Ketua Aspikom Pusat Dr.S.Bekti Lantik Pengurus Aspikom Sulselbar

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 17:36 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Ketua Aspikom Pusat Dr.S.Bekti, M.Si Lantik Pengurus Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Periode 2024 – 2027 yang di gelar Aula Teleconference Kedokteran UMI Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu, 15/2/2025.

 

Pelantikan ini dihadiri 17 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sulawasi Selatan dan Sulawesi Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pelantikan ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk ” Transformasi Pendidikan Komunikasi di Ertificial Intelligence, Peluang dan Tantangan”.

 

Ketua Panitia Pelantikan dan Seminar Nasional Aspikom, Muhammad Idris, S.Sos, M.I.Kom mengatakan tema ini diangkat karena kehadiran AI berpengaruh pada semua aspek kehidupan, termasuk dalam kurikulum ilmu komunikasi.

 

” Persoalan utama yang muncul bagaimana menerapkan etika dalam penggunaan AI serta bagaimana mahasiswa tetap memiliki kemampuan analisis yang baik, tanpa hanya mengandalkan teknologi, “kata Muh.Idris.

 

Menurut Muhammad Idris, perkembangan AI memberikan banyak kemudahan dalam dunia akademik, tetapi di sisi lain juga menimbulkan tantangan . Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Ketua Aspikom Pusat, Dr.S.Bekti, M.Si mengatakan pelantikan ini merupakan bagian dari proses rutin organisasi. Ia menyoroti pentingnya peran Aspikom Sulselbar sebagai tuan rumah Kongres Nasional Aspikom yang pada Juli mendatang.

 

Kami melihat ini momen strategis Makassar akan menjadi tuan rumah Kongres Nasional yang dihadiri sekitar 350 perguruan tinggi se Indonesia. Ini bukan hanya soal kepantiaan, tetapi juga tentang membangun solidaritas di kalangan akademisi komunikasi,” kata Bekti.

 

Menurutnya, seminar nasional ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana teknologi semakin berkembang pesat. Ia menilai memberikan kemudahan bagi manusia, tetapi di sisi lain juga menimbulkan dampak negatif yang harus diantisipasi.

 

” Akademisi ilmu komunikasi harus siap menyelaraskan AI agar bisa menjadi alat bantu dalam perkembangan ilmu komunikasi, bukan justru menggantikan peran manusia,”ucapnya.

 

Pesan dari Ketua Umum Aspikom Pusat, Sulsel sebagai tuan rumah Kongres Nasional harus menjadi perhatian khusus bagi para pengurus. Ini tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan dengan matang, ” ungkapnya.

 

Dengan pelantikan ini, diharapkan kepengurusan Aspikom Sulselbar semakin aktif dalam berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan tinggi ilmu komunikasi, terutama dalam merespon perubahan zaman yang dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan.

 

Ketua Aspikom Sulselbar terpilih, Dr.Abdul Majid, S.Sos, M.Si mengatakan kepengurusan baru ini beranggotakan sekitar 80 orang yang berasal dari 17 Universitas, baik negeri maupun swasta di wilayah Sulselbar.

 

Agenda utama hari ini adalah pelantikan yang dilakukan dua bulan setelah penetapan ketua. Kami berharap program kerja yang disusun bisa fleksibel dan mampu merespon kebutuhan pendidikan komunikasi saat ini, terutama dalam menghadapi era digitalisasi,” kata Majid.

 

Aspikom, lanjut Majid, memiliki fokus pada tata kelola program studi, kurikulum serta akreditasi. Ia juga menekankan pentingnya memunculkan keunikan dari masing-masing program studi komunikasi di Indonesia Timur.

 

Selain itu, Aspikom juga merespons keberadaan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang berperan dalam penilaian kualitas program studi komunikasi di perguruan tinggi.

 

Ketua Dewan Pakar Aspikom, Prof. Dr. Muh. Akbar, M.Si berharap kepengurusan yang baru bisa menjalankan program lebih baik dari sebelumnya. Ia mendorong agar kegiatan akademik dan diskusi ilmiah semakin diperbanyak. kegiatan akademik dan diskusi ilmiah semakin diperbanyak.

 

Menurut Muh Akbar, merancang kurikulum dalam pengembangan ilmu komunikasi sebaiknya berbasis kebijakan. Namun, perlu dipertimbangkan aspek seberapa penting, kesiapan SDM, dan bagaimana metode pengembangannya, karena kurikulum yang ideal adalah yang bisa menjawab semua persoalan, “ungkapnya.(*/Bed).

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tendangan Perdana Kapolresta Gowa Buka Kapolresta Gowa Cup 2026, 12 Tim Siap Bertanding
41 Pengelola Komunitas Literasi di Gowa Ikuti Pelatihan Manajemen
PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan
Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang
Ketika Aktivitas Petani Mulai Dicatat Secara Digital
ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi TPID Award dan TP2DD Championship 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:40 WITA

Tendangan Perdana Kapolresta Gowa Buka Kapolresta Gowa Cup 2026, 12 Tim Siap Bertanding

Minggu, 27 September 2026 - 15:51 WITA

41 Pengelola Komunitas Literasi di Gowa Ikuti Pelatihan Manajemen

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WITA

PJM Laksanakan Evaluasi Berkala Semester I 2026 terhadap Layanan Pemanduan dan Penundaan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WITA

Rektor UIT Buka PKKMB Fakultas Psikologi, Tekankan Pentingnya Integritas dan Adaptasi Mahasiswa Baru

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Komitmen Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan di SPBU Massila, Pinrang

Berita Terbaru