OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Masih Terjaga

- Penulis

Selasa, 10 Oktober 2023 - 15:03 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, —  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) tetap tumbuh kuat. Hal ini turut berkontribusi dalam mempertahankan kinerja perekonomian nasional di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

“Sektor jasa keuangan nasional terjaga stabil didukung permodalan yang kuat, kondisi likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga sehingga meningkatkan optimisme bahwa sektor jasa keuangan nasional mampu memitigasi risiko higher for longer suku bunga global,” kata Ketua OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Senin 9 Oktober 2023.

Mahendra melanjutkan, ketidakpastian kinerja perekonomian global masih berlanjut. Tercermin dari tingginya angka inflasi di Amerika Serikat (AS) yang menimbulkan sifat hawkish oleh The Fed.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya di AS, Bank Sentral Eropa juga sedang memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga. Di tengah lemahnya kinerja perekonomian dan tingginya angka inflasi.

“Sehingga, otoritas moneter Eropa menaikan suku bunganya, namun juga menginsyaratkan tingkat suku bunga saat ini telah mencapai puncaknya,” katanya.

Sementara itu di Tiongkok, insentif fiskal dan moneter yang dikeluarkan otoritas Tiongkok masih sangat terbatas. Sebab, pemulihan ekonomi di sana masih belum sesuai ekspektasi, bahkan kinerja ekonomi Tiongkok masih di level pandemi.

“Perkembangan-perkembangan itu mendorong berlanjutnya kenaikan yield surat utang di AS dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap semua mata uang dunia utama lainnya dan negara berkembang. Sehingga menyebabkan tekanan outflow dari pasar emerging market termasuk Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi domestik, volatilitas di pasar saham, obligasi, dan nilai tukar berada dalam tren yang meningkat. Di perekonomian domestik, tingkat inflasi meningkat menjadi 3,27 persen yoy, sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 3,3 persen.(*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK DORONG ASN BATANG JADI BAGIAN DARI PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PASAR MODAL
LPPM UIT Lanjutkan Monev Internal di FEB, Perkuat Arah Riset Ekonomi dan Bisnis yang Relevan dan Berdampak
Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026
EWAKO KAPOPOSANG: Bank Indonesia Hadirkan Layanan Rupiah  hingga Wilayah Kepulauan 3T Kabupaten Pangkep
Linieritas Penting,  Tetapi Guru Bukan Garis Lurus
Perkuat Ekosistem Pesisir Pangkep, Kalla Toyota Tanam 43.000   Pohon Mangrove dalam Rangka HUT KALLA ke-74 
FIN EXPO BIK 2026 PERKUAT SINERGI DAN PERLUAS AKSES KEUANGAN MASYARAKAT SULAWESI SELATAN
Sambut Bulan Oktober, ARYADUTA Makassar Hadirkan Promo Menerpa “Octotreats Staycation” dengan Pemandangan Pantai yang Mempesona
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:33 WITA

OJK DORONG ASN BATANG JADI BAGIAN DARI PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PASAR MODAL

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:39 WITA

LPPM UIT Lanjutkan Monev Internal di FEB, Perkuat Arah Riset Ekonomi dan Bisnis yang Relevan dan Berdampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:05 WITA

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WITA

EWAKO KAPOPOSANG: Bank Indonesia Hadirkan Layanan Rupiah  hingga Wilayah Kepulauan 3T Kabupaten Pangkep

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:44 WITA

Perkuat Ekosistem Pesisir Pangkep, Kalla Toyota Tanam 43.000   Pohon Mangrove dalam Rangka HUT KALLA ke-74 

Berita Terbaru

Berita

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 21:05 WITA