Personel Polsek Tinggimoncong Mendatangi TKP Penemuan Mayat Remaja Terseret Arus Sungai di Garassi

- Penulis

Senin, 12 Februari 2024 - 09:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA,FILALIN.COM, — Personel Polsek Tinggimoncong turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Batta-battayya, Kelurahan Garassi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Korban, lelaki Aprianyo (17 tahun), ditemukan meninggal setelah terpeleset dan terseret arus saat mencoba menyeberangi sungai bersama rekannya, Minggu (11/02/2024).

 

Identitas saksi-saksi, Aprianto (15 tahun), Aan (17 tahun) dan Fadil (29 tahun), juga tercatat dalam kejadian ini. Kronologis kejadian menyebutkan bahwa korban dan rekannya tiba di Garassi pada hari minggu tanggal 11 Februari 2024 sekitar pukul 04.00 Wita, lalu beristirahat disalah satu rumah warga kemudian menuju Bukit Sarigang untuk kegiatan dokumentasi (foto-foto).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pukul 14.00 Wita, dari bukit sarigan mereka berencana pulang ke Makassar melalui sungai Batta battaya. Nahasnya saat menyeberangi sungai melalui titian (jembatan kecil) korban terpeleset hingga jatuh terbawa arus sungai yang deras, melihat kejadian tersebut ketiga rekannya hendak menolong namun tak mampu diakibatkan arus sungai yang sangat kuat. Masyarakat setempat dilibatkan dalam pencarian dan korban akhirnya ditemukan tersangkut di kayu dan batu tepi sungai sekitar 1 (satu) kilo meter dari lokasi kejadian.

 

Personel Polsek Tinggimoncong bersama personil Polsubsektor Parigi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tinggimoncong IPTU Anwar, S.E., melakukan proses penanganan di TKP.

Kapolsek juga mengungkapkan, Identitas korban dan saksi sudah kami datakan, sementara dengan pihak keluarga korban disarankan untuk autopsi namun keluarga korban menolak bahwa itu sudah takdir ilahi, kami ikhlas menerima dan menyampaikan surat penolakan autopsi.

 

“Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya arus sungai di wilayah tersebut dan berharap agar kejadian ini dapat memberikan pelajaran tentang keamanan saat menyeberangi sungai, terutama di daerah sungai yang rawan arusnya deras,” ungkap IPTU Anwar. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Besar Nyampa Daeng Siama Berharap Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Makassar
Visitasi Internal Universitas Hasanuddin Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim CARA’DE di Desa Tinggimae
KKI 2026 Jadi Momentum Emas UMKM Sulsel Tembus Pasar Ekspor
Dorong Semangat Petani Desa Julubori, Babinsa Koramil 1409-05/Pallangga Lakukan Pendampingan Penanaman Padi
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Progres Jembatan Beton Pabbundukang Capai 59%, Akses Warga Bontonompo Selatan Segera Terhubung
Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Keluarga Besar Nyampa Daeng Siama Berharap Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Makassar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Visitasi Internal Universitas Hasanuddin Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim CARA’DE di Desa Tinggimae

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:54 WITA

KKI 2026 Jadi Momentum Emas UMKM Sulsel Tembus Pasar Ekspor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:46 WITA

Dorong Semangat Petani Desa Julubori, Babinsa Koramil 1409-05/Pallangga Lakukan Pendampingan Penanaman Padi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:42 WITA

Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

Berita Terbaru