Strategi Penguatan Ekspor Produk Sulsel Di Tengah Gejolak Ekonomi Global

- Penulis

Jumat, 16 Agustus 2024 - 15:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Ekspor merupakan salah satu faktor penting yang turut mendorong perekonomian daerah. Pada triwulan II 2024, laju pertumbuhan ekspor luar negeri Sulsel masih mengalami kontraksi sebesar -10,73% (yoy), walau membaik dibandingkan triwulan I 2024 yang mencatatkan kontraksi lebih dalam sebesar 25,10% (yoy). Tren kontraksi ekspor luar negeri ini utamanya disebabkan turunnya permintaan komodi: nikel, di tengah penurunan harga nikel di pasar global karena kondisi over supply sehingga menghambat kinerja ekspor nikel Sulsel ke negara mitra dagang (Jepang dan Tiongkok). Selain itu, gejolak geopoli:k yang semakin meningkat turut menghambat ekspor Sulsel untuk tumbuh lebih tinggi.

Melihat fenomena tersebut, BI Sulsel berinisiatif  menyelenggarakan seminar Sulsel Talk yang diselenggarakan pada 15 Agustus 2024 bertempat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan dengan mengangkat tema “Strategi Penguatan Ekspor Produk Sulawesi Selatan di Tengah Gejolak Ekonomi Global”. Seminar ini menghadirkan :tiga orang narasumber yaitu: 1.) Bapak Rizki Ernadi Wimanda, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, dengan paparan mengenai perkembangan terkini ekonomi global, nasional, dan Sulawesi Selatan; 2.) Josua Pardede, Chief Economist PT. Bank Permata Tbk, dengan paparan mengenai Strategi Penguatan Ekspor Sulawesi di Tengah Gejolak Ekonomi Global; 3.) Arief R. Pabe]ngi, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sulselbar.

Berdasarkan paparan narasumber, Sulsel masih memiliki peluang untuk dapat meningkatkan kinerja ekspor dalam mendorong perekonomian Daerah. Rizki menjelaskan bahwa saat ini kinerja ekspor Sulsel masih relatif terbatas oleh karena pemulihan perekonomian global masih belum optimal karena tingginya ketidakpastian dan dampak dari konflik geopolitik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun, pemberian insentif daerah berbasis ekspor dapat menjadi salah satu opsi solusi,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Arief juga menjelaskan bahwa pemberian subsidi dan premi ekspor juga merupakan langkah yang dapat diambil untuk mendorong kinerja ekspor Sulsel ke depan.

Sementara itu, Josua memaparkan bahwa akselerasi hilirisasi rumput laut dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor Sulawesi Selatan. Selain nikel dan turunannnya, komoditi rumput laut juga merupakan komoditi ekspor unggulan Sulsel. Namun demikian, saat ini porsi rumput laut yang diekspor masih didominasi oleh raw materials (bukan produk hasil olahan). Josua menambahkan bahwa hilirisasi dan pendalaman ekspor tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas produksi rumput laut sebagai bahan baku. Pemberian insentif bagi para pelaku usaha, termasuk distribusi bibit rumput laut yang berkualitas dan manajemen inventory dapat membantu meningkatkan produksi sekaligus menjaga fluktuasi harga rumput laut.

Sulsel Talk triwulan II 2024 berupaya untuk memberikan solusi konkret terhadap masalah dan tantangan perekonomian Sulsel. Sebanyak 213 peserta yang hadir dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, Forkopimda, media, secara antusias menyimak dan berdiskusi pada sesi tanya jawab hingga kegiatan selesai. Acara yang dimoderatori oleh Nana Djamal ini menyimpulkan 4 hal yaitu:

1. Sulawesi Selatan memiliki potensi ekspor non mineral dari wilayah daratan maupun kepulauan, antara lain rumput laut, ikan segar, serta pertanian dan hor:kultura.

2. Terkait pengembangan rumput laut, terdapat kendala berupa fluktuasi harga. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan kapasitas produksi, insentif pelaku usaha (termasuk distributor rumput laut), manajemen inventori, dan pengembangan SDM pengelola rumput laut.

3. Diperlukan SKK (Sinergi, Kolaborasi, dan Koordinasi) lintas otoritas untuk meningkatkan kinerja ekspor, antara lain 1) kepas:an mitra dagang terutama ke pasar non tradisional seper: Afrika, Nigeria, Timur Tengah, 2) dukungan pembiayaan, 3) dukungan transportasi direct call serta biaya transportasi yang terjangkau.

4. Selain itu, perlu peningkatan industri pengolahan yang selain meningkatkan nilai tambah komoditas, juga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi
PERKUAT KINERJA ORGANISASI, OJK LANTIK PEJABAT BARU
NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN
Mahasiswa KKN Unhas Bantu Perancangan Bank Sampah Berkelanjutan di Kelurahan Kassi
Pertamina Respons Cepat Tambah Pasokan LPG 3 Kg, Kondisi Penyaluran di Sulawesi Selatan Berlangsung Kondusif
Swiss-Belinn Panakkukang Makassar dan PMI Sulsel Kumpulkan 135 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Darah
Customer Engagement Wilayah 4: Pelindo Jasa Maritim Dengar Keluhan dan Kebutuhan Pelanggan
Gerakan Menanam Sejak Dini di SDN 174 Pinrang, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Urban Farming kepada Siswa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:39 WITA

PERKUAT KINERJA ORGANISASI, OJK LANTIK PEJABAT BARU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:43 WITA

NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:24 WITA

Mahasiswa KKN Unhas Bantu Perancangan Bank Sampah Berkelanjutan di Kelurahan Kassi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Pertamina Respons Cepat Tambah Pasokan LPG 3 Kg, Kondisi Penyaluran di Sulawesi Selatan Berlangsung Kondusif

Berita Terbaru

Berita

PERKUAT KINERJA ORGANISASI, OJK LANTIK PEJABAT BARU

Rabu, 5 Agu 2026 - 09:39 WITA

Berita

NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

Rabu, 5 Agu 2026 - 07:43 WITA