Seorang Pendaki Gunung Bawakaraeng Meninggal Dunia Akib Hipotermia

- Penulis

Minggu, 30 Oktober 2022 - 01:07 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gowa — Diduga terserang hipotermia, pendaki Gunung di kawasan Lembah Ramma kaki Gunung Bawakaraeng Kelurahan Bontolerung Kec. Tinggimoncong Kab. Gowa, warga Bukit Graha Praja Indah D4/13 Kelurahan Manggala Makassar, Rahmansyah alias Mamang, 21, meninggal dunia, Sabtu (29/10/2022) dini hari.

Kasi Humas Polres Gowa Akp Hasan Fadhlyh, SH mengungkapkan, Rahmansyah alias Mamang bersama dua orang rekannya melakukan registrasi untuk melakukan pendakian melalui Jalur Panaikang Kelurahan Bontolerung untuk menuju Lembah Slank dan pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2022 pukul 01.00 wita Tiba di Kawasan Danau Slank dan mendirikan 1 Buah tenda untuk bertiga.

“Menurut keterangan rekan korban, bahwa pada hari sabtu tanggal 29 Oktober 2022 Pukul 02.00 wita, korban bersama kedua rekannya masuk ke tenda untuk istrahat, dan Sekitar Pukul 03.00 wita, korban ngorok serta mengeluarkan liur sehingga rekan korban terbangun mendengar korban ngorok,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas menambahkan, saat itu juga rekan korban minta tolong ke salah satu pendaki lainnya yang berada di sekitar Lokasi, agar ke Pos Registrasi Untuk melaporkan bahwa ada salah satu pendaki yang Hipotermia namun dilihat oleh pendaki lain bahwa korban sudah meninggal dunia.

“Sekitar Pukul 06.30 wita, Warga bersama Pemerintah setempat serta TNI Polri melakukan evakusai kepada korban lewat jalur Panaikang, dan sekitar Pukul 11.00 wita, Korban berhasil di evakuasi, selanjutnya dibawa ke puskesmas Tinggimoncong Untuk menunggu pihak keluarga,”ucap Akp Hasan Fadhlyh, SH.

Pukul 13.30 wita, Korban di antar ke rumah duka bersama tim relawan dan PMI, serta Personil Polsek Tinggimoncong mendatangi pihak keluarga untuk menandatangani Berita Acara Penolakan Outopsi, dimana pada saat di Puskesmas Tinggimoncong Pihak keluarga menolak untuk dilakukan Outopsi.

Kasihumas Akp Hasan Fadhlyh, SH mengaku, hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, Korban diduga meninggal lantaran hipotermia.

”Korban sudah diserahkan ke keluarga untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman,” singkat .

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapimnas Forkonas PP DOB, Hasbi Syamsu Ali Bawa Aspirasi 4 CDOB dan Provinsi Luwu Raya
PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
Buka ASC Vol. 5, OSIS SMA Islam Athirah Makassar Rangkul PMI Gelar Donor Darah
Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi
Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas
SD Negeri Borong Dorong Budaya Literasi Siswa Lewat Membaca dan Menulis
Jelang HUT ke-26, Mal Ratu Indah Hadirkan Artcade sebagai Ruang Kreatif dan Komunitas
Peringati World Heart Day 2026, Bukit Baruga Hadirkan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Jantung Gratis
Berita ini 29 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:00 WITA

Rapimnas Forkonas PP DOB, Hasbi Syamsu Ali Bawa Aspirasi 4 CDOB dan Provinsi Luwu Raya

Selasa, 29 September 2026 - 17:31 WITA

PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang

Selasa, 29 September 2026 - 12:07 WITA

Buka ASC Vol. 5, OSIS SMA Islam Athirah Makassar Rangkul PMI Gelar Donor Darah

Selasa, 29 September 2026 - 11:04 WITA

Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi

Senin, 28 September 2026 - 20:24 WITA

Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru

Berita

Pelita SDN Borong Makassar, Cara Sekolah Hidupkan Literasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:04 WITA