran digital di tanah air. Kini pelanggan Indosat dapat bertransaksi secara digital dengan lebih aman dan cepat darimana pun hanya dengan sekali klik melalui tara tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan apa pun atau membayar biaya tambahan apa pun. Pengguna juga akan mendapatkan reward dalam setiap transaksi yang mereka lakukan di tara

ndonesia adalah negara yang menjadi salah satu pasar aplikasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada tahun 2022, 80% penduduk Indonesia telah memiliki smartphone, dan lebih dari 212 juta pengguna mengakses internet langsung dari ponsel mereka. Melalui kolaborasi dengan tara, Indosat menghadirkan pengalaman pembayaran digital melalui ponsel yang lebih menarik dan unik kepada pelanggannya melalui jaringan bank dan bisnis, sehingga turut mendorong akselerasi agenda transformasi digital bangsa.

SVP – Head of Digital Business Indosat Ooredoo Hutchison, Sabrina Lee, mengatakan, “Kami sangat gembira mengumumkan bahwa melalui kemitraan bersama tara, kini pelanggan Indosat dapat merasakan pengalaman pembayaran digital yang lebih menyenangkan tanpa mengeluarkan biaya tambahan dan tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan apa pun. Ini merupakan kolaborasi penting yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan kami dan berkontribusi dalam mempercepat adopsi pembayaran digital di Indonesia.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibangun dalam aplikasi bima+ dan dalam waktu dekat segera hadir di myIM3, Indosat dan tara berkolaborasi menciptakan jaringan pembayaran yang seamless dan sangat aman dengan model tanpa biaya dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional. Pelanggan Indosat dapat menggunakan fitur ini dengan membuat Pay-ID unik satu kali saja yang dihubungkan dengan nomor ponselnya dan dapat digunakan untuk semua transaksi. Pada akhirnya, teknologi OneClick Checkout dari tara akan meningkatkan pengalaman pengguna dengan pembayaran tanpa hambatan, nyaman, dan aman.

Lebih lanjut, mode pembayaran baru ini akan menurunkan waktu transaksi rata-rata menjadi 20 detik dibandingkan dengan pembayaran virtual account dimana pengguna perlu login ke aplikasi bank untuk menyelesaikan pembayaran. Terlebih lagi, pengguna terdaftar juga akan menerima reward melalui permainan tertentu setelah menyelesaikan transaksinya.

“Kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi secara digital hanya dengan sekali klik ini akan menjadi pembeda utama Indosat dari penyedia layanan serupa lainnya. Kami berharap pelanggan kami akan mendapatkan pengalaman digital yang mengesankan dengan layanan ini, yang pada akhirnya bisa mendorong akselerasi agenda transformasi digital Indonesia,” lanjut Sabrina.

Untuk membuat jaringan pembayaran gabungan, tara telah menghubungkan lebih dari 40 bank besar berskala nasional, regional, dan multinasional, termasuk dengan berbagai merchant terkemuka. Dalam beberapa bulan mendatang, tara akan melanjutkan kerjasama dengan lebih banyak mitra.

Mengomentari pengembangannya, Rajib Saha, Co-founder & Chief Executive Officer Setara Networks Worldwide, perusahaan induk dari tara, mengatakan, “Dengan integrasi bank dan bebas biaya admin, maka layanan ini akan sangat menguntungkan bagi semua orang. Kedepannya, kami berencana untuk menghadirkan ribuan merchant dengan biaya layanan sangat rendah yang akan meningkatkan pembayaran mikro dan merevolusi e-commerce di Indonesia dan pengguna kami juga akan mendapatkan reward melalui permainan tertentu setelah menyelesaikan transaksinya”

“Secara global, kita telah melihat bagaimana pembayaran digital telah mengubah pasar e-commerce. Inilah saatnya bagi Indonesia untuk melakukan terobosan dalam transaksi fisik, dengan transaksi digital yang tanpa gesekan, tanpa biaya, dan sekali klik,” tutup Rajib. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Area Ambon Perkuat Kepedulian Sosial, Sabet Tiga Penghargaan CSR 2026
PT PEGADAIAN AREA AMBON RAIH TIGA PENGHARGAAN WINNER TOP CSR AWARD 2026 DARI PEMERINTAH KOTA AMBON
OJK DORONG INOVASI ASET KEUANGAN DIGITAL SYARIAH YANG BERMANFAAT DAN MEMPERKUAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT
Semangat Gotong‑Royong Membara, Rumah Layak Bapak Syahrir Capai 68 Persen Menuju Garis Akhir
PERKUAT PENEGAKAN HUKUM PASAR MODAL, OJK KEMBALI TETAPKAN SANKSI PELANGGARAN MANIPULASI SAHAM, INFORMASI MENYESATKAN, DAN PENYALAHGUNAAN REKENING NASABAH
OJK DORONG MAHASISWA JADI AGEN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGERAK EKONOMI DAERAH
ARYADUTA Makassar Hadirkan “New Year’s Eve Glamping Party”, Sambut 2027 dengan Perayaan Penuh Hiburan
Sinergi Kuat TNI dan Masyarakat Gowa, Kebut Pembangunan Jembatan Beton Sungai Karangloe
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:08 WITA

Pegadaian Area Ambon Perkuat Kepedulian Sosial, Sabet Tiga Penghargaan CSR 2026

Rabu, 4 November 2026 - 15:56 WITA

PT PEGADAIAN AREA AMBON RAIH TIGA PENGHARGAAN WINNER TOP CSR AWARD 2026 DARI PEMERINTAH KOTA AMBON

Rabu, 4 November 2026 - 15:41 WITA

OJK DORONG INOVASI ASET KEUANGAN DIGITAL SYARIAH YANG BERMANFAAT DAN MEMPERKUAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT

Rabu, 4 November 2026 - 15:07 WITA

Semangat Gotong‑Royong Membara, Rumah Layak Bapak Syahrir Capai 68 Persen Menuju Garis Akhir

Rabu, 4 November 2026 - 12:49 WITA

PERKUAT PENEGAKAN HUKUM PASAR MODAL, OJK KEMBALI TETAPKAN SANKSI PELANGGARAN MANIPULASI SAHAM, INFORMASI MENYESATKAN, DAN PENYALAHGUNAAN REKENING NASABAH

Berita Terbaru