Pasutri Meninggal Dunia Terseret Banjir di Parepare

- Penulis

Kamis, 2 Februari 2023 - 15:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban hanyu terserset banjir di Parepare, Kamis (2/2/2023). (foto: ist)

i

Petugas mengevakuasi korban hanyu terserset banjir di Parepare, Kamis (2/2/2023). (foto: ist)

Filalin, Parepare – Hujan deras yang mengguyur Kota Parepare, Sulawesi Selatan sejak pukul 17.30 WITA, Rabu (1/2/2023) menyebabkan banjir di sejumlah kelurahan.

Akibatnya, pasangan suami istri ditemukan tewas setelah rumahnya ikut terbawa derasnya arus banjir. Dua korban itu adalah Ramli (40) dan Fitri (31). Keduanya merupakan warga Tegal 1, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Parepare.

Baca Juga: Seorang Warga di Barru Tewas Tersambar Kereta Api

“Ada dua warga meninggal, mereka suami istri,” kata Lurah Lapadde, Rahmat Karim, Kamis (2/2/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rumah mereka hanyu, dan mereka ikut hanyut juga malamnya saat banjir datang,” lanjutnya.

Mayat pasutri tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda pada Kamis pagi. Jenazah korban telah dibawa ke rumah keluarga.

Selain itu, sekitar 84 warga di tiga kecamatan terdampak banjir juga telah berhasil dievakuasi.

Banjir terjadi karena meluapnya sejumlah sungai dan naiknya air laut setelah kota itu diguyur hujan selama beberapa jam.

Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Bacukiki, Kecamatan Ujung, dan Kecamatan Bacukiki Barat.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo mengatakan pihaknya masih mendata sejumlah wilayah yang terdampak.

Baca Juga: Pelaksanaan Event Beautiful Malino 2023 Kembali Dijadwalkan

“Petugas masih mendata dampak banjir secara keseluruhan,” tuturnya.

BMKG memprediksikan hujan dan disertai angin kencang masih akan terjadi di sejumlah wilayah Sulsel untuk beberapa hari ke depan.

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan Minta Kejari Barru hingga Kejagung Telusuri Anggaran Oplah Rp.8M
Bukan Sekadar Otonomi, KAHMI Sulsel Mulai Bicara Masa Depan Hubungan Pusat-Daerah
DPR Minta Konflik Agraria Tak Lagi Ditangani Represif, Laoli di Luwu Timur Kini Jadi Ujian
Peradi Profesional Sulsel Apresiasi SEMA MA, Dinilai Perjelas Kepastian Hukum Putusan Bebas
180 Kepala Sekolah di Makassar Belajar Strategi Transformasi Sekolah di Athirah
HUT ke-81 RI, Sekolah Islam Athirah Dorong Pendidikan Layak dan Berkeadilan untuk Semua
KKLT Genap 20 Tahun, Diaspora Luwu Timur Mulai Bicara Kontribusi Strategis
Semarak Kemerdekaan RI ke-81, BBPOM di Makassar Hadirkan Gerakan Pasar Murah dan Aksi Donor Darah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WITA

Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan Minta Kejari Barru hingga Kejagung Telusuri Anggaran Oplah Rp.8M

Sabtu, 5 September 2026 - 09:27 WITA

Bukan Sekadar Otonomi, KAHMI Sulsel Mulai Bicara Masa Depan Hubungan Pusat-Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:12 WITA

DPR Minta Konflik Agraria Tak Lagi Ditangani Represif, Laoli di Luwu Timur Kini Jadi Ujian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Peradi Profesional Sulsel Apresiasi SEMA MA, Dinilai Perjelas Kepastian Hukum Putusan Bebas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:47 WITA

180 Kepala Sekolah di Makassar Belajar Strategi Transformasi Sekolah di Athirah

Berita Terbaru