High-Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sulawesi Selatan  ‘Upaya Menjaga Stabilisasi Harga Pada Momen HBKN Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2025″

- Penulis

Jumat, 7 Maret 2025 - 15:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANK INDONESIA

MAKASSAR,FILALIN.COM, – -TPID Provinsi Sulsel bersama 24 T PID Kab/Kota se-SuIawesi Selatan menggelar High-Level Meeting pada 6 Maret 2025 bertempat di Kantor Gubernur Sulsel yang dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda, 16 Bupati/WaIikota, 6 Wakil Bupati dan Perwakilan Forkopimda. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas strategi pengendalian inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan rilis BPS, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami deflasi berturut – turut pada Januari dan Februari 2025 terutama didorong penurunan tarif listrik sebesar 50%. Meski demikian kenaikan harga pangan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri perlu mendapat perhatian seperti: aneka cabai, minyak goreng, bawang putih, gula pasir, dan daging ayam ras.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mencatat bahwa secara historis periode HBKN Ramadhan dan Idul Fitri menjadi momen kritikal yang perlu diantisipasi. Komoditas Beras, Tomat, Cabai Merah, Bawang Merah dan Angkutan Udara menjadi komoditas utama yang frekuensinya cukup tinggi dalam mendorong kenaikan inflasi di 8 kota IHK di Sulawesi Selatan. Kebijakan Pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13 hingga 14 persen selama masa Angkutan Lebaran 2025 menjadi optimisme dalam upaya menjaga stabilisasi inflasi sehingga peran dan tanggung jawab Pemerintah Daerah dapat lebih difokuskan untuk pengendalian harga pangan strategis.

Sebagai upaya pengendalian inflasi, BP. Andi Sudirman Sulaiman – Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan 3 garis besar rekomendasi pengendalian inflasi yang meliputi (i) peningkatan pasokan dan ketahanan pangan di Sisi hulu, (ii) mewujudkan keterjangkauan harga dan efisiensi distribusi di Sisi hilir, serta (iii) penguatan koordinasi dan komunikasi kebijakan antar Stakeholder.

Peningkatan Pasokan dan Ketahanan Pangan Di Sisi Hulu

Untuk mendorong peningkatan pasokan pangan, Pemerintah Provinsi Sulsel akan melanjutkan Program Mandiri Benih 2025 dalam upaya mendukung penyediaan bibit unggul. Seiring dengan itu, Kepala Daerah di seluruh Kab/kota didorong untuk mempercepat penyampaian data C PCL (Calon Petani dan Calon Lahan) penerima bantuan, serta mengoptimalkan program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dengan memanfaatkan Iahan potensial yang tersedia.

Selain itu, BULOG juga didorong untuk meningkatkan penyerapan gabah petani pada periode panen raya Maret-ApriI 2025, dengan mengoptimalkan gudang-gudang yang ada di Sulawesi Selatan. Di Sisi infrastruktur pendukung, Pemerintah Provinsi Sulsel juga akan berfokus pada perbaikan jaringan irigasi serta jalan produksi untuk mendukung kelancaran distribusi bahan pangan.

Adapun sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan produktivitas pangan, Pemprov Sulsel akan mendorong Gerakan Tanam Cabai di sekolah dan Iahan kosong. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap ketahanan pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar.

BANK INDONESIA

Mewujudkan Keterjangkauan Harga Dan Efisiensi Distribusi Di Sisi Hilir

Sebagai upaya mengendalikan harga bahan pokok selama periode HBKN Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Kab/kota. Program ini melibatkan Bulog serta distributor pangan lokal untuk menyediakan kebutuhan pangan strategis dengan harga terjangkau. Selain itu Pemerintah Kab/kota dihimbau aktif dalam memantau kecukupan stok pangan, serta melakukan langkah antisipatif dan korektif apabila ditemukan potensi defisit pasokan yang dapat menyebabkan kenaikan harga. Kerja sama antar daerah perlu diperkuat, dengan melibatkan petani champion khususnya di wilayah sentra hortikultura (Enrekang dan Wajo) dengan memanfaatkan neraca pangan digital sebagai referensi surplus-defisit di masing-masing daerah.

Penguatan Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Antar Stakeholders.

Sebagai langkah penguatan, Gubernur Sulsel akan melakukan koordinasi rutin yang melibatkan kepala daerah di 24 Kab/kota Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebijakan Asta Cita dan Ketahanan Pangan dapat diwujudkan di Sulawesi Selatan.

Melalui berbagai langkah strategis ini, T PID Se-Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus bersinergi mewujudkan stabilitas inflasi dengan mengacu kepada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi kebijakan yang efektif. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Besar Nyampa Daeng Siama Berharap Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Makassar
Visitasi Internal Universitas Hasanuddin Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim CARA’DE di Desa Tinggimae
KKI 2026 Jadi Momentum Emas UMKM Sulsel Tembus Pasar Ekspor
Dorong Semangat Petani Desa Julubori, Babinsa Koramil 1409-05/Pallangga Lakukan Pendampingan Penanaman Padi
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Progres Jembatan Beton Pabbundukang Capai 59%, Akses Warga Bontonompo Selatan Segera Terhubung
Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Keluarga Besar Nyampa Daeng Siama Berharap Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Makassar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Visitasi Internal Universitas Hasanuddin Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim CARA’DE di Desa Tinggimae

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:54 WITA

KKI 2026 Jadi Momentum Emas UMKM Sulsel Tembus Pasar Ekspor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:46 WITA

Dorong Semangat Petani Desa Julubori, Babinsa Koramil 1409-05/Pallangga Lakukan Pendampingan Penanaman Padi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:42 WITA

Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

Berita Terbaru