Sulsel Talk : Dari 17 Sektor, Pertanian Yang Mengalami Penurunan Drastis 

- Penulis

Selasa, 21 Mei 2024 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, secara global, dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat dengan risiko dan ketidakpastian meningkat. ini terlihat dari ekonomi global di 2024 tumbuh stabil, AS lebih kuat dari yang diperkirakan dan Inflasi AS 3,5% pada Maret 2024.

Hal ini diungkapkan di Seminar bertajuk Sulsel Talk. Kegiatan ini bertema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sulsel dan Upaya Menjaga Stabilitas Harga pangan, di Kantor BI Sulsel Jalan Jendral Sudirman Makassar, Selasa (21/5/2024).

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data menunjukkan Di Quartal 1 2024 ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) lebih tinggi dari ekspektasi BI 5,08% (yoy). Ini juga didukung oleh konsumsi RT, konsumsi pemerintah, dan konsumsi LNPRT. Dari sisi LU, yaitu industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, ” ujarnya.

 

Rizki menyebutkan, Sektor Pertanian menyumbang pertumbuhan negatif sejak triwulan III Tahun 2023 sampai dengan saat ini dan semakin membesar dari 0,1 %, -0,46% dan -0,75%.

 

“Sektor Pertanian di dominasi oleh subsektor perikanan budidaya tangkap dengan total 40%. ini menjadi tantangan karena kinerja sektor pertanian belum sepenuhnya pulih karena masih terdapat risiko terjadinya La Nina dan penyaluran pupuk subsidi yang tidak tepat sasaran,” jelas Rizki.

 

Penegasan yang sama diungkapkan

PJ Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsyad . Dia menegaskan

penurunan ekonomi Sulsel, ternyata dari 17 sektor lapangan usaha, sektor pertanian mengalami penurunan yang drastis.

 

“melalui forum ini perlu kita cermati untuk melakukan akselerasi mendongkrak perekonomian, karena ada 8,7 persen masyrakat kita msh dibawah garis kemiskinan,” sebutnya.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, penjabat Gubernur Sulsel menginstruksikan untuk melakukan transformasi digital dan konsolidasi dengan lintas golongan.

“Termasuk dalam forum bersama semua pihak yang digelar oleh pihak bank Indonesia. Sebetulnya kami mempertanyakan data BPS menyebutkan Sulsel mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi 4,51 persen? benarkah demikian? secara Sulsel banyak ditopang perekonomian yang baik, ” jelasnya

 

Andi Muhammad Arsyad menambahkan penurunan ekonomi Sulsel, ternyata dari 17 sektor lapangan usaha, sektor pertanian mengalami penurunan yang drastis. “melalui forum ini perlu kita cermati untuk melakukan akselerasi mendongkrak perekonomian, karena ada 8,7 persen masyrakat kita msh dibawah garis kemiskinan,” sebutnya.

 

Dari data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel Di Sulsel, Perkembangan ekonomi Triwulan 1 Tahun 2024 mengalami peningkatan. “Triwulan 1 tumbuh 4,82 % meningkat dari 3,79 % (yoy). saat ini Sulsel berada di peringkat 20 dari 33 Provinsi.

 

Bank Indonesia terus sinergi TPID, Pembentukan neraca pangan di 24 kabupaten/kota, lakukan penguatan Cinta Bangga Paham Rupiah khususnya pada periode panen raya. selain itu, Bank Indonesia mendorong penerapan green house khususnya untuk produk holtikultura yang rentan iklim dan cuaca.

 

Sedang seminar ini sendiri menghadirkan narasumber Sunarsip selaku pengamat ekonomi, Prof Marzuki DEA Dosen FEB Unhas dan dihadirib Konsulat jepang, Konsulat Australia, DPRD Sulsel, kanwil LPS, kepala OJK, sekda Takalar dan Pangkep, pihak BUMN, Akademisi dan Media. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovatif, Lomba Eco Printing Warnai FORSA Vol. IV SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga
OPERASI SAR NELAYAN JATUH DI PERAIRAN NEW PORT PELINDO RESMI DITUTUP
Radio Vs Teknologi dan Royalti: Ancaman atau Peluang
Swiss-Belinn Panakkukang dan Bank Papua Gelar Event Edukatif Literasi Finansial untuk Generasi Muda
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia untuk Amankan Pejuang Ramadan
SMP Athirah Bukit Baruga dan Harmoni Seribu Budaya
Besok, Ahmad Rifa’i Rif’an Hadir dalam Ngaji Literasi di Al-Markaz Makassar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:09 WITA

Inovatif, Lomba Eco Printing Warnai FORSA Vol. IV SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:26 WITA

OPERASI SAR NELAYAN JATUH DI PERAIRAN NEW PORT PELINDO RESMI DITUTUP

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:54 WITA

Radio Vs Teknologi dan Royalti: Ancaman atau Peluang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:13 WITA

Swiss-Belinn Panakkukang dan Bank Papua Gelar Event Edukatif Literasi Finansial untuk Generasi Muda

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:05 WITA

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Berita Terbaru

Berita

Radio Vs Teknologi dan Royalti: Ancaman atau Peluang

Sabtu, 14 Feb 2026 - 16:54 WITA