BI Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Positif

- Penulis

Rabu, 11 Desember 2024 - 06:58 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

i

0-0x0-0-0#

MAKASSAR,FILALIN.COM,– Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memproyeksikan laju perekonomian provinsi ini tetap tumbuh positif dengan inflasi yang masih terkendali pada 2025. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, saat acara Sulsel Talk ‘Outlook Pertumbuhan Ekonomi Sulsel’ di Kantor BI Sulsel, Selasa (10/12/2024).

 

Diskusi seputar perekonomian daerah itu menghadirkan narasumber kompeten. Selain Rizki selaku tuan rumah, juga diundang yakni Kepala Perwakilan DJPb Sulsel Supendi dan Chief Economist PT Bahana TCW Investment Management Indonesia Budi Hikmat. Kegiatan ini juga dirangkaikan peluncuran website terkait Sistem Informasi Harga dan Pasokan Pangan Sulsel alias Sigap Sultan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada kesempatan itu, Rizki menyampaikan laju perekonomian Sulsel pada 2025 diperkirakan mampu tumbuh rentang 4,8 persen hingga 5,6 persen. Adapun laju inflasi diperkirakan tetap terkendali pada angka 2,5 persen dengan deviasi 1 persen.

 

 

 

“Perekonomian Sulsel pada tahun 2025 diperkirakan tumbuh meningkat lebih kuat dengan inflasi yang terkendali,” kata Rizki.

 

Guna mendukung laju pertumbuhan ekonomi disertai inflasi yang terkendali, ia menekankan dibutuhkan komitmen bersama dan sinergi dari seluruh stakeholder. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

 

Pada kesempatan itu, Rizki juga memaparkan ekonomi Sulsel secara menyeluruh pada 2024. Meski belum sepenuhnya usai, ekonomi Sulsel pada tahun ini diperkirakannya lebih baik dibandingkan tahun lalu.

 

“Perekonomian Sulsel tahun 2024 diperkirakan tumbuh 4,7-5,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, dengan inflasi yang terkendali dalam batas bawah sasaran inflasi yaitu pada kisaran 1,8 persen dengan deviasi 0,5 persen,” paparnya.

 

Rizki menjabarkan faktor pendukungnya ialah cuaca yang kondusif dan dukungan program benih mandiri. Juga adanya bantuan alsintan dari pemerintah yang tentunya memacu pertumbuhan dari lapangan usaha pertanian.

 

Kepala Perwakilan DJPb Sulsel, Supendi, pada kesempatan itu memaparkan mengenai APBN yang digelontorkan untuk Sulsel. Juga mengenai belanja pemerintah pusat di daerah.

 

Sementara itu, Chief Economist PT Bahana TCW Investment Management Indonesia, Budi Hikmat, membawakan materi berjudul ‘Strategi Kemakmuran Meraih Indonesia Emas’. Budi memberikan beberapa saran untuk memajukan perekonomian Sulsel. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ROAD TO 6TH ANNIVERSARY, VASAKA HOTEL MAKASSAR GELAR CSR DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS
Perkuat Stabilisasi Harga Cabai, TPID Sulsel Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Makassar
LAZ Hadji Kalla Kembali Laksanakan Gema Sound System, Bantu 90 Masjid dan 30 Pesantren
FISIP UIT Evaluasi Kurikulum, Dorong Pembelajaran Berbasis Outcome dan Teknologi
FKM UIT Sambut Mahasiswa Baru 2026 melalui PKKMB dan Kuliah Tamu: Menyiapkan Generasi Kesehatan Masyarakat yang Sehat, Unggul, dan Berkarakter
Bukit Baruga Buka Peluang Penghasilan Tambahan lewat Program Baruga Friends
RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan President Director dan CEO, Perkuat Transformasi Berbasis AI dan Pertumbuhan Inklusif
Wujud Nyata Pembinaan Teritorial, Kodim 1409/Gowa Latih Puluhan Anak Pencak Silat Militer
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:22 WITA

ROAD TO 6TH ANNIVERSARY, VASAKA HOTEL MAKASSAR GELAR CSR DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS

Rabu, 30 September 2026 - 21:17 WITA

Perkuat Stabilisasi Harga Cabai, TPID Sulsel Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Makassar

Rabu, 30 September 2026 - 21:00 WITA

LAZ Hadji Kalla Kembali Laksanakan Gema Sound System, Bantu 90 Masjid dan 30 Pesantren

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WITA

FISIP UIT Evaluasi Kurikulum, Dorong Pembelajaran Berbasis Outcome dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 - 15:34 WITA

FKM UIT Sambut Mahasiswa Baru 2026 melalui PKKMB dan Kuliah Tamu: Menyiapkan Generasi Kesehatan Masyarakat yang Sehat, Unggul, dan Berkarakter

Berita Terbaru