Mimbar Demokrasi; Mahasiswa Makassar Serukan Lawan Politik Dinasti dan Pelanggar HAM

- Penulis

Senin, 18 Desember 2023 - 05:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Menyikapi situasi politik dan demokrasi belakangan ini, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi SULSEL (AMPDS) menggelar Mimbar Demokrasi di Lapangan STIE AMKOP, Minggu (17/12/2023).

Mimbar demokrasi ini mengusung tema perlawanan “Lawan Politik Dinasti dan Pelanggar HAM”, yang dikemas dalam bentuk Panggung Rakyat. Kegiatan ini melibatkan 12 kampus ternama di Makassar, dengan peserta tidak hanya mahasiswa tapi turut hadir beberapa sopir angkot – pete’ pete’, tukang becak, bentor dan komunitas Vespa, dan organisasi tunarungu.

Menurut Aspar Muin selaku salah satu inisiator gerakan, jika Mimbar Demokrasi merupakan respon atas situasi demokrasi Indonesia yang kian diobrak abrik oleh kekuasaan rezim Jokowi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jokowi telah membawa demokrasi pada titik nadir, dimana kekuasaannya telah mengintervensi hukum demi melanggengkan kekuasaan keluarga dan memberikan jalan mulus bagi anaknya untuk dapat maju sebagai Capres” ungkap Aspar menegaskan dasar inisiatif gerakan ini.

Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 90/PUU-XXI/2023 mengejutkan publik yang telah mengubah syarat batas usia calon presiden dan wakil presiden, melalui pengujian UU No.7/2017 tentang Pemilu dinilai upaya untuk memuluskan secara khusus Gibran Raka Bumi Raka untuk mendapat tiket menjadi Cawapres. Hal ini menjadi semakin kontroversi karena Ketua MK Anwar Usman yang memutus pengujian UI Pemuli merupakan ipar dari Jokowi, dimana kemudian Anwar Usman dinyatakan melanggar kode etik akibat putusan tersebut.

“Rezim ini sedang membangun Dinasti Politik dengan mengorbankan demokrasi dan Negara Hukum kita. Kejahatan konstitusional itu nyata dilakukan Jokowi dan keluarganya. Inilah Rezim ugal-ugalan sepanjang sejarah Indonesia, melampaui praktek Orde Baru dan jelas mengkhianati amanah reformasi 25 tahun lalu”_ tegas Aspar.

Reformasi telah berjalan 25 tahun, namun situasi Demokrasi masih dianggap jalan ditempat bahkan banyak pihak yang menilai sejak kepemimpinan Jokowi mengalami kemunduran. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya kasus kriminalisasi aktivis dan pejuang HAM yang dikriminalisasi.

Sementara itu Koordinator AMPDS – Moesang menyatakan jika gerakan ini akan terus berlanjut menyerukan perlawanan terhadap politik dinasti dan penolakan terhadap pelanggar HAM berkuasa di Negeri ini.

“Kami akan terus bergerak menyerukan perlawanan, kegiatan hari ini hanyalah pra kondisi dari aksi panjang yang kami rencanakan di Makassar. Kami tidak ingin kembali pada situasi dimana kritik dibungkam dan negara ini menjadi Negara Kekuasaan yang merusak tatanan Hukum. Rezim ini perlu diberi peringatan dari Makassar yang merupakan Kota para Demonstran”_ ungkap Moesang Mahasiswa UNISMUH Makassar ini.

Menurutnya Mimbar Demokrasi hari ini baru permulaan dari upaya rekonsolidasi gerakan Mahasiswa Makassar. AMPDS berencana melanjutkan aksi mereka dalam demonstrasi langsung.

“Aksi ini upaya menggalang kekuatan massa gerakan, tidak hanya mahasiswa tapi juga masyarakat pada umumnya yang selama ini merasa kan ketidakadilan rezim. Diacara ini kami perkirakan peserta yang hadir sekitar seribu an orang dari puluhan kampus di Makassar. Juga kami melihat ada antusiasme dari masyarakat, buktinya sopir pete’ pete’ dan tukang becak mau Hadir.”ucap Moesang.

Kegiatan Mimbar Demokrasi ini juga melibatkan seniman mural, dan bank ternama di Kota Daeng; Kapal Udara dan Makassar Uye. Terlihat juga hadir komunitas Vespa dan sopir angkot dan bentor, juga menghadirkan tokoh publik untuk memberikan orasi kebangsaan.

Selain panggung rakyat diisi dengan orasi dan penampilan seniman, AMPDS membagikan topeng V for Vandetta kepada peserta sebagai simbol perlawanan, dan juga stiker yang berisi kalimat peringatan “Awas Bahaya! Jangan Sampai Indonesia Dikuasai Tirani Dinasti Dan Pelanggar HAM”

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BrightGas Ramaikan CFD Makassar dengan Promo Refill, Trade-In dan Lomba Rakyat
Semarakkan HUT RI ke 81, PT Pelindo Jasa Maritim mendukung ekonomi UMKM lokal untuk bisa mandiri, berkembang dan naik kelas
Sahabat Erwin Hatta Gelar Doa Bersama dan Tunaikan Nazar Almarhum di Momentum HUT Kemerdekaan RI
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Semarakkan HUT ke-81 RI melalui Fun Riding dan Bakti Sosial
Rayakan HUT ke-81 RI, Bukit Baruga Padukan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sesama
Claro Makassar Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Basarnas Makassar Siagakan 295 Personel Amankan Pendakian HUT ke-81 RI di Gunung Bawakaraeng
Semangat HUT RI ke-81, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:16 WITA

BrightGas Ramaikan CFD Makassar dengan Promo Refill, Trade-In dan Lomba Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:54 WITA

Semarakkan HUT RI ke 81, PT Pelindo Jasa Maritim mendukung ekonomi UMKM lokal untuk bisa mandiri, berkembang dan naik kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:27 WITA

Sahabat Erwin Hatta Gelar Doa Bersama dan Tunaikan Nazar Almarhum di Momentum HUT Kemerdekaan RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:03 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Semarakkan HUT ke-81 RI melalui Fun Riding dan Bakti Sosial

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:02 WITA

Rayakan HUT ke-81 RI, Bukit Baruga Padukan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sesama

Berita Terbaru