Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaha Di Tengah Tren Pelonggaran Kebijakan Moneter

- Penulis

Selasa, 1 Oktober 2024 - 21:33 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,FILALIN.COM, — Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 September 2024 menilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga stabil dan pasar keuangan menguat di tengah sentimen positif akibat periode cut cycle bank sentral, namun prospek aktivitas perekonomian dunia melemah.

Pertumbuhan ekonomi terindikasi mengalami penurunan di mayoritas negara utama (syncronised slowdown). Di AS, The Fed menurunkan outlook pertumbuhan ekonomi di 2024 diikuti kenaikan level pengangguran dan penurunan inflasi. Di Tiongkok, perekonomian kehilangan momentum pemulihannya setelah sisi produksi yang selama ini menopang pertumbuhan mulai menghadapi tekanan.

Hal ini terlihat dari aktifitas manufaktur yang melambat sehingga mendorong tingkat pengangguran naik ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir, serta tingkat pengangguran muda (youth unemployment) meningkat. Tekanan perekonomian Eropa juga semakin dalam terlihat dari penurunan outlook pertumbuhan dan proyeksi inflasi yang meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan tersebut mendorong bank sentral global memulai siklus penurunan suku bunga yang cukup agresif. The Fed menurunkan Fed Funds Rate sebesar 50 bps, yang secara historis pernah dilakukan pada saat global financial crisis 2008 dan pandemi 2020. Di Tiongkok, PBoC cukup agresif dalam mendukung perekonomian dengan menurunkan suku bunga kebijakannya.

Selain itu, Gubernur PBoC berjanji akan mengambil kebijakan akomodatif lanjutan seperti menurunkan GWM 50 bps untuk meningkatkan likuiditas perbankan, penurunan uang muka pembelian rumah, serta memperpanjang dukungan ke sektor properti selama 2 tahun. Selain itu, kebijakan fiskal di Tiongkok juga akomodatif. Di Eropa, ECB dan Bank of England juga telah memulai siklus penurunan suku bunga.

Kebijakan moneter global yang akomodatif tersebut mendorong kenaikan likuiditas di pasar keuangan, tercermin dari penguatan pasar keuangan global di mayoritas negara. Aliran modal cukup besar ke pasar keuangan emerging market mulai terjadi, termasuk ke pasar keuangan Indonesia.

Di domestik, kinerja perekonomian masih terjaga stabil di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global. Inflasi terpantau terjaga stabil seiring mulai terkendalinya inflasi pangan, serta neraca perdagangan mencatatkan peningkatan surplus sejak Juli 2024. Selain itu, langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps ke level 6 persen diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perekonomian domestik dan memperkuat kapasitas LJK dalam menyalurkan pembiayaan. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Makassar Leadership Summit 2026 Menguji Kembali Makna Leadership di Tengah Disrupsi
Produksi Lokal Jadi Babak Baru BYD, Hadirkan Lebih  Banyak Pilihan Mo
Lanjutkan Ekspansi Layanan, Honda Buka 4 Diler Baru di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah 
Makassar Leadership Summit 2026 Kembali Digelar, Targetkan 500 Peserta Lintas Sektor
Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong
Riset Siswa SMP Islam Athirah Makassar Raih Emas di OPSI 2026
ROAD TO 6TH ANNIVERSARY, VASAKA HOTEL MAKASSAR GELAR CSR DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS
Perkuat Stabilisasi Harga Cabai, TPID Sulsel Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Makassar
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:09 WITA

Makassar Leadership Summit 2026 Menguji Kembali Makna Leadership di Tengah Disrupsi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Produksi Lokal Jadi Babak Baru BYD, Hadirkan Lebih  Banyak Pilihan Mo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:44 WITA

Lanjutkan Ekspansi Layanan, Honda Buka 4 Diler Baru di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:04 WITA

Makassar Leadership Summit 2026 Kembali Digelar, Targetkan 500 Peserta Lintas Sektor

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:56 WITA

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

Berita Terbaru