ASMO Sulsel Beri Edukasi Aman Berkendara Kepada Peserta Lomba di Acara Fun Festival E-Pro 2024

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua di Kota Makassar terus meningkat. Data terbaru menunjukkan bahwa 74% dari kecelakaan lalu lintas terjadi pada pengendara sepeda motor, dengan mayoritas korban berusia antara 15 hingga 39 tahun.

 

Hal ini diungkapkan oleh Instruktur Safety Ridong ASMO Sulsel, Wanny Dewa saat menjadi narasumber di acara sosialisasi keselamatan berkendara yang digelar E-Pro di Mal Phinisi Point, Makassar.

 

Wanny mengungkapkan beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan ini.

 

โ€œBanyak pengendara yang ceroboh saat berkendara, seperti tidak memperhatikan lalu lintas dari depan, tidak menjaga jarak aman, ceroboh saat berbelok, melampaui batas kecepatan dalam kota yang seharusnya maksimal 60 km/jam, serta ceroboh saat mendahului,โ€ jelasnya.

 

Menurut Wanny, ada beberapa alasan yang menyebabkan kecelakaan tersebut, antara lain:

 

1. Faktor Lingkungan: Kondisi lingkungan yang tidak kondusif seringkali berkontribusi pada terjadinya kecelakaan.

2. Kondisi Jalan: Jalan yang berlubang, licin, atau tidak rata juga menjadi penyebab utama kecelakaan.

3. Faktor Kendaraan: Kendaraan yang tidak terawat atau tidak layak jalan meningkatkan risiko kecelakaan.

4. Human Error: Kesalahan pengendara, seperti kurangnya konsentrasi dan pengetahuan tentang keselamatan berkendara, menjadi penyebab terbesar.

 

โ€œYang sering kita temui adalah pengendara tidak menjaga jarak aman. Pada kecepatan 40 km/jam saja, jarak aman adalah 11,5 meter atau sekitar 1 detik waktu reaksi,โ€ kata Wanny.

 

Ia juga menambahkan pendidikan dan sosialisasi tentang keselamatan berkendara sangat penting untuk mengurangi angka kecelakaan ini.

 

โ€œKita perlu terus mengedukasi masyarakat, terutama anak muda, agar lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain saat berkendara. Membuat konten positif tentang keselamatan berkendara juga bisa jadi langkah yang efektif,โ€ pungkasnya. (*)