LAZ Hadji Kalla Berkolaborasi Bersama MPBI dan Yayasan INANTA Gelar Training Dasar “Sphere Handbook” Perkuat Respons Kemanusiaan

- Penulis

Jumat, 29 November 2024 - 09:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – LAZ Hadji Kalla bekerja sama dengan MPBI (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia) dan Yayasan INANTA, sukses menyelenggarakan Training Dasar Sphere Handbook untuk pertama kalinya di Sulawesi Selatan secara gratis kepada peserta terpilih melalui proses seleksi ketat dengan tujuan memperkuat kualitas dan akuntabilitas dalam penanganan kemanusiaan yang berlangsung di Hotel Raising Makassar pada 19-22 November lalu.

Sphere Handbook edisi 2018 ini merupakan sebuah buku yang menjadi pegangan untuk pelayanan sosial, dibuat berlandaskan prinsip bahwa setiap individu terdampak bencana atau konflik berhak mendapatkan bantuan yang layak demi kehidupan bermartabat dan lebih baik. Program ini diikuti oleh 33 orang peserta yang berasal dari berbagai lembaga ataupun instansi yang bergerak dibidang respon kebencanaan dari berbagai organisasi kemanusiaan dan lembaga non-profit seperti PMI dan BPBD dan Tagana dari beberapa wilayah di Sulawesi Selatan.

Selama empat hari, para peserta mendalami prinsip dasar dan standar global Sphere, serta praktik terbaik dalam respons kemanusiaan dari beragam modul, mulai dari water, sanitation and hygiene (WASH), kesehatan, hingga tempat tinggal dan keamanan pangan dalam keadaan darurat. Para peserta dibimbing langsung oleh dua fasilitator utama, Avianto Amri selaku Ketua MPBI dan Muh. Syukri Turusi selaku perwakilan dari MPBI, yang memberikan wawasan praksis mengenai penerapan Sphere dalam situasi darurat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sapril Akhmady, selaku Program Manager Bidang Kemanusiaan, Kesehatan dan Lingkungan, Yayasan Hadji Kalla menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan bisa membentuk jejaring alumni yang solid, aktif, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas respons kemanusiaan berbasis standar Sphere, dimana tidak hanya mampu memperkuat kapasitas peserta dalam mengaplikasikan prinsip-prinsip Sphere, tetapi sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor melalui komunikasi yang efektif, program kerja bersama, dan berbagi sumber daya.

“Dengan jejaring yang terorganisir, alumni diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan inovasi, mempercepat tanggap darurat, serta meningkatkan kesiapsiagaan bencana di komunitasnya masing-masing. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan menghasilkan rencana aksi konkret yang berdampak nyata, memastikan bahwa jejaring alumni tetap relevan, adaptif, dan memberikan kontribusi signifikan dalam jangka panjang,” lengkapnya.

Avianto Amri, selaku Ketua MPBI sekaligus pemateri pelatihan menjelaskan bahwa Sphere Handbook adalah standar global yang diakui dunia, diakui ratusan lembaga dan akademisi dalam merespons krisis kemanusiaan dengan akuntabilitas yang tinggi, sehingga dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memahami prinsip tersebut dan menerapkannya untuk memastikan memberikan respons yang efektif dan bermartabat bagi masyarakat terdampak.

“Kami ingin setiap relawan dan pekerja kemanusiaan memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan tindakan yang tepat dan sesuai dengan hak asasi manusia,” jelasnya.

Salah satu peserta, Wiwi, dari DMC (Disaster Management Centre) Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin, mengaku bahwa pelatihan ini memberinya perspektif baru tentang pentingnya standar dalam bantuan kemanusiaan. Sphere Handbook menjadi panduan yang sangat penting, terutama di lapangan, di mana kami perlu memastikan setiap tindakan memiliki dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Saya belajar bahwa setiap langkah dalam respons kemanusiaan harus direncanakan dengan matang dan terukur agar masyarakat terdampak bisa mendapatkan bantuan secara maksimal. Pelatihan ini membuka wawasan saya untuk bertindak lebih profesional dalam membantu sesama, terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla atas kesempatan ini,” ungkapnya.

LAZ Hadji Kalla, MPBI, dan Yayasan INANTA berharap pelatihan ini dapat berlanjut sebagai agenda rutin untuk memperkuat jaringan kemanusiaan di Indonesia, sehingga di masa depan, semakin banyak relawan dan pekerja kemanusiaan yang terlatih dengan standar Sphere. Suksesnya pelatihan ini, membuat ketiga lembaga penyelenggara optimis bahwa kualitas dan efektivitas respons bencana di Indonesia akan semakin meningkat, dan memastikan bahwa bantuan sampai kepada yang membutuhkan secara tepat dan bermartabat.

Diakhir sesi program ini, setiap peserta menerima sertifikat kelulusan resmi dari MPBI sebagai pengakuan atas kompetensi yang mereka peroleh selama pelatihan ini, dengan begitu para peserta juga bisa meningkatkan kredibilitas yang dimiliki. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

28 Tahun GMTD,  Hadir dan Tumbuh Bersama Masyarakat melalui Serangkaian Kegiatan CSR
Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Distribusi BBM Sulawesi Selatan, Antisipasi Kebutuhan Irigasi dan Pertanian Masyarakat Pascapanen
Mercure Makassar Nexa Pettarani Kumpulkan 134 Kantong Darah di HUT ke-7
Rektor UIT Lantik 5 Pejabat Struktural di UIT
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi
Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Lampaui Target RPJMN 2029
PERINGATI HUT RI ke-81, SMM CAPITAL GROUP KEMBALI GELAR AKSI DONOR DARAH
Bukan Sekadar Prompting, DekatLokal Ajak Mahasiswa Gunakan AI untuk Selesaikan Masalah Nyata UMKM
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:00 WITA

28 Tahun GMTD,  Hadir dan Tumbuh Bersama Masyarakat melalui Serangkaian Kegiatan CSR

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Distribusi BBM Sulawesi Selatan, Antisipasi Kebutuhan Irigasi dan Pertanian Masyarakat Pascapanen

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Mercure Makassar Nexa Pettarani Kumpulkan 134 Kantong Darah di HUT ke-7

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Rektor UIT Lantik 5 Pejabat Struktural di UIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:57 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Luncurkan Bright Gas untuk Petani di Gowa, Hadirkan Energi Alternatif bagi Pompa Irigasi

Berita Terbaru

Berita

Rektor UIT Lantik 5 Pejabat Struktural di UIT

Kamis, 13 Agu 2026 - 08:45 WITA